Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Cara Mengenali Kosmetik Ilegal Sebelum Membeli

Cara Mengenali Kosmetik Ilegal Sebelum Membeli
Minat|Perawatan Tubuh

Kosmetik Ilegal: Ancaman Nyata di Meja Rias Kita

Kosmetik ilegal adalah produk perawatan atau rias wajah dan tubuh yang diproduksi atau diedarkan tanpa izin resmi, tanpa nomor notifikasi BPOM yang valid, sering tanpa label jelas, dan kerap mengandung bahan terlarang kosmetik yang seharusnya hanya digunakan sebagai obat di bawah pengawasan tenaga medis, sehingga berisiko menimbulkan kerusakan kulit dan gangguan kesehatan jangka panjang.

Kasus pabrik kosmetik ilegal di Mojokerto membuktikan bahwa ancaman ini nyata, bukan sekadar kekhawatiran. Fasilitas tersebut memproduksi krim, losion, dan toner mengandung bahan obat yang dilarang dalam kosmetik, seperti deksametason dan hidrokinon. Produk dipasarkan ke berbagai wilayah dan klinik kecantikan, dengan omzet hingga Rp 750 juta per bulan. Artinya, banyak orang mungkin sudah mengoleskan bahan obat kuat ke wajahnya tanpa sadar. Di tengah tren kulit mulus instan, kita perlu jujur: keinginan hasil cepat membuat konsumen mudah tergoda, dan pelaku usaha nakal memanfaatkannya.

Cara Mengenali Kosmetik Ilegal Sebelum Membeli

Mengapa Kosmetik Ilegal Begitu Berbahaya untuk Kulit

Kosmetik ilegal bahaya karena menggabungkan dua hal paling berisiko: bahan obat keras dan ketiadaan pengawasan. Di pabrik Mojokerto, BPOM menemukan deksametason, klindamisin fosfat, triamsinolon asetonida, metronidazol, betametason dipropionat, dan mometason furoat sebagai bahan baku. Hasil uji laboratorium juga membuktikan adanya asam retinoat dan hidrokinon dalam produk jadi. Bahan-bahan ini bukan sekadar “aktif”, melainkan obat yang seharusnya diresepkan dokter untuk kondisi tertentu.

Penggunaan bahan obat dalam produk kosmetik tanpa pengawasan yang tepat berisiko menimbulkan efek samping. Asam retinoat dapat menyebabkan kulit kering dan sensasi terbakar, sementara mometason furoat dapat memicu penipisan kulit dan gangguan hormonal. Deksametason yang dipakai sembarangan bisa menimbulkan dermatitis kontak, jerawat, dan gangguan produksi hormon. Lebih buruk lagi, efeknya sering tidak langsung terlihat, sehingga pengguna mengira produk tersebut “cocok” karena wajah tampak putih dan mulus dalam waktu singkat. Padahal, kulit sedang dirusak pelan-pelan.

Ciri Fisik Kosmetik Ilegal dan Produk Kosmetik Palsu

Sebelum bicara cara cek izin BPOM, kita perlu melatih mata. Di Mojokerto, petugas menemukan krim, losion, dan toner dalam kemasan polos tanpa label, penandaan, maupun izin edar. Ini contoh ekstrem, tetapi di lapangan, kosmetik ilegal dan produk kosmetik palsu sering tampil lebih halus: label meniru merek terkenal, nomor notifikasi dicetak asal, atau klaim “BPOM approved” tanpa detail jelas.

Ancaman kosmetik ilegal bukan sekadar kekhawatiran; pengawasan BPOM menemukan lebih dari 2,1 juta produk kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan dalam satu periode intensifikasi. Banyak di antaranya adalah produk impor ilegal dan tanpa surat keterangan impor. Jika nomor notifikasi di kemasan saat dicek justru menampilkan nama produk berbeda, konsumen perlu mewaspadainya. Ini sinyal kuat bahwa produk tersebut palsu atau disalahgunakan. Prinsip ini berlaku untuk kosmetik lokal maupun impor, termasuk yang dibeli lewat marketplace dan media sosial.

Cara Cek Izin BPOM dan Identitas Produsen Sebelum Membeli

Menghindari kosmetik ilegal bukan soal keberuntungan, tapi kebiasaan cek legalitas. Untuk memastikan kosmetik sudah memiliki izin edar, masyarakat dapat melakukan pemeriksaan mandiri melalui situs resmi BPOM. Inilah cara cek izin BPOM yang seharusnya menjadi langkah wajib sebelum checkout, apalagi untuk produk perawatan wajah.

  1. Buka situs cekbpom.pom.go.id.
  2. Pilih kategori produk kosmetika.
  3. Masukkan nomor notifikasi, nama produk, atau merek.
  4. Periksa hasil pencarian yang muncul.
  5. Cocokkan nama produk, merek, pendaftar, dan status notifikasi dengan produk yang hendak dibeli.

BPOM menyediakan informasi produk kosmetik beserta nomor registrasi, nama produk, pendaftar, dan statusnya melalui database resmi. Cek izin edar: pastikan produk memiliki izin edar BPOM yang sesuai. Jika data tidak cocok, abaikan produk tersebut, walaupun testimoni dan ulasannya tampak meyakinkan. Legalitas bukan bonus; itu syarat minimum.

Produk Impor Viral dan Peran Konsumen dalam Pengawasan

Produk impor viral di media sosial sering dianggap lebih aman dan “berkualitas luar negeri”. Padahal, kosmetik impor yang beredar tetap wajib memenuhi ketentuan keamanan, mutu, dan memiliki nomor notifikasi BPOM. Produk yang populer di negara asalnya pun belum tentu memenuhi syarat untuk diedarkan secara legal. Kode awal NA pada nomor notifikasi bisa menandai produk impor, tetapi tidak boleh dijadikan satu-satunya patokan legalitas.

Dengan demikian, popularitas merek, ulasan influencer, hingga klaim produk impor sebaiknya tidak menjadi satu-satunya pertimbangan saat membeli kosmetik. BPOM menyatakan kasus pabrik ilegal Mojokerto masih dalam tahap pengembangan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dan menegaskan komitmen menindak pelaku usaha yang memproduksi dan mengedarkan produk ilegal. Namun, pengawasan tidak bisa diserahkan pada otoritas saja. BPOM mengajak masyarakat melaporkan jika menemukan dugaan produksi, penyimpanan, atau peredaran kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan, dan laporan dapat disampaikan melalui HALOBPOM 1500533. Kulit kita adalah tanggung jawab kita; berhenti mengejar efek instan, mulai prioritaskan keamanan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!