Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kongres Syarikat Islam: Dakwah Ekonomi dan Transformasi Organisasi

Kongres Syarikat Islam: Dakwah Ekonomi dan Transformasi Organisasi
Minat|Asia Tenggara

Kongres Syarikat Islam: Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati

Kongres Syarikat Islam adalah forum permusyawaratan tertinggi organisasi Islam Indonesia yang menghimpun para pemimpin dan kader untuk merumuskan arah dakwah, strategi ekonomi syariah umat, serta pembaruan tata kelola organisasi demi memperkuat peran sosial dan politik keagamaan di tengah perubahan zaman. Pimpinan Pusat Syarikat Islam menggelar Kongres Nasional/Majelis Tahkim ke-42 di Surabaya, Jawa Timur, pada 17–20 Oktober 2026 dengan tema besar “Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati”. Tema ini bukan sekadar slogan; ia adalah kritik halus terhadap ketergantungan umat pada struktur ekonomi yang tidak berpihak, sekaligus ajakan untuk kembali pada akar historis SI sebagai gerakan dagang, sosial, dan politik yang membela kaum lemah. Momentum Surabaya mengingatkan pada Kongres pertama SI pada 26 Januari 1913 yang menggetarkan pemerintahan kolonial dan mengonsolidasikan kekuatan massa Islam dari ranah perdagangan menuju pergerakan nasional yang lebih luas.

Kongres Syarikat Islam: Dakwah Ekonomi dan Transformasi Organisasi

Transformasi Organisasi Keagamaan: Meninggalkan Pola Partai Politik

Pesan paling tajam dari Kongres Syarikat Islam ke-42 adalah keharusan transformasi organisasi keagamaan. Setelah satu dekade memimpin, Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Hamdan Zoelva menilai SI perlu mengubah model pengelolaan organisasi dan meninggalkan pola yang menyerupai partai politik. Ini adalah pengakuan jujur bahwa banyak organisasi Islam Indonesia terjebak dalam logika elektoral, perebutan kursi, dan manuver kekuasaan, sehingga energi dakwah dan pemberdayaan ekonomi umat terkuras. Hamdan mendorong penguatan model organisasi berbasis etika, keikhlasan, dan ketulusan dalam membangun organisasi. Sikap ini patut dibaca sebagai koreksi internal: SI ingin kembali menjadi gerakan moral dan sosialisme Islam yang memihak kaum lemah, bukan sekadar mesin politik. Jika konsisten, transformasi organisasi keagamaan ini bisa menjadi rujukan bagi ormas lain yang tengah mencari bentuk di tengah polarisasi politik.

Kongres Syarikat Islam: Dakwah Ekonomi dan Transformasi Organisasi

Lima Pilar Ekonomi Umat: Dari Koperasi Masjid hingga Ekologi

Kongres Syarikat Islam kali ini menegaskan bahwa kemerdekaan sejati tidak mungkin tercapai tanpa kemandirian ekonomi umat. Arah kebijakan dakwah ekonomi disusun dalam lima pilar utama: Ekonomi Syariah, Koperasi, Zakat dan Wakaf, Ekologi dan Keberlanjutan, serta Kewirausahaan Umat. Menurut Ferry Juliantono, dakwah tidak hanya menyangkut aspek spiritual, tetapi juga bagaimana mendorong kemandirian ekonomi umat melalui instrumen seperti koperasi. Pernyataan ini layak dikutip karena menempatkan ekonomi syariah umat sebagai bagian integral dari dakwah, bukan pelengkap. SI mendorong berdirinya koperasi pendukung pesantren, koperasi pembiayaan syariah, serta koperasi berbasis masjid dan tempat ibadah. Zakat dan wakaf diarahkan menjadi lebih produktif, sementara literasi dan inklusi keuangan syariah diperluas untuk melahirkan sebanyak mungkin pengusaha muslim dengan akses permodalan memadai agar punya andil besar dalam perekonomian nasional.

Gedung Baru Pimpinan Pusat SI: Simbol Konsolidasi Dakwah dan Ekonomi

Peresmian gedung baru Pimpinan Pusat Syarikat Islam di Jakarta menjadi penanda fisik bahwa transformasi organisasi dan dakwah ekonomi tidak berhenti di forum kongres. Gedung yang diresmikan oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Presiden SI Hamdan Zoelva pada Jumat, 16 Oktober, diharapkan bukan hanya menjadi pusat kegiatan organisasi, tetapi juga ruang konsolidasi gerakan dakwah dan pemberdayaan ekonomi umat melalui koperasi dan ekonomi syariah. Ferry menegaskan pentingnya penguatan koperasi masjid, sehingga masjid menjadi pusat aktivitas ekonomi produktif yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Zoelva menambahkan bahwa gedung ini adalah momentum untuk memperkuat konsolidasi dan melanjutkan perjuangan SI sebagai organisasi Islam Indonesia yang membangun kemandirian dan kesejahteraan umat. Gedung baru itu, jika dipenuhi aktivitas ekonomi syariah umat dan dakwah yang membela kaum lemah, dapat menjadi laboratorium nyata transformasi organisasi keagamaan.

Kemerdekaan Sejati: Mengikat Agama, Kebangsaan, dan Ekonomi Kerakyatan

Kongres Syarikat Islam di Surabaya menegaskan kembali landasan perjuangan SI: Sosialisme Islam, kebersamaan, keadilan, dan kerakyatan yang bersumber dari ajaran agama. Agama dan kebangsaan tidak dipisahkan; nilai agama menjadi sumber moralitas sekaligus arah kebijakan negara sebagaimana tercermin dalam Pembukaan UUD 1945. Di titik ini, dakwah ekonomi menuju kemerdekaan sejati bukan sekadar program ormas, tetapi visi politik keagamaan: kekayaan bangsa kembali ke rakyat, petani dan nelayan tidak lagi miskin, dan kedaulatan pangan tercapai. Rangkaian kegiatan kongres disebut akan melahirkan keputusan strategis yang bermanfaat bagi umat Islam, bangsa, negara, dan bahkan umat secara global. Jika SI konsisten menjalankan transformasi organisasi keagamaan dan menguatkan ekonomi syariah umat, ia berpeluang kembali menjadi motor gerakan Islam yang relevan: bukan hanya lantang di mimbar, tetapi hadir di pasar, koperasi, dan ruang kebijakan publik.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!