Cara memilih counter Valir
Counter Valir adalah pilihan hero dan pendekatan bermain yang dapat mengurangi ruang gerak sang Mage, menahan bola apinya, atau mengeliminasinya sebelum ia mengganggu tim. Valir berbahaya karena punya efek slow, crowd control, dan knockback yang menyulitkan hero jarak dekat. Karena itu, melawannya dengan adu serangan dari depan bukan rencana terbaik; cari celah untuk mendekat, kunci geraknya, atau lindungi rekan yang menjadi sasaran. Kaja cocok untuk membuka team fight: gunakan Divine Binding untuk mengurung lalu menarik Valir agar tim bisa mengeliminasinya sebelum ia sempat meluncurkan bola api. Helcurt juga dapat membatasi peluang Valir membalas dengan ultimate yang menghalangi pandangan musuh selama beberapa detik. Jika tim membutuhkan pembuka pertarungan yang tegas, Kaja menjadi pilihan kuat; Helcurt lebih sesuai ketika tim mengandalkan serangan kejutan.

Tekan Valir dengan mobilitas dan perlindungan
Untuk menjalankan counter Valir ML, utamakan hero yang bisa masuk ke jangkauan serangannya atau menahan dampaknya, bukan sekadar memilih Mage dengan damage tinggi. Mathilda memberi perlindungan sekaligus peluang mengunci lawan: Skill 2 Guiding Wind menghasilkan shield yang dapat menyerap serangan, termasuk bola api Valir. Percepat cooldown skill lewat build item agar Mathilda bisa lebih sering membantu tim dengan kemampuannya. Gusion dan Natalia menawarkan pendekatan berbeda. Gusion mengandalkan dash dan burst damage untuk menjatuhkan Valir sebelum ia sempat mendorong lawan, sedangkan Natalia dapat memakai stealth dan mobilitasnya untuk melakukan gank. Kagura punya pasif yang memperlambat musuh selama satu detik serta Skill 2 untuk menghapus debuff pada dirinya; Pharsa, sementara itu, bisa menyerang dari jarak luas. Pilih berdasarkan kebutuhan: perlindungan, penyergapan, atau tekanan jarak jauh.

Batasi Zilong sejak awal
Counter Zilong ML yang efektif sebaiknya menekan kelemahannya sejak fase awal: pertahanan dasarnya relatif rendah dibandingkan sejumlah Fighter lain, sehingga ia rentan jika dipaksa menghadapi tekanan sebelum mencapai kekuatan penuh. Masha dapat mengisi EXP lane dan mengandalkan basic attack untuk memberi damage. Simpan Howl Shock untuk melucuti senjata Zilong selama dua detik agar ia tak bisa menggunakan basic attack, lalu keluarkan Thunder Clap saat ia menerjang ke tengah team fight. Esmeralda juga bisa menjadi pilihan EXP lane: kombinasi Frostmoon Shield dan Stardust Dance menghasilkan damage besar dan berpotensi menghabisi lawan sebelum level empat. Jika tim membutuhkan Assassin, Karina memiliki burst damage untuk menjatuhkan Zilong sebelum ia mencapai kekuatan penuh. Aldous pun fleksibel dimainkan di EXP lane maupun jungle. Pilih tekanan yang bisa dijalankan tim, bukan sekadar hero yang tampak kuat di atas kertas.
Sesuaikan counter dengan komposisi tim
Tidak ada satu counter hero ML yang otomatis cocok untuk setiap draft. Jika tim kekurangan daya tahan di garis depan, Fredrinn menawarkan pertahanan dasar tinggi dan ultimate Appraiser’s Wrath yang dapat menghasilkan damage besar ketika HP-nya di bawah 50%. Bila membutuhkan fleksibilitas jalur, Aldous bisa mengisi EXP lane atau jungle, sedangkan Sora dapat dimainkan di EXP lane maupun gold lane. Mathilda juga lebih bernilai jika tim memerlukan perlindungan dan kemampuan untuk terus memakai skill; percepatan cooldown lewat build item mendukung penggunaan skill yang lebih sering. Pertimbangkan pula siapa yang akan memulai pertarungan, mengincar Valir, atau menahan Zilong. Mengunci dua hero lawan tanpa memikirkan peran yang hilang di tim dapat membuat komposisi timpang. Kesimpulannya, pilih counter berdasarkan masalah yang perlu diselesaikan: Kaja untuk mengunci Valir, Masha untuk menghambat basic attack Zilong, atau hero fleksibel untuk mengisi kebutuhan draft.






