Dua juara, satu panggung nasional
Bintang Radio adalah ajang pencarian bakat menyanyi yang mempertemukan finalis dari berbagai stasiun RRI untuk bersaing memperebutkan gelar juara nasional. Pada edisi 2026, William Wijaya dari RRI Jakarta meraih Juara 1 kategori putra, sementara Shasyelfa Setyaning dari RRI Bandung menjadi Juara 1 kategori putri sekaligus Juara Favorit. Pengumuman pemenang disampaikan dalam Result Show di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jakarta, pada 31 Oktober, setelah Grand Final berlangsung pada 28–29 Oktober. Kemenangan bersama ini menjadi inti kisah kompetisi: dua penyanyi tampil sebagai pemenang, tetapi perjalanan William memberi hasil tersebut lapisan emosional yang kuat. Setelah tiga kali pulang tanpa gelar utama, partisipasi keempatnya berakhir dengan kemenangan.
Persaingan nasional melibatkan 10 finalis—masing-masing lima di kategori putra dan putri. William mengumpulkan 127.025 suara, sedangkan Shasyelfa meraih 263.550 suara, angka tertinggi di antara finalis putri sekaligus mengantarkannya pada gelar favorit. Hasil ini menegaskan bahwa panggung tersebut menilai lebih dari sekadar kemampuan vokal: dukungan publik turut menjadi bagian nyata dari perlombaan. Meski begitu, angka bukan satu-satunya cerita yang layak diingat. Kemenangan Shasyelfa dan William memperlihatkan dua capaian yang berdiri sejajar, sementara kisah William mengingatkan bahwa hasil akhir sering kali lahir dari keberanian untuk kembali mencoba.

Empat kali mencoba sebelum William Wijaya juara
Gelar pemenang Bintang Radio tidak datang kepada William lewat jalur yang mulus. Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara asal Pontianak itu sebelumnya mengikuti kompetisi selama tiga tahun berturut-turut di RRI Pontianak dan hanya mencapai Juara Harapan 1. Pada 2026, ia kembali berlomba sebagai wakil RRI Jakarta—untuk kali keempat, sekaligus dengan ekspektasi yang rendah karena merasa persaingan di ibu kota akan lebih berat. Dorongan teman-temannya membuatnya tetap maju dan menjalani proses tanpa menjadikan kemenangan sebagai syarat untuk ikut. Sikap itu menjadi bagian penting dari ceritanya: pengalaman gagal tidak otomatis menghapus mimpi, tetapi dapat membuat seseorang lebih siap ketika kesempatan berikutnya datang.
Jalan menuju final pun sempat tersendat. William terlambat mengumpulkan lagu dan dokumen persyaratan karena perkuliahan baru dimulai, bahkan nyaris terlambat datang ke audisi. Jadwal final kemudian berbenturan dengan kegiatan kampus, meski agenda itu akhirnya batal dan ia dapat tampil. Ia juga melewati seleksi ketat sebelum masuk 10 finalis nasional. Di antara pesaingnya, William mengaku terkesan dengan penampilan Umar Thalib La Waru, yang menurutnya tampil rapi dengan kualitas vokal mengesankan. Pengakuan itu memperkuat kesan bahwa kemenangan ini bukan hasil persaingan yang ringan. William akhirnya unggul bukan karena tidak memiliki lawan tangguh, melainkan karena mampu melewati rangkaian tantangan dan tetap hadir di panggung penentuan.

Gelar juara sebagai pijakan karier
Bintang Radio 2026 mengusung tema “Suara Baru, Indonesia Maju: Dari Mikrofon Untuk Negeri dan Dunia”, dengan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan di tengah industri musik digital. Tema itu terasa relevan bagi William, yang perjalanan bermusiknya telah mencakup konten bernyanyi di TikTok, penampilan di acara kampus dan sekolah, serta pekerjaan menyanyi. Ia juga sudah memperkenalkan karya ciptaannya pada Agustus 2026. Kemenangan ini karena itu sebaiknya dibaca sebagai pintu, bukan garis akhir. Gelar nasional memberinya momentum, tetapi langkah berikutnya akan ditentukan oleh konsistensinya membangun repertoar dan menemukan karakter musik yang dapat ia bawa ke pendengar.
William menyatakan ingin terus menciptakan dan merilis karya sendiri, sementara peluang merilis single baru menjadi salah satu rencana setelah kemenangan. RRI juga menyiapkan single bagi para finalis sebagai langkah awal memasuki industri musik. Dukungan tersebut memberi para pemenang jalur lanjutan yang lebih konkret daripada sekadar membawa pulang trofi. Namun, bagi William, tantangan setelah kompetisi berbeda: mengubah perhatian yang datang bersama gelar menjadi karier yang berkelanjutan. Perjalanan empat kali ikut Bintang Radio telah membuktikan ketekunannya; kini karya berikutnya akan menunjukkan bagaimana ia mengembangkan kesempatan itu.

Kemenangan yang menuntut langkah berikutnya
William Wijaya juara setelah empat kali mengikuti kompetisi, sementara Shasyelfa Setyaning membawa pulang gelar utama kategori putri sekaligus favorit. Hasil Result Show pada 31 Oktober menutup rangkaian Grand Final, tetapi membuka babak baru bagi kedua pemenang. Angka suara mencatat besarnya dukungan publik; kisah William menunjukkan harga kesabaran dan keberanian untuk kembali mencoba. Keduanya membuat kemenangan Bintang Radio tahun ini lebih bermakna daripada daftar peringkat semata. Bagi William, bukti paling penting baru akan datang setelah panggung lomba: apakah ia mampu menjaga momentum melalui karya yang terus berkembang. Gelar juara adalah awal yang kuat, tetapi perjalanan musiknya masih harus ditulis.







