Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Model PAUD Holistik-Integratif Makassar Menginspirasi Kepemimpinan Pendidikan Asia-Pasifik

Model PAUD Holistik-Integratif Makassar Menginspirasi Kepemimpinan Pendidikan Asia-Pasifik
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Makassar Menawarkan Paradigma Baru PAUD Holistik-Integratif

PAUD holistik integratif adalah pendekatan pendidikan anak usia dini inklusif yang menghubungkan layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan lingkungan sehat dalam satu ekosistem terpadu sehingga tumbuh kembang anak sejak masa kehamilan hingga usia enam tahun didukung secara menyeluruh oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor dan lapisan masyarakat. Di forum ARNEC Learning Forum yang digelar di Jakarta, Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin memaparkan bagaimana kota ini menjadikan pengembangan anak usia dini sebagai fondasi visi Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan. Ini bukan sekadar cerita sukses lokal; tampilnya Appi di hadapan pemimpin kawasan Asia-Pasifik menegaskan bahwa kepemimpinan pendidikan lokal yang berani berinovasi bisa menggeser standar regional. Pesan utamanya jelas: daerah yang serius membangun manusia dari usia dini akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi dan iklim.

Kepemimpinan Pendidikan Lokal: Dari Visi ke Ekosistem Lintas Sektor

Kekuatan model PAUD holistik integratif Makassar terletak pada cara kepemimpinan pendidikan lokal diterjemahkan menjadi ekosistem lintas sektor, bukan hanya program Dinas Pendidikan. Pemkot mengintegrasikan peran kesehatan, perlindungan anak, kependudukan, sosial, lingkungan hidup, serta pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam satu kerangka pengembangan anak usia dini. Pendekatan ini diperkuat melalui Bunda PAUD dan kelompok kerjanya dari tingkat kota hingga kelurahan, bersama TP PKK, tenaga kesehatan, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, dan mitra pembangunan. Di forum Asia-Pasifik, Appi menegaskan bahwa keberhasilan PAUD tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi oleh kepemimpinan yang konsisten, tata kelola inovatif, koordinasi lintas sektor, dan partisipasi masyarakat. Inilah pelajaran penting bagi daerah lain: tanpa keberanian mengubah cara kerja birokrasi, konsep PAUD holistik integratif akan berhenti sebagai jargon.

Inklusif dan Ramah Lingkungan: PAUD Sebagai Jaring Pengaman Sosial

Makassar menjadikan pendidikan anak usia dini inklusif sebagai jaring pengaman sosial yang nyata, bukan slogan. PAUD negeri dikembangkan sebagai Local Education Centre, di mana sekolah bukan hanya ruang belajar anak, tetapi juga pusat literasi, pelatihan keterampilan, dan penguatan pengasuhan positif bagi orang tua. Konsep ini diarahkan untuk memastikan anak dari keluarga rentan, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh akses layanan yang inklusif. Sepanjang 2025–2026, seluruh satuan PAUD di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Makassar mendapat pendampingan penerapan PAUD-HI, dengan lebih dari 1.000 guru dan seluruh Bunda PAUD kecamatan serta kelurahan mengikuti pelatihan. Di sisi lain, pembelajaran ramah lingkungan ditanamkan melalui urban farming, pojok hijau sekolah, pemilahan sampah, biopori, dan penciptaan lingkungan belajar yang sehat. Ini menunjukkan bahwa isu perubahan iklim bisa diintegrasikan secara praktis ke dalam rutinitas PAUD, bukan hanya materi ceramah.

Skala, Anggaran, dan Pemerataan: Mengapa Model Ini Relevan Ditiru

Model Makassar menarik perhatian regional karena menggabungkan skala, pendanaan, dan pemerataan akses dalam satu paket kebijakan. Pada 2025, alokasi anggaran Dinas Pendidikan Kota Makassar mencapai sekitar Rp1,37 triliun, dengan lebih dari Rp30,5 miliar mendukung pengelolaan PAUD, sarana prasarana, BOP, dan peningkatan kapasitas pendidik. Angka ini penting bukan hanya sebagai kebanggaan fiskal, tetapi sebagai bukti bahwa komitmen politik diterjemahkan ke dalam prioritas anggaran. Pemerataan akses juga diatur melalui skema kuota: 60 persen bagi anak dari keluarga kurang mampu dan 40 persen bagi warga lokal. Pemkot memberi perhatian khusus pada wilayah kepulauan melalui pembangunan infrastruktur pendidikan yang ramah lingkungan dan dukungan tambahan bagi guru PAUD di sana. Bagi daerah lain, pelajarannya jelas: tanpa desain pemerataan yang eksplisit, PAUD holistik integratif berisiko hanya dinikmati kelompok yang sudah mapan.

Relevansi Regional: Apa yang Bisa Dipelajari Daerah Lain

Tampilnya Makassar di ARNEC Learning Forum bersama perwakilan Kamboja, Surabaya, Bhutan, Bangladesh, dan Filipina menunjukkan bahwa isu pendidikan anak usia dini inklusif dan berkelanjutan kini menjadi agenda regional. Namun yang membuat Makassar relevan untuk ditiru bukan sekadar tampil di panggung Asia-Pasifik, melainkan kombinasi antara visi jangka panjang, ekosistem lintas sektor, pembelajaran ramah lingkungan, dan keberpihakan pada kelompok rentan. Daerah lain tidak perlu menyalin semua detail program, tetapi bisa mengambil prinsip: jadikan PAUD sebagai fondasi pembangunan manusia, libatkan pemimpin lokal sebagai motor koordinasi, dan gunakan sekolah sebagai pusat pendidikan lokal yang hidup. Tanpa itu, diskusi tentang PAUD holistik integratif akan tetap abstrak. Makassar menunjukkan bahwa ketika kepemimpinan pendidikan lokal berani memprioritaskan anak usia dini, kota bukan hanya siap bersaing, tetapi juga mampu menginspirasi kawasan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!