Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Gorontalo Half Marathon Bidik 7.500 Pelari dan Sport Tourism

Gorontalo Half Marathon Bidik 7.500 Pelari dan Sport Tourism
Minat|Lari Jalanan

Gorontalo Half Marathon: Ajang Lari yang Diset untuk Menggerakkan Kota

Gorontalo Half Marathon 2026 adalah sebuah event lari jalan raya berskala besar yang menargetkan 7.500 peserta, dirancang bukan saja sebagai lomba olahraga, tetapi sebagai pintu masuk sport tourism yang menghubungkan pelari, destinasi wisata, dan perputaran ekonomi lokal melalui pengalaman berlari di jantung kota dan sekitarnya.

Pesan utamanya jelas: Gorontalo tidak mau hanya “menyelenggarakan lomba”, tetapi membangun ekosistem sport tourism yang berkelanjutan. Panitia Gorontalo Half Marathon menargetkan sebanyak 7.500 peserta ambil bagian pada 2026, sebuah loncatan besar dari 2.500 peserta pada edisi perdana 2024 dan sekitar 5.000 pelari pada penyelenggaraan berikutnya.

Puncak kegiatan GoHM 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 6 Desember 2026, dengan tema “Run With The Journey”. Tema ini menegaskan bahwa setiap langkah pelari adalah cerita perjalanan, bukan hanya mengejar pace, tetapi juga menikmati kota, laut, dan lanskap yang menjadi latar lomba.

Target 7.500 Pelari: Angka Besar, Ambisi Lebih Besar

Ambisi 7.500 pelari bukan sekadar angka manis di podium peluncuran. Sebanyak 7.500 pelari diproyeksikan ambil bagian dalam event yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang, dengan komposisi kategori yang disusun rinci: 4.500 peserta untuk 5K, 1.800 peserta 10K, dan 1.200 peserta 21K.

Panitia dan pemerintah menunjukkan bahwa mereka memahami tahapan bertumbuh. Dari 2.500 peserta pada 2024, naik menjadi sekitar 5.000 pelari, lalu kini menatap 7.500. “Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan perdana GHM pada 2024 yang diikuti sekitar 2.500 peserta,” kata Sultan Kalupe. Ini bukan lagi percobaan; ini tanda keseriusan membangun tradisi lari tahunan.

Lebih menarik lagi, komposisi peserta dirancang 70 persen dari Gorontalo, 25 persen dari wilayah Sulawesi, dan lima persen dari luar Sulawesi. Artinya, Gorontalo Half Marathon 2026 sejak awal diposisikan sebagai magnet pelari lintas daerah — bibit penting menuju status event lari internasional di masa depan, meski labelnya belum disematkan resmi saat ini.

Sport Tourism Gorontalo: Dari Mimpi ke Strategi Ekonomi Nyata

Inti besar dari Gorontalo Half Marathon 2026 adalah sport tourism Gorontalo. Pemerintah Provinsi menyimpan mimpi lebih besar untuk menjadikan GHM sebagai pintu masuk sport tourism sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. GoHM 2026 bahkan sejak awal ditargetkan menjadi ajang sport tourism dengan skala peserta lebih besar.

Strateginya jelas: Pemprov Gorontalo ingin peserta yang datang tidak sekadar berlari, tetapi juga tinggal beberapa hari, menikmati destinasi wisata, menggunakan jasa hotel, membeli makanan dan produk UMKM hingga memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi daerah. GoHM 2026 diarahkan bukan semata-mata sebagai kompetisi olahraga, tetapi sebagai strategi memperkenalkan potensi pariwisata melalui pengalaman langsung para peserta.

Dengan target peserta yang meningkat dan cakupan asal pelari yang semakin luas, GoHM diharapkan menjadi magnet baru sport tourism Gorontalo. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah juga berpotensi menggerakkan sektor akomodasi, kuliner, transportasi, UMKM dan ekonomi kreatif selama rangkaian kegiatan berlangsung. Ditambah total hadiah yang disiapkan mencapai Rp250 juta dengan Bank Mandiri sebagai sponsor utama, event ini punya daya tarik kompetitif sekaligus ekonomi.

Mimpi Sultan Kalupe dan Stakeholder: Menjadikan Gorontalo Kota Lari

Di balik angka dan jadwal, ada satu nama yang konsisten disebut: Sultan Kalupe. Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga ini tampil di sebuah podcast bertajuk "Mimpi Besar di Balik Gorontalo Half Marathon 2026" untuk menjelaskan bahwa event ini adalah bagian dari visi panjang menjadikan Gorontalo sebagai destinasi lari dan wisata.

Sejak awal, gagasan GHM lahir dari Penjabat Gubernur Rudi Salahuddin, mantan atlet dan penghobi lari yang membawa budaya komunitas lari ke ruang kebijakan. Pemerintah daerah bahkan mengirim ketua panitia ke Yogyakarta untuk belajar pengelolaan event lari besar sebelum menggelar edisi perdana. Ini menunjukkan kesediaan untuk belajar, bukan asal mengadakan lomba.

Kini, dengan Gubernur Gusnar Ismail yang secara resmi mencanangkan GoHM 2026 dan membuka pendaftaran publik, tampak jelas bahwa event ini sudah menjadi program bersama, bukan proyek satu dinas. Kalau konsistensi ini terjaga, Gorontalo berpeluang nyata menegaskan diri sebagai salah satu destinasi lari utama di tanah air, dengan sport tourism sebagai mesin penggeraknya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!