Kehadiran yang terasa di luar pembangunan
Satgas TMMD adalah satuan tugas TNI yang menjalankan program pembangunan desa sekaligus menjalin hubungan langsung dengan masyarakat melalui kegiatan bersama dan edukasi. Di Desa Klitih, pendekatan lintas usia ini memperlihatkan bahwa kedekatan tidak dibangun hanya lewat proyek fisik, tetapi juga lewat waktu dan perhatian yang dibagikan bersama warga.
Pada Rabu, 28 Oktober 2026, anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0814/Jombang bermain bola voli bersama warga Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang. Mereka berbaur di lapangan, bekerja sama dalam permainan, dan menikmati suasana akrab di sela-sela program TMMD. Voli bersama warga mungkin tampak sederhana, tetapi justru di situlah komunikasi sosial berlangsung tanpa jarak formal.
Dansatgas Letkol Kav Dicky Prasojo menyebut kebersamaan seperti ini sebagai cara mempererat silaturahmi dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Pesannya tepat: pembangunan desa akan lebih berarti ketika warga juga merasakan hubungan yang hangat dengan orang-orang yang mengerjakannya.

Dari pelajar TK hingga anak-anak di lapangan
Pada Selasa, 3 November 2026, personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 0814/Jombang berinteraksi dengan pelajar TK di Desa Klitih. Anak-anak menyambut kehadiran prajurit dengan antusias dan ceria. Kunjungan semacam ini penting bukan karena harus menjadi acara besar, melainkan karena memberi anak kesempatan mengenal sosok yang hadir di lingkungan mereka dengan cara yang ramah.
Pada hari yang sama, anggota Satgas juga bermain sepak bola bersama anak-anak desa di sela-sela tugas pembangunan. Mereka bercanda dan berbaur dalam permainan, yang menjadi hiburan setelah bekerja sekaligus ruang untuk membangun sportivitas, kebersamaan, dan disiplin. Interaksi dengan pelajar TK dan permainan bola menunjukkan bahwa perhatian kepada generasi muda dapat hadir dalam bentuk sederhana, tanpa kehilangan makna pengabdian.
Letkol Kav Dicky Prasojo menegaskan bahwa kehadiran TNI bukan hanya untuk membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kedekatan emosional. Bagi anak-anak, kesan baik dari perjumpaan langsung dapat membuat program desa terasa lebih dekat dan manusiawi.

Edukasi gizi yang menyentuh kebutuhan keluarga
Kedekatan dengan warga juga perlu disertai pengetahuan yang berguna di rumah. Pada Selasa, 3 November 2026, Sertu Supriyadi dari Koramil 0814-07/Kabuh, yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-130, memberikan edukasi cegah stunting kepada warga, terutama ibu yang memiliki bayi dan balita. Kegiatan itu berlangsung di rumah Ibu Siti di Dusun Waturupit, Desa Pojok Klitih, Kecamatan Plandaan.
Materi yang disampaikan mencakup pemeriksaan kehamilan rutin, gizi seimbang, ASI eksklusif selama enam bulan, MPASI bergizi, kebersihan lingkungan, dan imunisasi. Sertu Supriyadi juga mengingatkan pentingnya sumber protein hewani serta pemantauan tumbuh kembang anak di Posyandu. Cakupan ini membuat edukasi lebih konkret: keluarga mendapat langkah yang dapat diperhatikan sejak kehamilan hingga masa balita.
Ibu Siti, 32 tahun, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menambah pemahamannya tentang makanan bergizi dan pemeriksaan rutin di Posyandu. Respons itu memperlihatkan nilai kegiatan nonfisik TMMD: informasi kesehatan dapat mendorong perhatian yang lebih teratur pada ibu dan anak.

Kebersamaan sebagai bagian dari pengabdian
Rangkaian kegiatan di Klitih menghubungkan warga lintas usia dengan cara yang berbeda: permainan voli menyatukan orang dewasa, kunjungan TK dan sepak bola memberi ruang bagi anak-anak, sementara penyuluhan stunting menyasar kebutuhan keluarga. Semuanya melengkapi pembangunan infrastruktur dengan komunikasi, perhatian, dan pengetahuan.
Kekuatan pendekatan ini terletak pada kedekatan yang dibangun melalui tindakan yang mudah dipahami warga. Satgas TMMD tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai rekan bermain dan penyampai edukasi. Jika hubungan semacam ini terus dirawat bersama masyarakat, manfaat TMMD berpeluang meninggalkan kesan yang lebih panjang daripada kegiatan di lapangan semata.
Pada akhirnya, kegiatan santai dan edukatif bukan pelengkap yang bisa dipandang remeh. Di Desa Klitih, semuanya menjadi bagian penting dari pengabdian: pembangunan fisik mendapat pasangan berupa hubungan sosial yang akrab dan dukungan bagi kesehatan generasi penerus.






