Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

1.713 Lulusan Unpatti Didorong Menggerakkan Pembangunan Maluku

1.713 Lulusan Unpatti Didorong Menggerakkan Pembangunan Maluku
Minat|Asia Tenggara

Wisuda sebagai awal tanggung jawab

Wisuda Unpatti adalah penanda selesainya pendidikan formal sekaligus awal tanggung jawab lulusan untuk menggunakan ilmu, keterampilan, dan gagasan demi menjawab kebutuhan masyarakat serta mendorong kemajuan daerah. Universitas Pattimura mewisuda 1.713 lulusan dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat periode Oktober 2026 di Ambon pada Senin, 2 November 2026. Jumlah itu terdiri atas 1.621 sarjana, 70 magister, enam doktor, 15 lulusan profesi dokter, dan satu lulusan Pendidikan Profesi Guru; di antaranya terdapat lulusan kampus di Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya. Angka besar ini patut dirayakan, tetapi ukuran keberhasilannya bukan banyaknya toga yang dikenakan. Ukurannya adalah apakah ilmu yang dibawa pulang menjadi solusi, pekerjaan, dan peluang bagi warga Maluku.

Harapan agar lulusan tidak berhenti pada ambisi pribadi disampaikan Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie, yang membacakan sambutan tertulis Gubernur Hendrik Lewerissa. Pesan itu tepat: gelar tidak otomatis menghasilkan perubahan. Lulusan Unpatti perlu mengubah pengetahuan menjadi inovasi dan gagasan yang berguna, sambil terus belajar setelah meninggalkan kampus. Pemerintah provinsi juga menginginkan mereka bukan hanya menjadi pencari kerja, tetapi turut menciptakan peluang dan lapangan kerja. Bagi masyarakat, keberhasilan pendidikan tinggi akan terasa ketika kompetensi lulusan hadir dalam layanan, usaha, dan pemecahan persoalan sehari-hari.

1.713 Lulusan Unpatti Didorong Menggerakkan Pembangunan Maluku

Kompetensi perlu dibuktikan lewat riset dan kerja

Rektor Unpatti Fredy Leiwakabessy menyebut para wisudawan telah dibekali standar kompetensi global dan penguatan kapasitas riset untuk menghadapi persaingan kerja serta disrupsi. Bekal itu penting, tetapi nilainya baru teruji ketika dipakai di lapangan. Rektor juga menilai keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari jumlah lulusan; dampak keilmuan terhadap dunia kerja dan pembangunan harus ikut diperhitungkan. Itu tolok ukur yang lebih menuntut—dan lebih berguna bagi publik—daripada sekadar menghitung ijazah.

Unpatti menyatakan akan mendorong serapan lulusan di dunia usaha dan industri, memperluas pengalaman mahasiswa di luar kampus, serta membawa riset dosen ke tahap penerapan. Kampus juga menguatkan kurikulum berbasis capaian pembelajaran dan integrasi teknologi digital, sembari memperluas jejaring global serta meningkatkan publikasi ilmiah. Arah tersebut dapat memperkuat kompetensi lulusan, tetapi dampaknya bergantung pada hubungan nyata antara riset, kebutuhan daerah, dan kesempatan kerja. Sebanyak 19 program studi telah berakreditasi Unggul, sementara 18 lainnya diusulkan untuk akreditasi internasional. Mutu akademik adalah modal, bukan tujuan akhir: masyarakat menunggu hasil yang dapat dirasakan.

Potensi daerah menuntut kesiapan generasi muda

Pembangunan Maluku membutuhkan lulusan yang mampu bekerja pada persoalan khas daerah, bukan hanya memburu peluang di luar wilayah. Potensi kelautan dan perikanan, pertanian, perkebunan, energi, pariwisata, serta kebudayaan memerlukan pengetahuan dan inovasi agar kekayaan alam memberi nilai tambah bagi masyarakat. Sementara itu, perubahan teknologi, kecerdasan buatan, perubahan iklim, dan dinamika global menuntut tenaga kerja yang adaptif serta mampu menghasilkan jawaban atas masalah baru. Karena itu, menghubungkan riset kampus dengan kebutuhan daerah seharusnya menjadi prioritas bersama, bukan slogan seremoni.

Jusuf Kalla mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengandalkan ijazah untuk memasuki dunia kerja; penguasaan ilmu, teknologi, riset, dan keterampilan diperlukan agar generasi muda dapat mengambil bagian dalam peluang pembangunan, termasuk Blok Gas Masela. Ia juga menekankan bahwa sumber daya alam tidak dengan sendirinya menyejahterakan masyarakat apabila sumber daya manusia belum siap mengelolanya. Peringatan itu menempatkan tanggung jawab pada dua pihak: lulusan harus terus berlatih dan menguasai teknologi, sedangkan institusi dan pemerintah perlu membuka ruang bagi kemampuan tersebut untuk digunakan.

Dari gelar menuju manfaat nyata

Tantangan setelah wisuda bukan memilih antara sukses pribadi dan pengabdian, melainkan memastikan keduanya tidak dipisahkan. Lulusan yang bekerja, membangun usaha, mengembangkan riset, atau meningkatkan layanan publik dapat mengejar masa depan sekaligus memberi sumbangan bagi daerah. Pemerintah provinsi menitipkan pesan agar gelar menjadi sarana pengabdian, pengetahuan terus dikembangkan, serta integritas dan karakter dijaga. Nilai kejujuran dan tanggung jawab, termasuk kearifan Pela Gandong dan semangat Orang Basudara, juga diharapkan tetap menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada akhirnya, 1.713 lulusan Unpatti adalah potensi besar, tetapi jumlah saja tidak menjamin kemajuan. Kompetensi global dan kapasitas riset harus diterjemahkan menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat, dari pengelolaan sumber daya hingga penciptaan kesempatan kerja. Kampus perlu menjaga mutu dan relevansi, sementara lulusan perlu terus belajar serta membuktikan kemampuan melalui karya. Jika bekal akademik dipadukan dengan integritas dan pemahaman atas tantangan lokal, wisuda ini dapat menjadi awal kontribusi yang bertahan lama bagi pembangunan Maluku.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!