Pameran yang merangkum perjalanan panjang JBL
Perayaan 80 tahun JBL adalah pameran yang menelusuri evolusi produk dan teknologi audio merek tersebut, sekaligus memberi pengunjung kesempatan mencoba perangkat terbarunya secara langsung. Digelar pada 21–25 Oktober 2026 di Main Atrium, East Mall Level 1, Grand Indonesia, acara ini menjadi perayaan yang lebih bermakna daripada sekadar penanda usia. JBL berdiri pada 1946, didirikan oleh James B. Lansing, sehingga perjalanan delapan dekadenya beriringan dengan perubahan cara orang mendengarkan musik dan menggunakan audio. Bagi pengunjung, pameran audio Jakarta ini menawarkan pengalaman langsung: melihat sejarah, lalu menguji bagaimana perangkat masa kini dirancang untuk kebutuhan berbeda. JBL Playback Gallery menjadi pusat narasi tersebut, menampilkan produk-produk ikonik dari berbagai masa dan perkembangan teknologi yang membentuk sejarah audio. Pilihan untuk memadukan galeri dan pengalaman interaktif terasa tepat: inovasi lebih mudah dipahami saat orang dapat membandingkan warisan produk dengan perangkat yang mereka gunakan sekarang.
AI hadir sebagai alat kreatif, bukan sekadar label
Sorotan paling menarik dari inovasi produk audio JBL adalah cara AI dipakai untuk mengubah pengalaman bernyanyi dan bermusik. JBL EasySing, mikrofon yang diperkenalkan dalam rangkaian produk terbaru, dapat menghilangkan vokal lagu secara waktu nyata sehingga pengguna bisa bernyanyi dengan iringan musik tanpa vokal asli. Ini bukan sekadar fitur tambahan: pengolahan langsung memberi pengguna cara praktis untuk menjadikan lagu favorit sebagai bahan karaoke. Untuk kreator, seri BandBox menawarkan pendekatan berbeda. Smart amplifier ini memiliki fitur stem isolation yang memisahkan vokal dan instrumen langsung melalui perangkat, sehingga dapat mendukung latihan maupun pembuatan karya. Dua contoh tersebut menunjukkan AI dan pemrosesan audio punya nilai ketika menyelesaikan kebutuhan konkret. Di pameran, pengunjung juga dapat mencoba perangkat karaoke secara interaktif, membuat teknologi lebih mudah dinilai dari pengalaman, bukan hanya dari daftar fitur.
Dari penggunaan harian hingga komunitas musik
Jajaran yang ditampilkan tidak berhenti pada perangkat karaoke. JBL menghadirkan speaker portabel dan headphone, serta mengembangkan soundbar untuk hiburan rumah, perangkat open-ear untuk olahraga dan kegiatan luar ruang, serta lini JBL Quantum bagi pengguna gim. Rentang ini membuat pameran relevan bagi pendengar kasual, pemain gim, musisi, dan kreator—kelompok yang memakai audio dengan cara berbeda. Perayaan JBL anniversary 80 tahun juga membawa pesan merek “Made to Be Heard”, yang mengaitkan audio dengan ekspresi diri, kreativitas, dan hubungan antarpengguna. Wakil Presiden sekaligus General Manager Consumer Audio HARMAN Asia Pacific, Grace Koh, menyatakan JBL terus mengembangkan produk dan program komunitas untuk mendukung kreator, penggemar musik, serta komunitas. Salah satunya JBL Music Academy, inisiatif yang menyediakan akses perangkat, teknologi, dan bimbingan bagi musisi, produser, serta pencipta lagu pendatang baru. Pada akhirnya, kekuatan perayaan ini ada pada hubungan antara warisan dan kegunaan: sejarah memberi konteks, sementara inovasi produk audio menunjukkan bagaimana JBL berupaya menjawab kebutuhan pendengar yang terus berubah.







