Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Batam sebagai Model Strategi Infrastruktur dan Investasi Daerah

Batam sebagai Model Strategi Infrastruktur dan Investasi Daerah
Minat|Asia Tenggara

Batam: Dari Angka Pertumbuhan ke Status Kota Rujukan

Strategi infrastruktur Batam adalah pendekatan terencana untuk membangun konektivitas, fasilitas ekonomi, dan layanan dasar yang secara langsung mendukung iklim investasi daerah sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Batam melampaui rata-rata nasional dan menjadikannya rujukan pengembangan ekonomi daerah lain. Pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 7,28% pada Triwulan II 2026, melampaui pertumbuhan Kepri 6,99% dan nasional 5,29%. Angka ini bukan sekadar statistik; ia adalah bukti bahwa konsistensi kebijakan pro-investasi, penyederhanaan perizinan, dan fokus pada infrastruktur memberi hasil nyata. Karena itu, DPRD Tangerang Selatan memilih Batam sebagai lokasi studi banding untuk belajar penguatan ekonomi lewat investasi dan infrastruktur, bukan kota lain yang pertumbuhannya lebih biasa. Ketika daerah lain masih sibuk mengurus prosedur internal, Batam sudah menjadikan layanan cepat dan kepastian bagi pelaku usaha sebagai identitas. Itulah inti keunggulannya.

Batam sebagai Model Strategi Infrastruktur dan Investasi Daerah

Strategi Infrastruktur Batam: Konektivitas dan Kemudahan Perizinan

Kekuatan Batam terletak pada cara kota ini memandang infrastruktur bukan sebagai proyek fisik semata, tetapi sebagai alat politik ekonomi untuk menguatkan daya saing. Wali Kota Amsakar Achmad menekankan bahwa penguatan iklim investasi harus didukung kemudahan perizinan, konektivitas memadai, dan ketersediaan infrastruktur yang menunjang aktivitas ekonomi. Kutipan penting yang menggambarkan orientasi itu: “Batam terus berbenah untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif melalui integrasi perizinan, pembenahan akses konektivitas, serta penyediaan infrastruktur yang ramah investasi.” Sikap ini berlawanan dengan pola banyak daerah yang masih menganggap infrastruktur sebagai proyek satuan tanpa strategi investasi yang jelas. Di Batam, integrasi perizinan dan pembenahan akses transportasi dikaitkan langsung dengan target investasi sehingga setiap pembangunan fisik mempunyai logika ekonomi. Itu yang membuat studi banding infrastruktur ke Batam relevan bagi Tangerang Selatan: mereka tidak datang melihat gedung, tetapi melihat cara berpikir.

Batam sebagai Model Strategi Infrastruktur dan Investasi Daerah

Iklim Investasi Daerah: Dari Komitmen ke Proyek Nyata

Batam memperlakukan iklim investasi daerah sebagai ekosistem layanan, bukan slogan promosi. Kepala BP Batam Amsakar Achmad menilai lonjakan pertumbuhan ekonomi menunjukkan tingginya kepercayaan dunia usaha. Kepercayaan itu dijaga dengan pelayanan lebih cepat, infrastruktur unggul, dan iklim investasi yang makin bersaing. Deputi Bidang Investasi Fary Djemy Francis menegaskan bahwa investasi tidak boleh berhenti di komitmen, tetapi harus menjadi proyek nyata, masuk tahap produksi, lalu menyerap tenaga kerja. Ini sikap yang jarang diungkapkan secara blak-blakan: Batam mengakui bahwa ukuran keberhasilan bukan nilai komitmen investasi, melainkan seberapa cepat proyek memberi dampak ke warga. Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menekankan agar pertumbuhan ekonomi membuka lapangan kerja dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jadi, iklim investasi di Batam sengaja didesain untuk berujung pada kesejahteraan, bukan hanya statistik.

Studi Banding Tangsel: Belajar Mengaitkan Infrastruktur, Investasi, dan Pertumbuhan

Kunjungan kerja DPRD Tangerang Selatan ke Batam adalah pengakuan terselubung bahwa banyak daerah tertinggal bukan karena kekurangan dana, tetapi kekurangan strategi pengembangan ekonomi daerah. Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua III DPRD Tangsel, Maria Teresa Suhardja, datang menggali informasi mengenai langkah pemerintah Batam dalam mengembangkan potensi ekonomi, terutama hubungan antara pembangunan infrastruktur, investasi, dan pertumbuhan ekonomi daerah. Menurut Maria, Batam dipilih karena punya pengalaman mengembangkan infrastruktur sekaligus mendorong aktivitas ekonomi dan investasi, yang dapat menjadi referensi pembangunan berkelanjutan di Tangerang Selatan. Namun ia juga mengakui bahwa penerapan kebijakan Batam harus disesuaikan dengan karakteristik Tangsel. Di sinilah poin pentingnya: studi banding seharusnya bukan menyalin, tetapi memahami prinsip. Batam menunjukkan bahwa sinergi pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lain adalah kunci memperkuat daya saing daerah.

Pelajaran untuk Daerah Lain: Menjadikan Batam Sebagai Cermin, Bukan Fotokopi

Ke depan, Batam tidak berhenti pada capaian pertumbuhan saat ini. Kota ini semakin agresif menggaet investasi berkualitas di sektor manufaktur canggih, data center, industri digital, energi, dan logistik untuk mewujudkan visi sebagai pusat industri dan ekonomi digital di Asia Tenggara. Bagi daerah lain, pelajaran utamanya adalah keberanian menempatkan infrastruktur dan iklim investasi sebagai prioritas politik, bukan sekadar program teknis. Pengalaman Batam yang kini dijadikan rujukan Tangerang Selatan menunjukkan bahwa studi banding infrastruktur dan investasi bisa bermakna jika diikuti perubahan cara mengatur perizinan, tata ruang, dan pelayanan. Jika kunjungan hanya menghasilkan laporan tanpa koreksi kebijakan, Batam akan tetap melaju sementara daerah lain sibuk mengulang wacana. Menjadikan Batam sebagai model berarti berkomitmen pada pelayanan cepat, infrastruktur terarah, dan investasi yang berdampak nyata pada warga.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!