Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Tradisi Herbal ke Wisata Kesehatan: Peluang Ekonomi Baru

Dari Tradisi Herbal ke Wisata Kesehatan: Peluang Ekonomi Baru
Minat|Perawatan Kulit Herbal

Obat herbal lokal: dari pengetahuan warisan ke komoditas modern

Pariwisata kesehatan herbal adalah bentuk wisata yang menggabungkan layanan kesehatan berbasis tanaman obat, praktik pengobatan tradisional, dan pengalaman wellness regional, yang dikemas secara terstandar, terdigitalisasi, serta didukung bukti ilmiah agar aman, menarik, dan memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal. Transformasi ini mengandung sikap tegas: pengetahuan tradisi penting, tetapi tidak boleh berhenti sebagai cerita turun-temurun. Ketika wisatawan datang mencari pengalaman sehat, mereka menghendaki produk yang jelas komposisinya, teruji mutunya, dan mudah diakses informasinya secara digital. Di sinilah obat tradisional lokal harus naik kelas. Bukan lagi sekadar jamu rumahan, melainkan bagian dari ekosistem wellness yang menyentuh layanan kesehatan, kuliner, hingga pengalaman budaya. Tanpa langkah berani mengarah ke saintifikasi dan digitalisasi obat herbal, kita akan terus tertinggal di pasar wisata wellness regional yang semakin kompetitif.

Jawa Timur: kekayaan pengetahuan besar, pemanfaatan masih kecil

Jawa Timur adalah contoh ironis bagaimana kekayaan pengetahuan tradisional belum diterjemahkan menjadi kekuatan ekonomi dan wisata yang nyata. Wilayah ini memiliki kekayaan alam dan pengetahuan tradisional yang besar dalam pemanfaatan tanaman obat, dengan jamu yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama turun-temurun. Namun, menjaga tradisi saja jelas tidak cukup di tengah perubahan sistem kesehatan modern. Fakta bahwa terdapat lebih dari 17.000 produk jamu terdaftar, tetapi hanya sekitar 70 Obat Herbal Terstandar dan 20 fitofarmaka, menunjukkan betapa lambat perjalanan dari empiris menuju bukti ilmiah yang kuat. Menurut data Sistem Informasi Industri Nasional Kementerian Perindustrian tahun 2024, terdapat 142 industri ekstrak bahan alam dan 43 industri obat tradisional di 22 kabupaten/kota. Angka ini menggambarkan potensi besar, tetapi juga ketidakterhubungan. Tanpa standardisasi bahan baku, pemenuhan CPOTB, laboratorium memadai, literasi digital, dan integrasi sistem informasi, Jawa Timur berisiko hanya menjadi gudang bahan baku tanpa brand wisata kesehatan herbal yang menonjol.

Sumatera Barat: digitalisasi dan riset sebagai pintu pariwisata kesehatan herbal

Berbeda dengan pendekatan yang masih banyak berkutat pada perlindungan tradisi, Sumatera Barat mulai menggeser fokus ke pemanfaatan teknologi dan ilmu pengetahuan sebagai pengungkit pariwisata kesehatan herbal. Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara terbuka mendorong pengembangan potensi obat herbal dan kuliner tradisional melalui teknologi digital, riset ilmiah, dan kolaborasi lintas sektor. Dalam Seminar Nasional dan Kongres Tahunan Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia bertema “Digitalisasi Informasi Obat Herbal Terstandar dalam Mendukung Pariwisata Kesehatan di Sumatera Barat”, ia menjelaskan bahwa kekayaan tanaman herbal, tradisi pengobatan, dan kuliner Minangkabau bisa menjadi produk unggulan ekonomi bila ditopang inovasi dan standardisasi. Digitalisasi obat herbal di sini bukan gimmick, melainkan strategi konkret untuk memperluas akses informasi, memudahkan wisatawan dan masyarakat mengenali khasiat dan keamanan produk, sekaligus menghubungkan penelitian kampus dengan pasar wisata wellness regional. Dengan mengintegrasikan gastronomi, potensi herbal, dan pariwisata kesehatan, Sumbar berpeluang menawarkan pengalaman wisata yang lebih beragam dan bernilai tambah.

Peran regulasi dan ekosistem: dari Raperda hingga smart city sehat

Tanpa ekosistem kebijakan yang jelas, narasi penguatan obat tradisional lokal akan berhenti pada slogan. Di Jawa Timur, prakarsa Rancangan Peraturan Daerah tentang Obat Bahan Alam disiapkan sebagai landasan baru setelah Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang pelindungan obat tradisional tidak lagi menjawab kebutuhan regulasi saat ini. Raperda ini mengatur ruang lingkup luas: perencanaan, penelitian dan pengembangan, pemanfaatan, pemeliharaan bahan, pengembangan usaha dan industri, kemitraan, sistem informasi, koordinasi, partisipasi masyarakat, pembinaan, pengawasan, hingga pembiayaan. Ini langkah penting, karena pengembangan pariwisata kesehatan herbal tidak bisa berdiri tanpa standar keamanan, CPOTB, sertifikasi halal, dan dukungan perizinan bagi UMKM. Sementara itu, di Padang, visi Kota Pintar dan Kota Sehat ditegaskan harus terukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat, bukan hanya konsep. Digitalisasi informasi obat herbal ditempatkan sebagai bagian dari peningkatan layanan publik, sekaligus jembatan antara riset dan pemanfaatan produk oleh warga dan wisatawan.

Dampak langsung bagi masyarakat dan UMKM: wisata wellness sebagai penggerak ekonomi

Pertanyaan pentingnya: apa arti semua ini bagi masyarakat biasa dan pelaku UMKM? Di Jawa Timur, gagasan ekosistem obat bahan alam menempatkan UMKM bukan sekadar produsen di lapis terbawah, tetapi pihak yang harus difasilitasi untuk naik kelas melalui perizinan, standardisasi, registrasi, sertifikasi halal, digitalisasi, pemasaran, ekspor, dan peningkatan daya saing. Petani tanaman obat pun diharapkan mendapat manfaat dari tumbuhnya industri ekstrak dan obat tradisional. Pada akhirnya, tujuan yang dinyatakan jelas: masyarakat memperoleh produk yang aman, bermutu, dan dapat dipertanggungjawabkan, tanpa mengorbankan aspek keamanan dan kesehatan. Di Sumatera Barat, pengembangan pariwisata kesehatan herbal dan wisata wellness regional membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan memperkuat identitas daerah melalui kekayaan tradisi. Fadly menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kota harus diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat, sehingga konsep wellness tidak berhenti di brosur promosi. Jika ekosistem ini konsisten dibangun, pariwisata kesehatan herbal berpeluang menjadi sumber pendapatan berkelanjutan sekaligus mendorong warga hidup lebih sehat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!