PAUD Holistik-Integratif Makassar: Investasi Sosial dan Ekologis
PAUD holistik integratif di Makassar adalah model pendidikan anak usia dini yang menggabungkan layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan anak, dan pembentukan perilaku ramah lingkungan dalam satu ekosistem terkoordinasi, sehingga perkembangan anak berkelanjutan dapat dicapai secara inklusif sejak masa kehamilan hingga usia enam tahun. Pendekatan ini bukan sekadar penataan ulang layanan, tetapi pernyataan politik: kota memilih menempatkan anak usia dini sebagai pusat strategi pembangunan manusia dan ekonomi. Wali Kota Munafri Arifuddin memaparkan strategi PAUD Holistik-Integratif (PAUD-HI) ini di ARNEC Learning Forum 2026 di Jakarta, di hadapan perwakilan kawasan Asia-Pasifik. Di forum bertema penguatan sistem pengembangan anak usia dini yang responsif iklim dan terdanai dengan baik, Makassar tampil bukan sebagai penerima gagasan, melainkan sebagai penyumbang praktik baik yang layak dikritisi dan ditiru.

Kepemimpinan Lokal dan Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Tulang Punggung
Kekuatan utama model PAUD Holistik-Integratif Makassar terletak pada kepemimpinan lokal yang berani memecah sekat birokrasi. Dalam diskusi panel bertajuk "Kepemimpinan Lokal dan Pelibatan Masyarakat dalam Pengembangan Anak Usia Dini", Munafri Arifuddin menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak boleh dipersempit menjadi urusan dinas pendidikan semata. Pemerintah kota mengintegrasikan sektor kesehatan, perlindungan anak, kependudukan, sosial, lingkungan hidup, serta pemberdayaan keluarga dan masyarakat ke dalam tata kelola PAUD. Pendekatan ini diperkuat melalui peran Bunda PAUD dan kelompok kerjanya di tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan, bersama TP PKK, tenaga kesehatan, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, dan mitra pembangunan. Di forum Asia-Pasifik, kolaborasi seperti ini bukan lagi dianggap bonus, melainkan syarat minimum untuk membangun model pembelajaran inklusif yang tahan terhadap guncangan sosial maupun ekologis.
Strategi Pendanaan: Rp30,5 Miliar untuk Generasi Tangguh dan Peduli Lingkungan
Tanpa pendanaan yang jelas, jargon holistik-integratif akan berhenti di spanduk. Di Makassar, komitmen itu diterjemahkan dalam angka. Pada 2025, alokasi anggaran Dinas Pendidikan Kota Makassar mencapai sekitar Rp1,37 triliun, dengan lebih dari Rp30,5 miliar khusus untuk pengelolaan PAUD. Dana ini digunakan untuk sarana prasarana, Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD, dan peningkatan kapasitas pendidik. Kutipan yang patut dicatat: "Kami meyakini bahwa investasi pada pengasuhan dan pendidikan anak usia dini bukan sekadar program sosial, melainkan investasi strategis jangka panjang untuk pembangunan manusia dan masa depan ekonomi Kota Makassar." Pendanaan ini diarahkan untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, tangguh, inklusif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan, sejalan dengan visi Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan.
Dampak Inklusivitas: Kuota, Pelatihan, dan Pusat Pendidikan Lokal
Inklusivitas dalam PAUD holistik integratif Makassar tidak berhenti pada slogan; ia diterjemahkan ke dalam mekanisme kuota dan penguatan kapasitas. Dalam skema yang disampaikan Munafri, 60 persen kuota PAUD negeri dialokasikan untuk anak dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dan 40 persen bagi warga lokal, dengan perhatian khusus pada anak dari keluarga rentan dan penyandang disabilitas. Sepanjang 2025 hingga 2026, seluruh satuan PAUD di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Kota Makassar telah mendapatkan pendampingan PAUD-HI, dengan lebih dari 1.000 guru dan seluruh Bunda PAUD kecamatan serta kelurahan mengikuti pelatihan. Konsep Local Education Centre mengubah PAUD negeri menjadi pusat pendidikan masyarakat: orang tua memperoleh pengetahuan pengasuhan positif, sementara warga memanfaatkan sekolah untuk kegiatan literasi dan pelatihan keterampilan. Ini adalah model pembelajaran inklusif yang mengakui bahwa kualitas perkembangan anak berkelanjutan bergantung pada kualitas ekosistem keluarga dan komunitas.
Respons terhadap Perubahan Iklim dan Pelajaran bagi Kota Lain
Dimensi paling progresif dari PAUD Holistik-Integratif Makassar adalah keberanian mengaitkan pendidikan anak usia dini dengan krisis iklim. Pendekatan PAUD-HI dirancang inklusif, berkelanjutan, dan responsif terhadap tantangan perubahan iklim, sejalan dengan tema forum ARNEC "From Knowledge to Collective Action: Strengthening Climate-Responsive and Well-Financed ECD Systems in Asia-Pacific". Pemerintah kota mendorong pembiasaan perilaku ramah lingkungan melalui berbagai kegiatan di satuan pendidikan, sehingga kepedulian ekologis tertanam sejak usia dini. Forum Asia-Pasifik menjadi ruang pertukaran pengalaman tentang bagaimana kepemimpinan lokal dan pelibatan masyarakat dapat memperkuat sistem pengembangan anak usia dini yang inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Pelajarannya jelas: kota yang serius pada masa depan tidak menunggu kebijakan nasional turun dari atas, melainkan membangun model sendiri yang mengikat pendidikan anak usia dini, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan dalam satu paket kebijakan.






