Hujan turun dua malam berturut-turut minggu ini dan seperti biasa kepala saya langsung minta soto. Masalahnya soto itu masakan yang terasa butuh waktu. Bumbunya banyak, ayam harus disuwir, telur direbus, kol diiris, bawang digoreng. Sekali masak biasanya habis semangkuk dua mangkuk, lalu besoknya malas mengulang dari nol.
Bulan ini saya coba jalur lain. Masak soto satu kali di akhir pekan, lalu bekukan kuah dan isian per porsi. Hari kerja tinggal rakit sepuluh menit dan tuang kuah yang baru mendidih. Rasanya sama medok dengan soto yang dimasak hari itu, karena yang dibekukan memang bagian yang tahan dingin.
Soto kuah kuning tanpa santan justru salah satu masakan yang paling aman masuk freezer. Kuahnya tidak pecah saat dipanaskan ulang, ayam suwir dan sambal juga kembali enak setelah dicairkan. Yang saya biarkan segar hanya kol, tauge, dan jeruk nipis, karena tiga bahan ini murah dan cepat disiapkan.
Bumbu dan kuah, takaran per berat ayam


Saya pegang dua patokan takaran. Versi 500 gram ayam untuk makan langsung, dan versi 1,5 kg ayam untuk stok frozen seminggu. Di antara keduanya ada versi 600 gram ayam dengan 10 bawang merah, 8 bawang putih, 3 kemiri, 2 cm jahe, dan 3 cm kunyit yang juga enak, jadi silakan menyesuaikan isi kulkas.
| Bumbu | 500 g ayam | 1,5 kg ayam untuk stok |
|---|---|---|
| Bawang merah | 12 siung | 16 siung |
| Bawang putih | 6 siung | 12 siung |
| Kemiri | 3 butir | 8 butir, sangrai |
| Kunyit | 1 ruas | 6 cm atau 2 sdm bubuk |
| Jahe | 1 ruas | 4 cm |
| Ketumbar | 1 sdt bubuk | 2 sdm, sangrai |
| Lada, jintan, pala | 1 sdt lada butir, 1/2 sdt jintan, 1/2 sdt pala | secukupnya |
| Lengkuas | 3 ruas, geprek | 6 cm, haluskan bersama bumbu |
| Bumbu cemplung | 3 daun jeruk, 3 daun salam, 1 serai | 4 daun jeruk, 5 daun salam, 3 serai |
| Air | 700 ml sampai 1 liter | air sisa ungkepan dan 500 ml air kelapa |
Dua trik yang paling terasa hasilnya. Sangrai bumbu sebentar sebelum diblender supaya wanginya keluar dan tidak ada rasa mentah, lalu tumis bumbu sampai benar-benar matang dan berminyak. Setelah itu ungkep ayam bersama bumbu, dan air sisa ungkepan jangan dibuang. Air itulah kuah soto yang paling gurih, penuh kaldu dari tulang dan kulit ayam.
Untuk rasa asinnya, patokan yang gampang diingat adalah takaran per 2 liter air: 1 1/2 sdt garam, 1 sdt gula, 1 sdt kaldu ayam bubuk, dan 2 sdt penyedap. Kalau memakai versi 1,5 kg ayam, ganti sebagian air dengan 500 ml air kelapa supaya rasa kuahnya lebih bulat.
Masak sekali, bagi per porsi, lalu bekukan

Begitu kuah matang, dinginkan cepat dan masukkan freezer paling lambat dua jam setelah masak. Kuah saya bagi 400 sampai 500 ml per wadah, cukup untuk satu mangkuk besar. Kantong ziplock yang dipipihkan lalu ditidurkan atau disimpan berdiri sama baiknya, malah hemat tempat karena tumpukannya rapi.
Patokan amannya sederhana. Sup dan masakan berkuah bertahan paling bagus dua sampai tiga bulan di freezer, dan makanan yang terus beku sebenarnya tetap aman walau kualitasnya pelan-pelan turun. Di kulkas bawah, ayam matang hanya tahan tiga sampai empat hari, jadi untuk stok seminggu freezer memang satu-satunya jawaban. Rinciannya bisa dicek di panduan pembekuan USDA. Wadah kaca boleh dipakai asal kuah tidak diisi sampai penuh, karena cairan mengembang saat beku.
Ayam suwir saya wadahkan terpisah dari kuah, sama seperti sambal dan perkedel. Satu wadah porsi makan malam berisi nasi, bihun, ayam suwir, irisan daun bawang seledri, dan tempe goreng. Malam sebelum hari H, wadah itu pindah ke chiller supaya paginya tinggal eksekusi.
Sepuluh menit merakit semangkuk soto

Pagi atau sore hari, yang dipanaskan hanya kuah sampai mendidih benar. Sementara itu siapkan mangkuk: bihun yang disiram air hangat, kol dan tauge rebus sebentar, ayam suwir, potongan telur rebus, dan tomat kalau ada. Tuang kuah mendidih, selesai. Panasnya kuah yang mematangkan semuanya sekaligus.
Kalau wadah porsi semalam sudah ada di chiller, langkahnya lebih pendek lagi. Buka wadah, tuang kuah mendidih, tambah perasan jeruk nipis, bawang goreng, dan sedikit kecap manis kalau suka. Sepuluh menit dari kompor menyala sampai mangkuk pertama naik ke meja, dan itu sudah termasuk menunggu kuah mendidih.
Pelengkap dan sambal yang ikut masuk freezer

Sambal soto saya buat sekali untuk seminggu: 4 cabai rawit, 4 cabai merah keriting, dan 1 siung bawang putih direbus, lalu diblender dengan sedikit air dan garam. Masuk kotak kecil atau cetakan es, bekukan, dan cairkan satu blok tiap mau makan. Perkedel saya panggang di air fryer supaya tidak berminyak saat dibekukan, dan tempe goreng tipis jadi cadangan kriuk.
Daftar pelengkap yang bikin soto tidak membosankan sepanjang minggu: soun atau bihun, kol iris, tauge, tomat, daun bawang dan seledri, bawang merah goreng, telur rebus, kentang goreng atau perkedel, dan jeruk nipis atau jeruk kunci. Telur rebus saya buat cukup untuk dua sampai tiga hari saja supaya tetap enak disimpan di chiller.
Yang ribet dan yang setimpal
Jujur, bagian terribetnya ada di awal: blender bumbu, cuci wadah banyak-banyak, dan suwir ayam sambil menunggu kuah hangat. Malam minggu itu dapur saya berantakan sekitar satu setengah jam.
Tapi enam hari sesudahnya terasa lucu saking mudahnya. Pulang kerja hujan-hujanan, buka freezer, tuang kuah, dan makan soto yang rasanya sama seperti hari pertama. Catatan saya cuma tiga: tulis tanggal di setiap wadah, pakai porsi 400 sampai 500 ml supaya tidak ada kuah tersisa, dan kuah yang sudah dicairkan jangan dibekukan ulang. Selebihnya, soto frozen ini resmi masuk rutinitas dapur saya tiap musim hujan. 🍲






