Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Turis Tiongkok Beralih ke Korea dan Asia Tenggara

Turis Tiongkok Beralih ke Korea dan Asia Tenggara
Minat|Jepang & Korea

Pergeseran besar: dari Jepang ke Korea dan Asia Tenggara

Pergeseran preferensi wisatawan Tiongkok dari Jepang menuju Korea Selatan dan berbagai destinasi wisata Asia Tenggara merujuk pada perubahan pola pilihan negara tujuan berlibur, di mana faktor geopolitik, persepsi keamanan, dan alternatif destinasi baru membuat Jepang kehilangan posisinya sebagai magnet utama dan membuka ruang bagi Korea serta kawasan Asia Tenggara untuk mengisi kekosongan tersebut. Pergeseran ini bukan sekadar angka di laporan agen perjalanan; ini adalah sinyal bahwa pariwisata Asia tengah ditata ulang oleh politik. Untuk libur Hari Nasional, Jepang tak lagi masuk 10 besar destinasi favorit turis Tiongkok, padahal tahun lalu berada di posisi teratas. Kini, turis Tiongkok Jepang Korea semakin sering disebut dalam satu kalimat, bukan sebagai pasangan lama, melainkan sebagai kisah perpisahan dan rebound destinasi. Indonesia, Turki, dan Korea Selatan muncul sebagai tujuan luar negeri yang paling diminati dalam daftar salah satu agen perjalanan besar Tiongkok. Ini adalah pukulan simbolik bagi citra wisata Jepang dan kemenangan awal bagi pariwisata Korea Selatan serta Asia Tenggara.

Geopolitik di balik turis Tiongkok yang meninggalkan Jepang

Peta wisata Asia tidak berubah begitu saja; pemicunya terang benderang: memburuknya hubungan Jepang–Tiongkok. Pemerintah Tiongkok secara eksplisit meminta warganya menghindari perjalanan ke Jepang pada November lalu, setelah pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi di parlemen mengenai kemungkinan serangan Tiongkok terhadap Taiwan dan respons Pasukan Bela Diri Jepang. Ketika pemerintah mulai mengaitkan wisata dengan ancaman keamanan nasional, persepsi publik ikut bergeser. Tiongkok menegaskan klaim bahwa Taiwan adalah bagian dari wilayahnya dan menyatakan keinginan membawa pulau itu di bawah kendali, termasuk dengan kekuatan jika perlu. Di tengah narasi tegang ini, memilih berlibur ke Jepang tiba-tiba terasa sarat makna politik. Seorang wisatawan Tiongkok yang baru saja berkunjung ke Jepang mengakui, “Memang ada orang yang akan kesulitan memilih Jepang sebagai tujuan wisata melihat suasana saat ini.” Data pun menguatkan: jumlah wisatawan Tiongkok ke Jepang sepanjang enam bulan pertama tahun ini anjlok 56,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Korea Selatan dan Asia Tenggara: pemenang baru dalam perebutan turis Tiongkok

Jika Jepang tersisih dari panggung utama, siapa naik ke podium? Jawabannya jelas: pariwisata Korea Selatan dan destinasi wisata Asia Tenggara. Dalam daftar agen perjalanan Tuniu, Korea Selatan dan Indonesia kini berada di antara destinasi luar negeri paling diminati turis Tiongkok untuk libur Hari Nasional. Ini menunjukkan pergeseran preferensi wisatawan yang sangat tajam: dari belanja di Tokyo ke kafe K-pop di Seoul, dari taman sakura ke pantai tropis Asia Tenggara. Bagi Korea Selatan, arus turis Tiongkok Jepang Korea yang bergeser ini adalah berkah ekonomi dan kesempatan memperkuat soft power budaya. Bagi negara-negara Asia Tenggara, ini adalah undangan terbuka untuk naik kelas: bukan sekadar destinasi murah, tetapi alternatif utama bagi pasar outbound terbesar di dunia. Pemerintah Tiongkok memperkirakan 2,13 miliar perjalanan dilakukan masyarakat selama periode libur ini, dan semakin besar porsi yang mengalir ke Korea dan Asia Tenggara, semakin besar dampaknya terhadap struktur pariwisata regional.

Peluang emas Asia Tenggara dan tanda-tanda diversifikasi di Jepang

Paradoks menarik muncul di Jepang: ketika turis Tiongkok surut, pasar Asia Tenggara justru naik. Jumlah warga Indonesia dan Malaysia yang menggunakan Bandara Fukuoka meningkat pesat dalam beberapa waktu terakhir, dan perkembangan ini disebut sebagai bukti semakin pentingnya pasar Asia Tenggara bagi pariwisata Kyushu. Artinya, Jepang mulai merasakan akibat diversifikasi sumber wisatawan yang sebelumnya terlalu bergantung pada turis Tiongkok. Di Kyushu, pelaku pariwisata membahas strategi baru, seperti menguatkan wisata kuliner bertema masakan Kyushu dan mengembangkan wisata bersepeda atau cycle tourism untuk menarik wisatawan mancanegara. Di balik statistik Bandara Fukuoka, tampak pola baru: turis dari Asia Tenggara bukan lagi pelengkap, tetapi pilar. Ini sekaligus menegaskan bahwa tren pergeseran preferensi wisatawan Tiongkok membuka ruang besar bagi destinasi Asia Tenggara, baik sebagai tujuan utama bagi turis Tiongkok maupun sebagai pemasok wisatawan baru ke Jepang. Kawasan ini bergerak dari posisi pinggiran menuju pusat permainan pariwisata Asia.

Implikasi bagi industri pariwisata Asia: siapa siap, siapa tertinggal?

Dampak jangka panjang dari pergeseran turis Tiongkok Jepang Korea akan ditentukan oleh seberapa cepat pelaku pariwisata membaca sinyal ini. Jepang dipaksa membangun ulang strategi inbound, tidak bisa lagi mengandalkan satu pasar utama. Kyushu menunjukkan adaptasi awal melalui fokus pada wisata bernilai tambah seperti kuliner dan bersepeda, sekaligus merangkul pasar Asia Tenggara. Di sisi lain, Korea Selatan dan negara-negara Asia Tenggara yang kini kebanjiran minat turis Tiongkok harus berhati-hati agar euforia tidak berubah menjadi ketergantungan baru. Pasar Tiongkok sangat besar, tetapi juga sangat dipengaruhi kebijakan pemerintah dan sentimen nasional, seperti yang terlihat dari imbauan menghindari perjalanan ke Jepang. Kesimpulannya, pergeseran preferensi wisatawan ini adalah peringatan keras: pariwisata Asia tidak boleh dibangun di atas satu fondasi geopolitik. Destinasi yang siap dengan portofolio pasar beragam dan produk wisata yang lebih cerdas akan menjadi pemenang sejati dari perubahan peta wisata Asia.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!