Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Strategi Offset Kapal Perang: Jangan Sekadar Belanja Alutsista

Strategi Offset Kapal Perang: Jangan Sekadar Belanja Alutsista
Minat|Asia Tenggara

Offset dalam pengadaan kapal perang: kendaraan penguasaan teknologi, bukan hadiah tambahan

Offset dalam pengadaan kapal perang adalah skema timbal balik yang mengaitkan pembelian alutsista dengan kewajiban pemasok untuk memberikan manfaat industri, seperti transfer teknologi, pengembangan kemampuan produksi, dan peluang pengembangan produk baru; offset dirancang supaya belanja pertahanan berbiaya tinggi ikut mendorong penguasaan teknologi jangka panjang, mengurangi ketergantungan impor, dan memperkuat ekosistem industri pertahanan nasional melalui target yang terukur dan terikat kontrak. Pengadaan kapal perang Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) dari Italia adalah contoh klasik: pemerintah tidak bisa memandangnya hanya sebagai pengadaan kapal perang untuk modernisasi angkatan laut, tetapi harus menjadikannya pintu masuk transfer teknologi alutsista yang nyata dan dapat diukur. Tanpa itu, offset akan berhenti pada angka di kertas, bukan pada kemampuan rekayasa di galangan dan laboratorium.

Mengapa transfer teknologi kapal perang harus jadi tujuan utama

Pengadaan dua kapal perang PPA untuk armada TNI AL memang memperkuat modernisasi angkatan laut, tetapi kapal perang yang datang dalam kondisi selesai hanyalah awal, bukan akhir. Kuncinya ada pada transfer teknologi alutsista yang melekat pada offset agreement Italia: apakah skema itu membuat galangan dan perusahaan sistem mampu merancang, mengintegrasikan, dan memutakhirkan kapal tempur generasi berikutnya. Kepala Bidang Ahli Teknologi dan Offset KKIP, Yono Reksoprodjo, tegas menyebut offset sebagai "vehicle, bukan tujuan akhir"; keberhasilannya baru sah jika setelah proses transfer teknologi selesai, industri mampu menghasilkan sesuatu yang baru, bukan sekadar mengulang apa yang diajarkan. Karena itu, fokusnya harus bergeser dari kemampuan fabrikasi dan pengelasan badan kapal ke penguasaan desain, manajemen produksi, sistem integrasi, serta teknologi di balik platform perang. Tanpa penguasaan "what’s inside", kapal modern tetap bergantung pada pemasok luar untuk setiap pembaruan.

Offset agreement Italia: dari janji transfer ke pengurangan impor jangka panjang

Offset agreement Italia hanya layak disebut berhasil bila ia memotong ketergantungan impor alutsista dalam jangka panjang, bukan sekadar memindahkan pekerjaan sederhana ke dalam negeri. Yono mengingatkan setiap program offset harus memiliki blueprint jelas sejak awal. Blueprint itu seharusnya menetapkan target penguasaan teknologi kapal perang yang spesifik: modul sistem senjata, sensor, integrasi platform, serta pengembangan simulator sebagai wahana latihan dan riset. Alman Helvas Ali menekankan bahwa offset hanyalah salah satu tahapan; teknologi yang diperoleh harus digunakan untuk mengembangkan produk baru buatan sendiri, bukan menjadi lisensi yang menganggur di rak dokumen. Jika perusahaan penerima teknologi tidak diberi kesempatan memakai dan menguji teknologi itu dalam proyek nyata, manfaat offset menguap dan ketergantungan terhadap impor suku cadang, upgrade sistem, hingga pelatihan awak tetap tinggi.

Target spesifik: syarat mutlak agar offset tidak berakhir sebagai seremonial

Pengalaman masa lalu menunjukkan, tanpa target rinci, offset mudah tergelincir menjadi seremonial: ada pasal transfer teknologi di kontrak, tetapi tidak ada kemampuan baru yang lahir. Karena itu, pemerintah perlu menetapkan target spesifik sejak tahap negosiasi: jenis teknologi kapal perang yang harus dipindahkan, kedalaman akses ke desain dan sistem integrasi, serta kewajiban proyek lanjutan yang dikerjakan di dalam negeri. Alman mengingatkan, hasil offset tidak akan optimal kalau industri pertahanan lokal tidak memperoleh kesempatan menggunakan teknologi yang telah diserap; direct offset harus diperluas, sementara ketergantungan pada indirect offset dikurangi. Artinya, porsi pekerjaan bernilai tambah tinggi—pengembangan simulator, integrasi sistem, dan produksi subsistem kritis—harus diwajibkan terjadi di dalam negeri, dengan ruang inovasi bagi perusahaan lokal. Tanpa klausul sekeras itu, pengadaan kapal perang mahal hanya mengukuhkan posisi pemasok luar sebagai pemegang kendali teknologi.

Kesimpulan: pengadaan kapal perang harus melahirkan kemampuan, bukan sekadar kebanggaan

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pengadaan kapal perang PPA bukan hanya bertambahnya kapal di jajaran armada, tetapi lahirnya kemampuan baru di ekosistem industri pertahanan. Offset dan transfer teknologi alutsista yang melekat pada kontrak dengan Italia harus diarahkan pada satu tujuan: membuat galangan dan perusahaan sistem mampu merancang, memproduksi, dan memutakhirkan kapal perang secara mandiri. Tanpa blueprint offset yang tegas, target pengurangan impor, dan kewajiban direct offset yang kuat, modernisasi angkatan laut hanya akan meningkatkan ketergantungan pada pemasok luar. Pemerintah tidak boleh puas dengan label "kapal perang canggih"; yang perlu dikejar adalah hak akses teknologi, kapasitas rekayasa, dan proyek lanjutan yang menguji kemampuan lokal. Belanja besar baru masuk akal bila setiap rupiah berujung pada penguasaan teknologi yang memperkuat kedaulatan, bukan sekadar simbol kekuatan di permukaan laut.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!