Donat gurih yang berangkat dari kebiasaan akrab
ButterMie adalah kreasi donat renyah khas Butter Baby yang menyajikan mi instan bersama lauk gurih, mengubah hidangan favorit Warmindo menjadi cara makan yang lebih unik dan mengenyangkan. Diluncurkan pada 30 Oktober 2026 melalui kolaborasi Butter Baby dengan Indomie, menu ini mempertemukan dua bentuk comfort food yang biasanya dinikmati terpisah. Daya tariknya bukan semata karena donat dan mi berada dalam satu sajian, melainkan karena rasanya bertolak dari kombinasi yang sudah dikenal: mi, kornet, telur, dan rendang. ButterMie menghadirkan donat crispy berisi atau bertopping Indomie goreng, menjadikannya donat mi instan yang terasa akrab sekaligus ganjil dalam arti yang menggugah selera. Porsinya disebut cocok sebagai pilihan makan berat atau comfort food untuk makan siang dan malam. Menurut Co-founder Butter Baby Nick Burch, kedekatan Indomie dengan momen keseharian menjadi alasan utama kolaborasi ini.

Dua varian, dua tafsir menu Warmindo
ButterMie Internet mengambil inspirasi dari Indomie Telur Kornet, kombinasi klasik yang kerap ditemui di Warmindo. Indomie Mi Goreng Original disajikan bersama kornet sapi dan telur mata sapi di atas donat renyah; rasa gurih mi dan kornet dipertemukan dengan kuning telur sebagai pelengkap. Nama “Internet” merujuk pada paduan Indomie, telur, dan kornet. Harganya Rp40.000. Varian kedua, ButterMie Rendang, memakai Indomie Rendang dengan daging rendang dan telur mata sapi, lalu disajikan bersama donat khas Butter Baby. Bumbu kaya rempah memberi arah rasa yang lebih pekat, dengan harga Rp45.000. Keduanya jelas berakar pada menu andalan Warmindo, bukan sekadar mencampurkan dua produk populer. Perbedaan rasa memberi calon pembeli pilihan antara profil mi goreng-kornet yang familiar dan sentuhan rendang yang lebih kaya bumbu.
| Varian | Komposisi utama | Harga |
|---|---|---|
| ButterMie Internet | Indomie Mi Goreng Original, kornet sapi, telur mata sapi, donat crispy | Rp40.000 |
| ButterMie Rendang | Indomie Rendang, daging rendang, telur mata sapi, donat khas Butter Baby | Rp45.000 |

Kolaborasi yang menjual rasa akrab sekaligus rasa ingin tahu
Strategi kolaborasi Butter Baby dan Indomie bekerja karena kedua merek membawa hal yang berbeda. Indomie punya rasa yang dikenal lintas generasi, sedangkan Butter Baby membingkai makanan melalui dunia karakter dan pendekatan kuliner yang playful. Hasilnya, familiaritas menjadi alasan untuk mencoba, sementara bentuk donat gurih menciptakan pertanyaan: seperti apa rasanya mi di atas atau di dalam donat? Inspirasi Warmindo juga membuat gagasan ini punya pijakan emosional, bukan kebaruan tanpa konteks. Indomie telah menemani keseharian masyarakat selama hampir 55 tahun dan produknya hadir di lebih dari 100 negara. Angka itu memperlihatkan luasnya pengenalan merek, tetapi tidak otomatis membuktikan bahwa produk kolaborasi akan berhasil. Kebaruan visual dapat memicu percakapan dan ulasan, namun mutu rasa, kenyamanan menyantapnya, serta minat membeli kembali tetap menjadi ukuran yang lebih berarti daripada sensasi peluncuran.

Lokasi terbatas, hasil penjualan belum diketahui
Mulai 30 Oktober 2026, ButterMie tersedia di gerai Butter Baby Blok M dan Central Park. Menu ini juga hadir melalui food truck Butter Baby di Plaza Pasaraya pada 30 Oktober serta 1–5 November 2026. Di Blok M, kolaborasi turut menghadirkan pengalaman gerai yang memadukan suasana Warmindo dengan karakter visual Butter Baby, sehingga kunjungan menawarkan lebih dari sekadar mencicipi menu baru. Namun, ketersediaan yang terbatas dan konsep yang menarik belum cukup untuk menyimpulkan dampak bisnisnya. Hingga 5 November 2026, belum tersedia data publik yang cukup untuk memastikan dampak penjualan kolaborasi ini. Itu sebabnya ButterMie paling tepat dibaca sebagai eksperimen produk yang berani: ia membawa nostalgia ke format baru dan memberi konsumen alasan untuk mencoba, tetapi keberlanjutannya bergantung pada rasa dan pengalaman makan, bukan hanya kejutan.







