88 SEOUL: Definisi Baru Restoran Korea Bandung Berbasis Keluarga
Ekspansi 88 SEOUL ke Bandung dengan konsep Baekban atau Korean Dining Set adalah strategi restoran Korea Bandung yang memindahkan fokus dari BBQ individual ke pengalaman makan keluarga yang hangat, kolaboratif, dan interaktif, di mana satu nampan besar berisi beragam lauk menjadi pusat kebersamaan di meja makan.
Gerai pertama 88 SEOUL di Bandung resmi dibuka di 23 Paskal Shopping Center lantai 3 sebagai 88 SEOUL cabang baru yang membawa interpretasi makan rumahan ala keluarga Korea. Alih-alih menyajikan menu secara terpisah, restoran ini menawarkan konsep makan keluarga lewat satu nampan besar berisi nasi, sup, hidangan utama, dan banchan yang bisa dibagi bersama. Pendekatan ini terasa lebih relevan bagi konsumen yang datang berkelompok, sekaligus menjadi pembeda jelas dari pola Korean BBQ konvensional yang cenderung berpusat pada aktivitas memanggang di tengah meja.
Menurut Daniel Yahya, Operation General Manager F&B ID, 88 SEOUL ingin menonjolkan bahwa pengalaman kuliner Korea bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang cara makanan disajikan dan dinikmati dalam suasana dekat dan hangat. Ini menegaskan posisi 88 SEOUL sebagai restoran Korea Bandung yang memprioritaskan kebersamaan, bukan sekadar tren kuliner musiman.
Baekban dan Konsep Makan Keluarga: Mengapa Lebih Engaging
Konsep makan keluarga ala Korea yang diadopsi 88 SEOUL lewat Baekban secara strategis menjawab kebutuhan konsumen urban akan Korean dining interaktif yang tidak merepotkan. Satu nampan besar berisi beragam hidangan membuat meja terasa penuh, tetapi tetap praktis untuk dipesan dan dibagi.
Format Korean home-style dining ini punya beberapa keunggulan dibanding Korean BBQ tradisional. Pertama, pembagian peran di meja lebih cair: semua orang bisa langsung menyendok, mencoba satu per satu lauk, dan membandingkan rasa tanpa menunggu daging matang di panggangan. Kedua, risiko "satu orang jadi juru masak meja" berkurang, sehingga semua tamu punya kesempatan yang sama untuk menikmati momen tanpa sibuk mengurus grill.
Dengan menyasar momen makan bersama keluarga, kumpul teman, hingga perayaan kecil, 88 SEOUL menempatkan konsep makan keluarga bukan sebagai gimmick, tetapi sebagai alat sosial: nampan besar menjadi pusat percakapan dan rasa ingin tahu, karena dalam satu sajian orang bisa mengeksplorasi beragam rasa dan tekstur sekaligus. Format ini juga menarik bagi masyarakat urban yang ingin menikmati banyak menu tanpa harus memesan terlalu banyak porsi terpisah.
Palgakdo dan Gelombang Korean Dining Interaktif Berbasis Ayam
Di sisi lain, Palgakdo menawarkan bentuk Korean dining interaktif yang berbeda: fokus pada ayam sebagai menu utama dengan konsep Dakdo dan pemanggang oktagonal khas. Gerai pertamanya di Indonesia dibuka di sebuah pusat perbelanjaan besar di Jakarta dan diperkenalkan dalam acara pembukaan pada Jumat (4/9/2026), menandai masuknya brand ini ke pasar lokal.
Pemanggang oktagonal yang terinspirasi dari bentuk rumah tradisional Korea dipatenkan oleh pendiri Palgakdo, Cho Sung Wook, dan dirancang khusus untuk menciptakan pengalaman makan yang interaktif. Potongan ayam premium dengan marinasi khas Korea dipanggang langsung di atas signature octagonal grill, sehingga aktivitas memasak terjadi di depan mata tamu dan menjadi bagian dari hiburan di meja.
Jika 88 SEOUL mengedepankan nampan besar dan ragam menu, Palgakdo menonjolkan spesialisasi ayam dengan cara penyajian yang berbeda, menempatkan proses memasak sebagai daya tarik utama. Keduanya menunjukkan bahwa restoran Korea tidak lagi puas dengan paket BBQ standar; mereka bereksperimen dengan format, alat, dan produk utama untuk menawarkan pengalaman interaktif yang lebih spesifik—baik itu lewat nampan keluarga atau grill berdesain unik.

Mengapa Bandung Jadi Lahan Strategis Ekspansi 88 SEOUL
Bandung bukan sekadar kota berikutnya dalam peta ekspansi 88 SEOUL, melainkan pasar uji yang logis untuk konsep makan keluarga ala Korea. Kota ini dinilai punya perkembangan kuliner dan gaya hidup yang dinamis serta konsumen yang terbuka terhadap tren kuliner dan budaya global, sehingga lebih siap menerima format Korean dining interaktif yang berbeda dari pakem.
Menempati area seluas 201 meter persegi dengan kapasitas hingga 66 tempat duduk, 88 SEOUL cukup besar untuk mengakomodasi rombongan keluarga dan kumpul teman tanpa kehilangan nuansa homey yang diusung. Ini penting, karena konsep makan keluarga akan terasa janggal jika ruangnya sempit dan serba terburu-buru.
Menurut Daniel Yahya, kehadiran 88 SEOUL di Bandung merupakan bagian dari ekspansi brand untuk memperluas jangkauan dan tidak berhenti pada satu kota saja. Ia menegaskan bahwa ke depan mereka akan terus melihat peluang untuk membawa 88 SEOUL ke lebih banyak kota. Bila gerai Bandung berhasil membuktikan bahwa konsumen lokal menyukai konsep makan keluarga Korea, ini bisa menjadi preseden kuat bagi gelombang restoran Korea Bandung lain yang memakai pendekatan serupa, menggeser standar bahwa makan Korea identik dengan grill dan asap di meja.
Menuju Era Baru Restoran Korea: Dari BBQ ke Meja Keluarga
Melihat 88 SEOUL dan Palgakdo berdampingan, terlihat jelas bahwa arah baru restoran Korea bergerak dari sekadar menjual menu ke menjual cara makan. Baekban dengan konsep makan keluarga menawarkan kedekatan dan kepraktisan, sementara Dakdo dengan grill oktagonal menawarkan keseruan memasak di meja.
Di Bandung, 88 SEOUL cabang baru memegang peran penting: ia menguji apakah konsumen siap memindahkan pusat pengalaman dari grill ke nampan keluarga. Jika berhasil, restoran Korea Bandung lain kemungkinan akan terdorong mengadopsi format serupa—lebih banyak set menu untuk dibagi, lebih banyak narasi “rumah” ketimbang “BBQ all you can eat”.
Kesimpulannya, konsep makan keluarga dan Korean dining interaktif bukan sekadar tren estetik, tetapi jawaban terhadap kebutuhan pasar yang menginginkan pengalaman kuliner yang menyatukan: membuat orang duduk lebih lama, berbagi lebih banyak cerita, dan merasakan Korea bukan hanya dari rasa, tetapi dari cara mereka makan bersama.






