Verifikasi harus menguji pelaksanaan, bukan sekadar dokumen
Pengarusutamaan gender adalah upaya memasukkan kebutuhan dan pengalaman perempuan serta laki-laki ke dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan agar manfaat pembangunan dapat diakses secara setara. Karena itu, ukurannya bukan banyaknya program yang tercantum, melainkan perubahan yang dirasakan warga. Pada Jumat, 23 Oktober 2026, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Bojonegoro mengikuti verifikasi lapangan evaluasi penyelenggaraan PUG Tahun 2025 secara daring dari Ruang Angling Dharma, gedung pemerintah kabupaten. Wakil Bupati Nurul Azizah memimpin kegiatan yang turut dihadiri kepala organisasi perangkat daerah terkait dan pemangku kepentingan. Verifikasi ini penting karena memberi ruang untuk memeriksa bukti pelaksanaan lebih luas daripada berkas administrasi. Dorongan pemerintah pusat agar inovasi disesuaikan dengan keadaan daerah juga menegaskan bahwa kebijakan seragam tidak cukup: layanan harus menjawab hambatan nyata warga.

Program dinilai dari akses yang dibuka bagi warga
Paparan DP3AKB dan pemerintah kabupaten mencakup beragam program kesetaraan gender yang menyentuh layanan sehari-hari. Transportasi gratis bagi pelajar penyandang disabilitas dapat membantu akses pendidikan dan mobilitas; aplikasi JEMPPOLAN dirancang untuk memudahkan layanan administrasi kependudukan bagi perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Desa Digital diarahkan untuk memperluas akses informasi dan layanan publik yang ramah perempuan. Di bidang ekonomi keluarga, Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) melibatkan perempuan dan kelompok rentan. Insentif bagi jamaah tahlil dan pengurus jenazah perempuan mengakui kontribusi mereka dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Beasiswa bagi pelajar dari keluarga miskin dan rentan, serta kegiatan budaya seperti Festival Dewi Cemara dan Wastra Batik, melengkapi paparan. Namun, daftar program belum membuktikan dampak: evaluasi perlu menunjukkan siapa yang terjangkau, hambatan apa yang berkurang, dan apakah manfaatnya berkelanjutan.
Angka kemajuan perlu dibaca bersama kesenjangan
Bojonegoro menyebut memiliki sembilan program prioritas, termasuk pengarusutamaan gender, pemenuhan hak anak, dan peningkatan kualitas keluarga. Indeks Pembangunan Gender kabupaten tercatat 92,56 pada 2025, naik 0,34 poin dari 92,22 pada 2024 dan menunjukkan tren peningkatan sejak 2023. Itu sinyal positif, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa setiap kelompok memperoleh manfaat yang sama. Indeks Ketimpangan Gender justru tercatat 0,352 pada 2025, naik 0,127 poin dibandingkan 0,225 pada 2024. Angka tersebut masih di bawah angka Jawa Timur 0,329 dan nasional 0,402 sebagaimana dilaporkan, meski perbandingan ini perlu dibaca hati-hati karena nilai Bojonegoro yang lebih tinggi daripada angka provinsi tidak sejalan dengan klaim “lebih rendah” dalam paparan. Perbedaan itu semestinya diklarifikasi sebelum dijadikan dasar penilaian. Evaluasi PUG yang kuat harus menguji mutu data, menjelaskan perubahan, dan menghubungkannya dengan hasil program.
Komitmen daerah harus berujung pada tindak lanjut
Bojonegoro telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2025 tentang PUG, menyusun Rencana Aksi Daerah pengarusutamaan gender, serta menyiapkan pedoman umum Musrenbang yang menyebut keterwakilan perempuan. Kerangka ini memberi pijakan agar suara perempuan masuk ke proses perencanaan, bukan hanya menjadi tema program. Prioritas pembangunan 2025–2029—penurunan kemiskinan dan pengangguran, pertumbuhan ekonomi, peningkatan indeks pembangunan manusia, serta konektivitas wilayah—juga perlu diuji dengan data terpilah dan ukuran manfaat yang jelas. Kesimpulannya, verifikasi lapangan bernilai jika temuan mendorong perbaikan layanan, anggaran, dan pertanggungjawaban, bukan berhenti pada paparan capaian. Bojonegoro sudah menunjukkan ragam inisiatif dan dasar kebijakan; pekerjaan berikutnya ialah membuktikan siapa yang benar-benar terbantu, menutup kesenjangan yang tersisa, serta melaporkan hasilnya secara konsisten.






