Marathon Berkelanjutan Jadikan Bali Episentrum Sport Tourism

Marathon Berkelanjutan Jadikan Bali Episentrum Sport Tourism
Minat|Lari Jalanan

Marathon Berkelanjutan Bali: Dari Lomba Lari Menjadi Agenda Transformasi

Marathon berkelanjutan Bali adalah konsep penyelenggaraan event lari internasional yang tidak hanya mengejar prestasi olahraga, tetapi juga secara sengaja mengintegrasikan agenda dekarbonisasi, pemberdayaan komunitas lokal, serta inklusivitas sosial untuk memperkuat posisi destinasi sebagai pusat sport tourism yang bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial. Maybank Marathon in Partnership with Visa memanfaatkan statusnya sebagai Elite Label Road Race untuk mendorong paradigma baru: lomba lari sebagai instrumen transformasi kawasan wisata, bukan sekadar tontonan atau ajang foto di garis finish. Menjelang penyelenggaraan puncak lomba, Maybank Indonesia menggelar Maybank Marathon Sustainability Day selama dua hari di Gianyar sebagai pengungkit utama agenda netral karbon 2030 dan penguatan dampak sosial di tingkat lokal.

Sustainability Day: Fondasi Event Lari Netral Karbon, Bukan Tempelan CSR

Jika banyak event olahraga masih memandang keberlanjutan sebagai pelengkap, Maybank Marathon memilih menjadikannya arsitektur acara. Sustainability Day dua hari menjelang lomba digelar dengan gerakan “Meningkatkan Jejak Hijau” yang secara eksplisit menempatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, inklusivitas sosial, dan dekarbonisasi lingkungan sebagai inti event lari netral karbon yang dituju. Program ini bukan aktivitas simbolik: ia dirancang sebagai bagian dari upaya terukur menuju target karbon netral pada 2030. Dalam konteks sport tourism, langkah ini penting karena destinasi wisata yang menanggung beban dampak lingkungan berhak mendapatkan model penyelenggaraan event yang menghitung emisi, mengelola sampah organik, dan mengedukasi pelari serta sponsor untuk terlibat aktif dalam pengurangan emisi, bukan sekadar menikmati pemandangan.

Marathon Berkelanjutan Jadikan Bali Episentrum Sport Tourism

Tiga Pilar Keberlanjutan: Pendidikan, Pemberdayaan, dan Dekarbonisasi

Keberlanjutan dalam sport tourism tidak akan kokoh tanpa kerangka kerja yang jelas. Head of Sustainability Maybank Indonesia menjelaskan bahwa strategi Maybank Marathon dijalankan melalui tiga pilar: pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta lingkungan dan dekarbonisasi. Pada pilar pendidikan, literasi keuangan berkelanjutan didorong ke ribuan siswa dan guru di Gianyar, menempatkan warga lokal sebagai aktor ekonomi yang memahami risiko dan peluang jangka panjang. Pemberdayaan diwujudkan lewat perluasan akses bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas, termasuk kategori Wheelchair, Run for Charity, dan dukungan terhadap pusat pelatihan kemandirian di Piduh Charity Café. Pilar lingkungan menyentuh penanaman mangrove, pengelolaan sampah organik, penggunaan transportasi ramah lingkungan, serta program pengurangan emisi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. "Ketiga pilar ini kami arahkan untuk saling memperkuat dan membawa Maybank Marathon menuju target netralitas karbon 2030," tegas Maria Trifanny Fransiska.

Inklusivitas Sosial Olahraga: Piduh Charity Café dan Desa Sanding Sebagai Simbol

Yang membedakan marathon berkelanjutan Bali ini dari event lari lain adalah keberanian menempatkan inklusivitas sosial olahraga di garis depan, bukan di lampiran laporan CSR. Hari pertama Sustainability Day dipusatkan di Piduh Charity Café, ruang pemberdayaan dan pelatihan keterampilan bagi anak-anak dan pemuda berkebutuhan khusus di bawah naungan Yayasan Widya Guna. Dukungan kolektif nasabah dan masyarakat yang dihimpun melalui yayasan Maybank memperkuat ekosistem kemandirian finansial bagi penyandang disabilitas. Co-Founder Yayasan Widya Guna menegaskan, “Setiap individu memiliki ruang untuk belajar, berkarya, dan membangun kemandirian finansial”. Di sisi lain, program Desa Sanding Bebas Emisi menjadikan desa adat sebagai laboratorium dekarbonisasi berbasis data, dari pemetaan emisi hingga pengelolaan sampah organik berbasis komunitas. Ini menunjukkan bahwa sport tourism yang sehat mensyaratkan desa-desa sekitar sebagai mitra setara, bukan pelengkap latar belakang foto pelari.

Dampak Sport Tourism dan Agenda Ke Depan: Dari Gianyar ke Peta Global

Sport tourism Indonesia yang serius membutuhkan lebih dari sekadar jumlah wisatawan; ia memerlukan narasi nilai yang kuat. Maybank Marathon diikuti 14.100 pelari dari 46 negara dan berpotensi memberi dampak ekonomi besar bagi Bali. Namun nilai tambah sesungguhnya terletak pada bagaimana event ini memperkuat ekonomi daerah, pariwisata, sosial, dan lingkungan secara serentak, sebagaimana diapresiasi Bupati Gianyar. Dengan kategori inklusif, literasi keuangan, dan program dekarbonisasi yang melibatkan masyarakat lokal, pelari, sponsor, serta lembaga seperti WRI Indonesia, marathon ini bergerak dari sekadar lomba menjadi arsitek ekosistem sport tourism berkelanjutan. Ke depan, konsistensi menuju netral karbon 2030 akan menjadi pembeda destinasi yang bertanggung jawab dengan yang hanya mengejar angka kunjungan. Bali, melalui pola seperti ini, punya modal kuat untuk berdiri sebagai episod pusat sport tourism yang tidak mengorbankan lingkungan maupun martabat komunitas lokal.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!