Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

MTQ KORPRI Makassar Dongkrak Perputaran Ekonomi Lokal

MTQ KORPRI Makassar Dongkrak Perputaran Ekonomi Lokal
Minat|Asia Tenggara

MTQ KORPRI Makassar: Dari Syiar Religi Menjadi Mesin Ekonomi

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) KORPRI Makassar adalah ajang dua tahunan seni baca Al-Qur’an bagi aparatur sipil negara yang menyatukan dimensi spiritual, kebudayaan, dan aktivitas ekonomi dalam satu panggung besar, menghadirkan ribuan peserta, official, dan penggembira yang menggerakkan perputaran ekonomi lokal selama beberapa hari penyelenggaraan acara. Pembukaan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional berlangsung spektakuler di Lapangan Karebosi, Makassar, pada Senin malam 24 Agustus 2026, dan dibuka langsung oleh Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar. Tema yang diusung, “ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh”, menegaskan bahwa kompetisi tilawah bukan tujuan akhir, melainkan pintu untuk membangun integritas dan akhlak aparatur negara. Di luar arena lomba, kehadiran MTQ KORPRI Makassar juga mengubah kota menjadi simpul pertemuan kultural dan ekonomi, di mana nilai-nilai Al-Qur’an berdialog dengan aktivitas perdagangan, jasa, dan pariwisata.

MTQ KORPRI Makassar Dongkrak Perputaran Ekonomi Lokal

1.600 Peserta dan Official: Mengapa Perputaran Ekonomi Lokal Melejit?

Secara angka, MTQ VIII KORPRI Nasional di Makassar menghadirkan daya dobrak ekonomi yang signifikan. Panitia mencatat 117 kafilah yang berasal dari 38 provinsi serta 79 kafilah kementerian dan lembaga, dengan total sekitar 1.157 peserta resmi. Wali Kota Munafri Arifuddin bahkan menyebut kurang lebih 2.000 orang—termasuk qari, qariah, pendamping, dan tamu—memadati kota ini selama event berlangsung. Ini bukan sekadar angka; setiap kedatangan berarti kamar hotel, porsi makan, perjalanan transportasi, hingga belanja oleh-oleh. Pergerakan massa dalam jumlah besar tersebut langsung memicu lonjakan aktivitas di sektor perhotelan, pasar, kuliner, dan transportasi. Salah satu pernyataan kunci yang patut dicatat: “Kurang lebih 2.000 peserta, tamu datang… berdampak pada perputaran ekonomi”. Artinya, sejak awal, MTQ KORPRI Makassar sudah berfungsi sebagai event nasional berdampak ekonomi, bukan hanya ritual religius.

UMKM Makassar: Pemenang Senyap di Balik Panggung MTQ

Di balik panggung tilawah yang megah, UMKM Makassar adalah pemenang senyap yang merasakan langsung berkah MTQ. Pergerakan ribuan orang dari berbagai daerah terbukti meningkatkan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah, mulai dari penjual kuliner, suvenir religi, hingga jasa transportasi lokal. Ketika hotel penuh dan restoran ramai, rantai pasok UMKM ikut bergerak: pemasok bahan makanan, pengusaha laundry, hingga penyedia jasa dekorasi dan percetakan. Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa dalam event nasional seperti MTQ, “yang untung sesungguhnya adalah masyarakat” karena hotel, pasar, dan kuliner ikut bergeliat. Pernyataan itu menggarisbawahi satu hal penting: MTQ KORPRI Makassar membuktikan bahwa event keagamaan dapat menjadi instrumen distribusi ekonomi yang relatif merata ke level akar rumput, bukan hanya ke pelaku usaha besar.

Peran Pemkot: Mengubah Event Nasional Menjadi Etalase Kota

Perputaran ekonomi lokal yang menguat tidak terjadi begitu saja; ada kerja terstruktur Pemkot Makassar di baliknya. Wali Kota Munafri Arifuddin menekankan bahwa seluruh perangkat daerah digerakkan untuk memastikan kesiapan kota, mulai dari pelayanan, kebersihan, keamanan, transportasi, hingga hospitality bagi para tamu. Dengan kata lain, lintas SKPD terlibat penuh agar pengalaman peserta dan delegasi berjalan mulus. Pendekatan ini strategis: ketika layanan publik rapi, wisatawan dan peserta merasa nyaman, lalu lebih berani membelanjakan uangnya di kota. MTQ KORPRI Makassar sekaligus menjadi etalase yang menunjukkan bahwa kota ini mampu menjadi tuan rumah event besar, dari level lokal hingga nasional. Jika konsistensi ini terjaga, MTQ hanya awal; Makassar berpotensi mengunci reputasi sebagai destinasi utama event nasional berdampak ekonomi.

MTQ sebagai Model: Menyatukan Spiritualitas, Ekonomi, dan Pariwisata

Pelaksanaan MTQ VIII KORPRI di Makassar menunjukkan model baru penyelenggaraan event keagamaan: religius, tetapi sekaligus ekonomis dan pariwisata. Sejarah panjang MTQ yang pernah menempatkan Makassar sebagai lokasi ajang pertama pada 1968 menegaskan kedekatan kota ini dengan tradisi tersebut. Kini, tradisi itu mendapat dimensi baru sebagai pendorong perputaran ekonomi lokal. MTQ nasional menghadirkan peserta, pendamping, penggembira, dan masyarakat dari banyak daerah, yang otomatis menggerakkan hotel, pasar, kuliner, transportasi, hingga usaha masyarakat. Pada titik ini, MTQ telah berkembang menjadi “pesta rakyat” yang tidak hanya menguatkan spiritualitas, tetapi juga memperluas interaksi sosial dan peluang bisnis di daerah. Kesimpulannya jelas: bila direncanakan dengan matang, MTQ KORPRI Makassar bisa menjadi role model bagaimana event nasional berdampak ekonomi mampu menyeimbangkan syiar keagamaan dengan penguatan UMKM dan pariwisata.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!