Modest Fashion Masuk Babak Baru: Botani, Arsitektur, dan Esensi Perempuan
Koleksi modest fashion adalah rangkaian busana berpenutup tubuh lebih tinggi yang dirancang untuk tetap elegan, modern, dan relevan dengan gaya hidup perempuan masa kini, memadukan nilai kesopanan, kenyamanan, dan ekspresi diri melalui detail desain, material premium, serta narasi visual seperti motif botani, arsitektur, atau perjalanan hidup perempuan yang kompleks. Dalam beberapa peluncuran terbaru, desainer lokal Indonesia menunjukkan bahwa modest bukan lagi label konservatif, melainkan kanvas untuk eksplorasi gaya yang sophisticated. Lia Soraya menghadirkan fashion botani sophisticated lewat koleksi Baroque Bloom dengan bordir 3D terbaru dan material mewah. LAFIYE menggeser definisi modest wear lewat pendekatan arsitektural dan ekspansi modest brand ke aksesori, fragrance, serta produk lifestyle seperti AirSens Home Slippers. Sementara MASA, yang berangkat dari MASA Linen, memperluas dirinya sebagai fashion essentials yang mengikuti tiap fase kehidupan perempuan modern.

Lia Soraya: Botani Barok, Bordir 3D, dan Keanggunan yang Refined
Pendekatan Lia Soraya dalam Baroque Bloom menunjukkan bagaimana modest fashion bisa terasa teatrikal tanpa kehilangan keanggunan. Koleksi ini memadukan estetika barok dan elemen era Victoria yang mewah dengan motif botani dan buah, bordir 3D terbaru yang detail, serta material mewah untuk menghasilkan koleksi modest fashion yang sophisticated. Strateginya jelas: menjembatani keanggunan historis dengan desain kontemporer dan menjadikan modesty sebagai pilihan estetika, bukan sekatan gaya. Koleksi ini ditujukan bagi perempuan modern yang menghargai keindahan timeless, craftsmanship berkualitas, dan kemewahan yang refined, sehingga busana mampu merayakan feminitas dan kreativitas sekaligus. Di tengah pasar yang sering dibanjiri desain generik, arah botani yang sophisticated ini adalah pernyataan bahwa desainer lokal Indonesia tidak takut bermain di ranah narasi visual yang kaya dan berlapis.
LAFIYE: Dari Siluet Arsitektural ke Aksesori, Fragrance, dan Slippers
LAFIYE mengambil posisi yang lebih eksperimental dengan menjadikan arsitektur sebagai sumber inspirasi utama koleksi terbarunya. Garis, bentuk, dan permainan ruang diterjemahkan menjadi siluet tegas, volume, dan proporsi yang memberi dimensi pada setiap look, sambil tetap menjaga coverage khas modest wear. Yang menarik, label ini sengaja mengembangkan bahan dan warna secara custom, menunjukkan keseriusan membangun bahasa visual sendiri, bukan sekadar mengikuti tren. Ekspansi modest brand yang mereka lakukan pun tidak setengah hati: ada aksesori rambut seperti headband dan ruched ties, lini fragrance dengan empat Eau de Parfum Miel, Pome, Rowe, dan Loom, hingga rencana AirSens Home Slippers berbahan Velvet–TENCEL™ Modal dengan Micro Technology dan serat LYCRA® untuk pemakaian di rumah. "Dari koleksi fashion hingga produk untuk melengkapi keseharian, LAFIYE perlahan membangun dunia yang lebih luas dari sekadar modest wear".

MASA: Dari MASA Linen ke Fashion Essentials yang Mengikuti Fase Hidup Perempuan
Transformasi MASA dari MASA Linen adalah contoh jelas bagaimana brand modest bisa tumbuh mengikuti pemakainya. Berangkat dari label modest fashion, MASA kini memosisikan diri sebagai fashion essentials untuk perempuan modern, dan membuka babak baru pada 8 Agustus 2026 di Gedung Nirmana Falatehan, Jakarta Selatan. Sebanyak 17 tampilan dipresentasikan, berisi abaya dengan twist detail belakang, outer yang versatile, sampai dress asimetris bernuansa kontemporer. Palet abu-abu, cokelat, biru pastel, pink pastel, dan navy membangun karakter lembut namun kuat, menyeimbangkan feminitas, kemandirian, dan keberanian bertumbuh. Di bawah arahan Direktur Kreatif baru, Nurfitriyani Hadiewinoto, MASA menegaskan bahwa koleksinya dirancang untuk mengikuti ritme perempuan—dari istri dan ibu sampai perempuan berkarier—dengan siluet nyaman, timeless, dan mudah dipadupadankan. Nurfitriyani menyatakan, "MASA hadir untuk menemani perempuan di setiap fase kehidupannya".
Material Premium dan Masa Depan Modest Fashion Lokal
Benang merah dari ketiga desainer lokal Indonesia ini bukan sekadar label “modest”, melainkan keseriusan membangun ekosistem gaya yang lengkap. Lia Soraya menekankan material mewah dan bordir 3D terbaru untuk menciptakan fashion botani sophisticated yang terasa museum-worthy sekaligus wearable. LAFIYE mengembangkan bahan custom dan memadukannya dengan teknologi tekstil pada AirSens Home Slippers, menggeser modest fashion ke ranah lifestyle sehari-hari. MASA, dengan sejarah sejak November 2018 dan fase baru setelah bergabung di bawah Miranda Moda Indonesia pada Januari 2024, memperlihatkan bagaimana sebuah brand dapat bertransformasi tanpa kehilangan karakter awalnya. Ketiganya mengirim pesan yang sama: modest fashion lokal sedang naik kelas melalui material premium, konsep kuat, dan ekspansi lintas kategori. Ke depan, modest akan kurang bicara soal batasan, dan lebih tentang pilihan gaya yang matang, personal, dan penuh kedalaman cerita.







