Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Program Edukasi Kosmetik Aman untuk Remaja: Saatnya Cek BPOM Jadi Kebiasaan

Program Edukasi Kosmetik Aman untuk Remaja: Saatnya Cek BPOM Jadi Kebiasaan
Minat|Alat Kecantikan

Kosmetik Aman Remaja: Bukan Soal Tren, Tapi Soal Hak atas Kulit Sehat

Kosmetik aman remaja adalah penggunaan produk perawatan dan rias yang legal, sesuai usia, terdaftar di otoritas pengawas seperti BPOM, bebas bahan berbahaya, serta dipilih berdasarkan kebutuhan kulit, bukan sekadar mengikuti tren media sosial atau tekanan pergaulan sebaya.

Ledakan tren kecantikan di media sosial membuat kosmetik hadir di keseharian remaja lebih cepat daripada literasi keamanannya. Anak SMP kini bisa membeli lip tint, krim wajah, bahkan serum pemutih melalui gim atau marketplace hanya dengan beberapa klik. Tanpa pengetahuan, ruang ini menjadi pintu masuk produk kosmetik berbahaya yang mengandung zat dilarang atau obat keras terselubung. Karena itu, inti persoalan bukan sekadar “boleh atau tidak remaja pakai kosmetik”, melainkan apakah mereka diajari cara memilih dan menggunakan kosmetik secara aman dan bertanggung jawab. Universitas yang turun langsung ke kelas SMP menunjukkan perubahan penting: keamanan produk harus diajarkan sedini mungkin, sama seriusnya dengan pelajaran IPA atau PPKn.

Program Edukasi Kosmetik Aman untuk Remaja: Saatnya Cek BPOM Jadi Kebiasaan

Kelas Kosmetik di SMP: Cek BPOM Kosmetik Jadi Praktik, Bukan Slogan

Program Farmasi UNNES di berbagai SMP jelas memihak kepentingan remaja sebagai konsumen pemula. Di SMPN 39 Semarang, edukasi dilakukan di kelas IX H pada 8 September 2026 melalui pretest, pemaparan materi, lalu praktik langsung. Mahasiswa tidak hanya ceramah tentang “bahaya kosmetik palsu”, tetapi mengajari langkah konkret sebelum membeli: periksa kemasan, baca label, sesuaikan dengan kebutuhan, dan pastikan nomor notifikasi terdaftar.

Poin paling strategis adalah latihan cek BPOM kosmetik melalui situs cekbpom.go.id. Begitu siswa memegang ponsel dan memasukkan nomor notifikasi, slogan “Cek KLIK” — Kemasan, Label, Izin edar, Kedaluwarsa — berubah menjadi keterampilan. Diperkuat di sekolah lain, mahasiswa juga mensimulasikan pengecekan izin edar melalui layanan resmi BPOM. Dengan begitu, kebiasaan cek BPOM tidak berhenti sebagai kampanye di poster, tetapi berpotensi menjadi refleks setiap kali remaja tergoda produk viral.

Edukasi Sunscreen Aman: Perlindungan Kulit yang Ramah Usia SMP

Di SMP N 5 Semarang, fokus edukasi bergeser lebih spesifik ke sunscreen aman sebagai pintu masuk memahami kosmetik secara keseluruhan. Melalui program Farmasi UNNES Berdampak, mahasiswa mengemas materi “LINDUNGI KULITMU DENGAN SUNSCREEN!” dalam rangkaian pretest, ice breaking, dan diskusi interaktif tentang pengenalan kosmetik, panduan memilih produk, hingga cara membaca label kemasan.

Sunscreen diposisikan bukan sebagai aksesori tren, tetapi kebutuhan dasar perlindungan kulit. Mahasiswa menjelaskan arti Sun Protection Factor (SPF) dan informasi yang perlu dicek sebelum memilih tabir surya, lalu menekankan pentingnya mengikuti petunjuk penggunaan, termasuk frekuensi pengolesan. Di saat banyak remaja terpikat klaim “tone up instant glowing”, pendekatan ini menegaskan bahwa edukasi sunscreen aman harus mendahulukan kesehatan jangka panjang ketimbang efek instan. Kegiatan ini sengaja diarahkan untuk membentuk kebiasaan teliti dalam memilih dan menggunakan kosmetik sehari-hari, bukan hanya menambah pengetahuan sesaat.

Dari Kelas ke Data: COSMOSURVE dan Peta Risiko Produk Kosmetik Berbahaya

Edukasi di kelas akan ompong bila pasar masih dibanjiri produk kosmetik berbahaya. Di sini peran COSMOSURVE menjadi penting. Mahasiswa magang Fakultas Kedokteran UNNES mengembangkan Cosmetic Safety Surveillance di Balai Besar POM Semarang dengan menelaah data pengawasan kosmetik dalam laporan tahunan 2023–2025. Tujuannya jelas: melihat tren dan pola temuan bahan berbahaya untuk memperkuat pengawasan.

Data laboratorium menunjukkan betapa serius masalah ini: asam retinoat ditemukan pada 23 sampel, hidrokinon 22 sampel, pewarna Merah K3 14 sampel, merkuri 13 sampel, dan metanol 10 sampel, disusul temuan obat seperti mometason, fluosinolon, deksametason, dan klindamisin dalam produk kosmetik. Temuan ini kemudian dirangkum dalam Buku Profil Surveilans Keamanan Kosmetik 2023–2025 dan infografis edukasi di area BBPOM sebagai informasi bagi masyarakat. Mengutip laporan tersebut: "Hasil pengujian laboratorium mencatat lima bahan yang paling sering ditemukan, yaitu asam retinoat, hidrokinon, pewarna Merah K3, merkuri, dan metanol".

Program Edukasi Kosmetik Aman untuk Remaja: Saatnya Cek BPOM Jadi Kebiasaan

Mengaitkan SDG 3.5: Literasi Kosmetik sebagai Tameng Generasi Muda

Rangkaian inisiatif ini memperlihatkan pola yang jarang kita bahas: kosmetik aman remaja adalah isu kesehatan masyarakat, bukan sekadar gaya hidup. COSMOSURVE secara eksplisit mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomor 3, target 3.5 tentang pencegahan penyalahgunaan zat. Zat berbahaya dan obat keras dalam kosmetik murah dan mudah diakses pada dasarnya adalah bentuk lain dari paparan zat yang dapat merugikan kesehatan jangka panjang remaja.

Di sisi lain, edukasi kosmetika aman di SMP Negeri 21 menambah lapisan perlindungan melalui literasi kritis terhadap tren dan klaim di media sosial. Siswa diajak memahami fungsi, cara pakai, dan batas aman kosmetika yang dekat dengan kehidupan mereka, serta menghubungkan informasi di kemasan dengan cara penggunaan sehari-hari. Ke depan, kombinasi kelas edukatif, praktik cek BPOM, dan pemetaan risiko melalui COSMOSURVE diharapkan membuat konsumen muda lebih berdaya, sementara otoritas pengawas mendapat dasar data untuk memperkuat tindakan. Hasil pretest–posttest pengetahuan siswa dan pola temuan data 2023–2025 bisa menjadi ukuran apakah gerakan ini sekadar program, atau betul-betul mengubah cara generasi muda memandang kosmetik.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!