Gambaran Umum: Dua Ponsel Gajian di Kelas Rp2 Jutaan
Honor X6c vs X5c Plus adalah dua smartphone budget di kelas Rp2 jutaan yang dirancang untuk pengguna gajian yang ingin ponsel harian dengan baterai besar, kamera AI, dan fitur modern tanpa harus naik ke kelas flagship; keduanya menyasar pemakaian komunikasi, media sosial, dan hiburan ringan dengan karakter yang sedikit berbeda antara fitur lengkap dan harga lebih hemat. Dari awal, posisi keduanya jelas: X6c bermain di ujung atas segmen entry-level sampai menengah dengan fitur lebih lengkap dan spesifikasi yang lebih agresif, sementara X5c Plus mengincar pembeli yang memprioritaskan harga terjangkau tetapi tetap butuh kamera AI dan baterai besar. Konsekuensinya, keputusan beli di sini bukan sekadar soal angka harga, melainkan soal gaya pemakaian: apakah kamu tipikal pengguna yang mengutamakan layar halus, AI canggih, dan pengisian cepat, atau cukup puas dengan ponsel hemat yang bisa bertahan seharian.
| Spesifikasi | Honor X6c | Honor X5c Plus |
|---|---|---|
| Segmen harga | Rp2.999.000 (kelas Rp2 jutaan atas) | Mulai kisaran Rp2 jutaan (lebih terjangkau) |
| Target pengguna | Entry-level hingga menengah yang ingin fitur lengkap | Entry-level yang fokus harga hemat dengan fitur cukup |
| Kamera | 50 MP AI Camera + 5 MP depan | 50 MP AI Camera dengan AI Object Recognition & AI Photo Sharpness Enhancement |
| Baterai | 5.300 mAh + 35W Honor SuperCharge | 5.260 mAh, diklaim sehat di atas 80% setelah 1.000 siklus isi ulang |
| Ketahanan | IP64 + SGS 5-Star Drop Protection | Standar, tanpa sertifikasi khusus disebutkan |
| Layar | 6,61 inci, 120 Hz, 1.010 nits | Kelas entry-level, refresh rate standar |
| Performa | Helio G81 Ultra, RAM hingga 12 GB (6+6 GB Turbo), 256 GB memori internal | Chipset, RAM, dan memori menyesuaikan varian, tidak dirinci |
Kamera AI: X6c untuk Editing Cepat, X5c Plus untuk Detail Tajam
Di sisi kamera AI, keduanya punya pendekatan yang beda, dan di sinilah karakter masing-masing ponsel Rp2 jutaan ini terasa. Honor X6c mengandalkan kamera belakang 50 MP AI Camera plus kamera depan 5 MP, lalu menambahkan fitur AI Button dan AI Eraser yang membuatnya terasa seperti pocket editor mobile: satu tombol untuk mengakses beragam fitur AI, dan satu alat praktis untuk menghapus objek mengganggu di foto tanpa perlu aplikasi tambahan. Menurut salah satu sumber, "Honor X6c dibekali tombol khusus AI Button yang memudahkan pengguna mengakses berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan hanya dengan satu sentuhan." Sementara itu, Honor X5c Plus meski sama-sama membawa kamera AI 50 MP, menonjol lewat AI Object Recognition dan AI Photo Sharpness Enhancement—lebih fokus ke pengenalan objek dan mempertajam detail foto agar hasil jepretan terlihat lebih jelas dan siap unggah ke media sosial. Jadi, kalau kamu suka retouch cepat dan banyak bermain dengan fitur AI, X6c terasa lebih menarik; kalau prioritasmu adalah foto tajam dan rapi tanpa banyak otak-atik, X5c Plus masih sangat masuk akal sebagai kamera AI budget phone.
Layar, Performa, dan Baterai: Si Penggulung Feed vs Si Tahan Lama
Untuk kamu yang hobi scroll media sosial atau main gim ringan, Honor X6c jelas dirancang lebih agresif. Layar 6,61 inci dengan refresh rate 120 Hz dan kecerahan hingga 1.010 nits membuat pengalaman visual terasa jauh lebih halus dan enak dilihat, terutama saat menggulir feed dan bermain gim kasual. Chipset MediaTek Helio G81 Ultra yang dipadukan RAM hingga 12 GB (6 GB + RAM Turbo 6 GB) dan memori internal 256 GB membuat X6c terasa lebih lega untuk multitasking dan penyimpanan foto atau aplikasi hiburan. Di sisi baterai, X6c membawa 5.300 mAh dengan dukungan 35W Honor SuperCharge, jadi bukan hanya besar tapi juga cepat diisi. Honor X5c Plus bergerak beda: baterai 5.260 mAh diklaim masih punya kesehatan di atas 80 persen setelah 1.000 siklus isi ulang, yang artinya dia lebih bermain di daya tahan jangka panjang ketimbang kecepatan pengisian. Layar dan performanya berada di kelas entry-level dengan refresh rate standar, cukup untuk komunikasi dan media sosial harian, tapi tidak dirancang untuk pengguna yang menuntut kenyamanan gaming atau multitasking berat.
Fitur Ketahanan dan AI: Si Serbaguna vs Si Cukup-Hemat
Kalau kamu tipe pengguna yang sering menjatuhkan ponsel atau memakainya di berbagai situasi, Honor X6c rasanya lebih tenang dipakai. Sertifikasi SGS 5-Star Drop Protection dan IP64 untuk ketahanan terhadap debu serta percikan air memberi rasa aman ekstra yang jarang muncul di ponsel Rp2 jutaan. Ditambah AI Button dan AI Eraser, X6c terasa seperti ponsel serbaguna yang siap menemani dari urusan kerja sampai hiburan. Honor X5c Plus tidak menonjol di ketahanan; fitur yang disebut lebih banyak mengarah ke kamera AI dan baterai besar dengan klaim kesehatan baterai setelah 1.000 kali pengisian. Ini membuat X5c Plus lebih cocok sebagai ponsel kedua atau pilihan untuk pengguna yang santai pakai ponsel—banyak WhatsApp, sedikit foto, sesekali streaming, tapi tidak butuh perlindungan ekstra. Di sisi AI, lagi-lagi X6c memimpin dengan ekosistem fitur AI yang lebih lengkap, sementara X5c Plus menawarkan paket yang cukup tanpa kelebihan dramatis.
Rekomendasi Beli: Fotografi, Gaming, atau Daya Tahan Baterai?
Pada akhirnya, pertanyaan utamanya bukan "ponsel Rp2 jutaan terbaik"—karena jawabannya akan sangat bergantung pada gaya pemakaianmu—melainkan mana yang paling nyambung dengan kebutuhan harianmu. Jika kamu prioritaskan layar 120 Hz, fitur AI kaya, pengisian cepat, dan perlindungan perangkat yang lebih baik, Honor X6c adalah pilihan yang secara jelas lebih lengkap, meski harganya tembus Rp2.999.000. Kombinasi Helio G81 Ultra, RAM Turbo hingga 12 GB, dan layar mulus juga membuatnya cukup nyaman untuk gaming ringan sampai menengah. Sebaliknya, jika kamu mencari ponsel gajian yang penting baterai besar smartphone, kamera AI yang layak, dan harga di kisaran Rp2 jutaan tanpa mendambakan layar kencang atau fast charging tinggi, Honor X5c Plus terasa lebih rasional. Singkatnya: X6c untuk kamu yang mau satu ponsel all-in-one dengan fitur modern, X5c Plus untuk kamu yang mau hemat tapi tetap bisa bertahan seharian dan foto bagus untuk medsos.








