Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari MTQ hingga Kompetisi Ceramah, Siswa Madrasah Berprestasi

Dari MTQ hingga Kompetisi Ceramah, Siswa Madrasah Berprestasi
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Prestasi keislaman menampilkan lebih dari satu kemampuan

Prestasi siswa madrasah di ajang keislaman adalah capaian yang lahir dari pengembangan kemampuan beragam, mulai dari membaca Al-Qur’an dengan baik hingga menyampaikan gagasan keislaman di hadapan orang lain. Dua kabar dari MAN 2 Kebumen dan MAN 1 Padang Pariaman menegaskan bahwa ruang kompetisi ini tidak hanya bertumpu pada satu sekolah atau satu jenis keterampilan. Ayaa Sofiyul Laily, murid kelas XI-11 MAN 2 Kebumen, meraih juara dua MTQ putri tingkat SMA/SMK/MA se-Jawa Raya dalam Festival Islam Soedirman 2026. Puncak acara dan penganugerahan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Pada tanggal yang sama, dua siswa MAN 1 Padang Pariaman juga mencatat hasil dalam Islamic Talk Competition Days tingkat nasional. Capaian ini layak dibaca sebagai dorongan untuk membina bakat yang berbeda, bukan sekadar menambah daftar piala.

Dari MTQ hingga Kompetisi Ceramah, Siswa Madrasah Berprestasi

Ayaa membawa nama Kebumen lewat tilawah

Keberhasilan Ayaa menunjukkan bahwa pembinaan tilawah dapat membawa murid madrasah bersaing melampaui lingkungan sekolahnya. Ia menempati posisi kedua pada cabang MTQ putri se-Jawa Raya di Festival Islam Soedirman 2026, ajang yang diselenggarakan UKM Seni Islam dan Al-Qur’an Universitas Jenderal Soedirman. Hasil tersebut tentu patut diapresiasi, tetapi nilainya tidak berhenti pada peringkat. Latihan, ketekunan, dan keberanian tampil di hadapan peserta lain adalah bagian dari proses yang membuat kompetisi bermakna bagi murid. Kepala MAN 2 Kebumen, Muhamad Siswanto, menyampaikan harapan agar capaian Ayaa menjadi inspirasi bagi murid lain untuk terus belajar, berlatih, dan mengikuti kompetisi. Harapan itu tepat: prestasi akan lebih berdampak ketika menjadi pintu bagi lebih banyak siswa untuk mengembangkan kemampuan, bukan pencapaian yang berdiri sendiri.

Dari MTQ hingga Kompetisi Ceramah, Siswa Madrasah Berprestasi

Padang Pariaman memperlihatkan persaingan di tingkat nasional

Di MAN 1 Padang Pariaman, Damar Guci meraih juara pertama MTQ putra, sementara Faiza Ilham menempati juara ketiga MTQ putri dalam Islamic Talk Competition Days tingkat nasional. Kompetisi yang diselenggarakan HMD IAI Universitas Negeri Padang itu berlangsung pada 31 Oktober 2026 di Masjid Raya Sumbar. Dua hasil ini memperlihatkan bahwa siswa dari satu madrasah dapat berkompetisi pada kategori putra dan putri sekaligus. Kepala madrasah, Amrizon, mengapresiasi keduanya dan berharap keberhasilan tersebut mendorong siswa lain mengembangkan kemampuan, meningkatkan kecintaan kepada Al-Qur’an, serta berani mengejar tingkat kompetisi yang lebih tinggi. Dukungan seperti ini penting karena keberanian berkompetisi tumbuh melalui pembinaan dan kesempatan tampil. Namun, berita yang tersedia merinci capaian MTQ; tidak ada rincian hasil kategori komunikasi atau ceramah yang dapat disimpulkan dari nama ajangnya.

Pembinaan perlu mengikuti ragam bakat

Kedua kabar tersebut menempatkan tilawah sebagai bidang yang nyata-nyata menghasilkan capaian: juara MTQ putri bagi Ayaa dan Faiza, serta juara MTQ putra bagi Damar. Meski nama Islamic Talk Competition Days memberi kesan cakupan lebih luas, informasi yang tersedia hanya memastikan hasil lomba MTQ, sehingga tidak tepat mengklaim adanya prestasi ceramah atau komunikasi keislaman dari para siswa. Justru pembedaan ini penting agar apresiasi tetap akurat. Madrasah dapat mengambil pelajaran yang lebih luas tanpa melebih-lebihkan fakta: bakat perlu dikenali, dilatih, dan diberi panggung sesuai bidangnya. MAN 2 Kebumen menyatakan komitmen untuk mendukung minat dan bakat murid, sementara pimpinan MAN 1 Padang Pariaman mendorong siswa terus berlatih dan berani bersaing. Jika dukungan itu berlanjut, capaian hari ini dapat menjadi awal bagi lebih banyak siswa untuk menguji kemampuan mereka.

Kesimpulannya, prestasi Ayaa, Damar, dan Faiza menunjukkan bahwa siswa madrasah mampu menorehkan hasil di kompetisi tilawah pada tingkat regional maupun nasional. Langkah berikutnya bukan sekadar mengejar gelar, melainkan menjaga pembinaan yang memberi ruang bagi setiap murid untuk tumbuh dan berkompetisi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!