Gol pembuka memberi Persib pijakan
Persib vs Garudayaksa adalah pertandingan pekan ketujuh Super League 2026/2027 yang berakhir dengan kemenangan 2-1 bagi Maung Bandung di Stadion Pakansari, Cibinong, pada Minggu, 25 Oktober 2026. Hasil ini terasa pantas, tetapi skor tipis menunjukkan bahwa Persib harus bekerja keras untuk mengamankan tiga poin. Setelah kesulitan menemukan peluang berbahaya pada sepuluh menit awal, Persib memecah kebuntuan lewat gol Mariano Peralta. Ia menyelesaikan bola hasil sentuhan Uilliam Barros Pereira untuk membawa timnya unggul. Ada perbedaan laporan mengenai menit gol: satu sumber mencatat menit ke-15, sementara laporan babak pertama menyebut menit ke-16; keduanya sepakat bahwa Peralta membuka skor. Gol Mariano Peralta menjadi momen penting karena memberi Persib kesempatan mengatur tempo, sekaligus menegaskan bahwa serangan yang efektif lebih berharga daripada penguasaan tanpa hasil.
Keunggulan bertahan hingga turun minum
Persib menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0, namun penampilan itu belum cukup untuk menghilangkan ancaman tuan rumah. Peralta nyaris menggandakan skor pada menit ke-23, tetapi tembakannya diblok. Menjelang jeda, kiper Garudayaksa Dominic Holec menggagalkan peluang Luka Menalo, sedangkan sundulan Danijel Loncar melambung di atas mistar. Persib layak memimpin, tetapi kegagalan memanfaatkan peluang tambahan membuat pertandingan tetap terbuka. Situasi itu juga menjelaskan mengapa keunggulan satu gol bukan alasan untuk mengendurkan tekanan. Garudayaksa masih punya waktu untuk membalas, dan Persib perlu menjaga koordinasi serta disiplin pertahanan. Bagi Bobotoh yang mendominasi tribun, skor saat turun minum memberi harapan, bukan kepastian. Tiga poin baru benar-benar berada dalam jangkauan setelah Persib menemukan cara untuk menjawab tekanan babak kedua.
Tekanan Garudayaksa dan jawaban Adam Alis
Babak kedua memperlihatkan sisi rapuh Persib. Pelatih Igor Tolic memasukkan Eliano Reijnders dan Thom Haye, tetapi Garudayaksa sempat menekan dan hampir menyamakan kedudukan melalui Alfin Faiz Kelilauw; bola sontekannya membentur tiang. Persib kemudian kembali menciptakan peluang, tetapi upaya Menalo dan Haye belum menghasilkan gol. Pada menit ke-65, Jayro Hestefano Jean menyamakan skor dan mengubah laga menjadi ujian mental bagi Maung Bandung. Persib tidak menyerah pada hasil imbang: Adam Alis mencetak gol pada menit 90+1 untuk memastikan kemenangan 2-1. Gol Adam Alis bukan sekadar penentu angka, melainkan bukti pentingnya tetap mencari peluang sampai akhir. Kemenangan ini memang dramatis, tetapi tekanan yang dibiarkan tumbuh setelah jeda menjadi peringatan jelas bagi Persib.
Tiga poin penting, pekerjaan rumah tetap ada
Hasil Super League ini mengangkat Persib ke peringkat kelima klasemen sementara dengan 13 poin dari tujuh pertandingan. Catatan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan menunjukkan bahwa tim masih membangun konsistensi; kemenangan di Pakansari patut dirayakan, tetapi tidak menutup kebutuhan untuk memperbaiki pengelolaan keunggulan. Persib punya alasan untuk puas: Peralta membuka jalan, Adam Alis menuntaskan perjuangan, dan tim tetap menemukan gol penentu setelah kebobolan. Namun, Garudayaksa berhasil menyamakan kedudukan dan membuat Persib berada di bawah tekanan. Bagi pemain, staf pelatih, dan Bobotoh, pelajaran utamanya sederhana: efektivitas di depan gawang harus diiringi ketenangan saat lawan meningkatkan intensitas. Persib pulang dengan tiga poin berharga, tetapi kemenangan tipis ini juga mengingatkan bahwa dominasi awal saja tidak cukup untuk mengendalikan pertandingan selama 90 menit.






