Elsewhere: Saat Menswear Menjadi Ruang Pelarian Personal
Koleksi menswear Elsewhere adalah rangkaian busana pria bernuansa resort yang menjadikan tema escapism dan perjalanan batin sebagai inti gagasan, memadukan inspirasi sinematik, lanskap pesisir, dan eksplorasi material ringan untuk menciptakan narasi tentang pelarian emosional dari hiruk pikuk kehidupan urban. Koleksi ini bukan sekadar kumpulan outfit liburan; ia terasa seperti surat terbuka seorang desainer kepada dirinya sendiri. Di panggung Fashion Nation 20th Edition, dalam peragaan NEW MODE yang digelar Jumat, 25 September 2026, Yosafat Dwi Kurniawan memanfaatkan debut Spring Menswear 2027 bertajuk Elsewhere sebagai deklarasi bahwa menswear punya hak yang sama besar untuk bercerita, merindukan keheningan, dan mengusulkan cara baru berpakaian yang lebih reflektif. Di sini, pelarian bukan dianggap kabur, melainkan jeda yang legitim.
Escapism di Runway: Dari Hiruk Metropolis ke Gili Trawangan
Keputusan menghadirkan escapism di runway Fashion Nation bukan langkah estetis semata, tapi pernyataan sikap terhadap kehidupan perkotaan yang penat. Elsewhere berangkat dari makna “di tempat lain” sebagai kerinduan akan tempat bernaung dari riuh kota, diwujudkan dalam 15 tampilan bernuansa resort yang terasa seperti undangan mundur sejenak dari intensitas metropolis. Menariknya, pelarian di sini tidak digambarkan sebagai isolasi gelap, melainkan petualangan cerah di pinggir laut. Yosafat menjahit fantasi “pergi jauh” yang sangat dekat dengan realitas kelas menengah urban: tetap stylish, tetap sosial, tetapi mengizinkan diri bernapas. Di antara deretan Fashion Nation desainer, Elsewhere menonjol karena tidak mengagungkan produktivitas, melainkan merayakan jeda—sebuah keberanian yang jarang muncul di panggung mode besar.
Arisan! 2: Sinema sebagai Naskah Batin untuk Menswear Kontemporer
Yang membuat Yosafat Dwi Kurniawan collection ini terasa personal adalah referensinya pada film Arisan 2 (2011) karya Nia Dinata. Bukan referensi visual gamblang, melainkan penyerapan konflik batin para tokoh: kaum metropolis dan sosialita dengan masalah politis, romansa, dan penyakit, yang memilih menepi ke pulau terpencil untuk merawat diri secara holistik. “Arisan 2 itu the story of my life,” ujar Yosafat, menegaskan bahwa ia tidak sekadar mengutip film, namun menyamakan umur dan kompleksitas hidupnya dengan karakter di layar. Di titik ini, storytelling menswear bergeser: protagonisnya bukan lagi “laki-laki kuat” yang tak tergoyahkan, melainkan pria yang butuh pulau sunyi dan sahabat yang menerima dirinya apa adanya. Narasi seperti ini menggeser menswear kontemporer dari sekadar fungsional ke wilayah pengakuan emosional yang jarang disentuh koleksi pria.
Teknik, Material, dan Sensualitas yang Ringan Tapi Tegas
Secara visual, spring menswear 2027 ini memaparkan escapism lewat detail yang nyaris “terapi visual”. Palet ombre pada kemeja dan vest menirukan buih ombak dan gradasi air laut, sementara rona pasir keemasan menyelimuti jaket dan scarf, menghadirkan panorama pantai yang bergerak di tubuh. Material lyocell dan viscose linen dari Asia Pacific Rayon berpadu dengan linen dan denim, menghasilkan pakaian ringan yang tetap fungsional di iklim hangat. Teknik slashing presisi pada atasan membuka sedikit kulit, menciptakan sensualitas halus yang terasa wajar dalam konteks resort wear, bukan sekadar gimmick provokatif. Di sisi lain, motif geometris bernuansa tribal dari wastra yang dituangkan dalam payet dengan teknologi Nomatex menambah lapisan kedalaman visual, seolah mengingatkan bahwa pelarian pun punya jejak budaya yang tak bisa dilepas.
Elsewhere dan Arah Baru Konseptual Menswear Lokal
Yang paling menarik dari koleksi menswear Elsewhere adalah keberanian Yosafat melepaskan kontrol kreatif yang selama ini mungkin mengekangnya. Ia mengaku proses ini adalah upaya menerima hal-hal yang tidak berjalan sesuai rencana dan membuka diri pada eksplorasi baru untuk dirinya sendiri, dan kalimat “For me, it’s refreshing to create something that’s liberating” menjadi semacam manifesto pribadi. Di tengah budaya mode yang sering terobsesi pada “koleksi penting” dan “statement besar”, Elsewhere terasa lebih jujur: ia menawarkan pakaian yang bisa dipakai, tetapi juga bisa dibaca sebagai catatan harian emosional. Dalam lanskap spring menswear 2027, koleksi ini menegaskan bahwa pria urban berhak merayakan kerentanan, liburan, dan ruang batin selembut gradasi biru laut di lengan kemeja. Dan mungkin, di situlah kekuatan paling politisnya.






