Peninggian jalan untuk melindungi jalur penting
Peninggian jalan Pantura adalah upaya menaikkan permukaan badan jalan agar jalur nasional tetap dapat dilalui ketika air pasang menggenangi kawasan sekitarnya. Di ruas Semarang–Demak, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pekerjaan selesai pada 15 Desember 2026, menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Langkah ini tepat sasaran: rob Semarang Demak berulang kali mengganggu jalur yang penting bagi mobilitas warga dan distribusi barang. Namun, peninggian bukan sekadar proyek beton; keberhasilannya harus dinilai dari apakah akses benar-benar tetap berfungsi saat rob datang. Pekerjaan dipercepat untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama periode liburan akhir tahun. Karena itu, tenggat pertengahan Desember punya arti praktis bagi pengguna jalan, bukan hanya target administrasi.

Fokus pekerjaan: Kaligawe dan ruas menuju Demak
Titik utama pekerjaan berada di jalan Kaligawe arah Demak: badan jalan sepanjang 1,12 kilometer direncanakan ditinggikan satu meter untuk mengurangi dampak genangan rob. Kaligawe Semarang juga menjadi sasaran pekerjaan untuk menjaga akses jalan nasional; pekerjaan di ruas arah Semarang telah dimulai. Skala penanganan ini terarah pada bagian yang rentan, tetapi manfaatnya akan bergantung pada mutu konstruksi dan kelancaran arus selama pengerjaan. Pekerjaan juga mencakup ruas Simpang 3 Trengguli–Batas Kabupaten Demak/Kudus sepanjang 2,50 kilometer, dengan perbaikan badan jalan, lapisan perkerasan, pengecoran beton, dan pelebaran bahu di titik yang memerlukan peningkatan. Dengan begitu, programnya bukan hanya menaikkan permukaan, melainkan turut memperbaiki bagian jalur yang mendukung kapasitas dan kualitas perjalanan.

Peninggian perlu disertai penanganan air
Menaikkan jalan membantu mengurangi paparan genangan, tetapi tidak menghentikan air rob atau mengatasi alirannya dengan sendirinya. Karena itu, penanganan banjir rob Pantura di kawasan Kaligawe juga mencakup penguatan tebing Sungai Tenggang dengan turap beton, sodetan permanen sepanjang 228 meter menuju Kolam Retensi Unissula, serta pemompaan air ke Kolam Retensi Terboyo. Kolam seluas 189 hektare itu didukung enam pompa aksial besar dan dua pompa submersibel. Pendekatan berlapis ini lebih masuk akal daripada mengandalkan peninggian saja: air perlu diarahkan dan dipompa, sementara badan jalan diperkuat agar akses nasional tidak mudah terputus. Koordinasi pekerjaan Kaligawe dengan kepolisian lalu lintas juga penting supaya perbaikan tidak menambah kemacetan saat jalur tetap digunakan.
Tenggat harus diikuti ukuran keberhasilan yang nyata
Bagi pengguna jalan, ukuran keberhasilan bukan semata-mata rampung pada 15 Desember, melainkan apakah perjalanan tetap aman dan lancar ketika rob terjadi dan arus liburan meningkat. Kementerian PU menyebut pekerjaan ditujukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Tenggat tersebut memberi waktu terbatas untuk menyelesaikan peninggian Kaligawe serta peningkatan ruas Trengguli–batas Demak/Kudus. Pemeriksaan hasil pekerjaan dan keterpaduan sistem pompa akan sama pentingnya dengan mengejar jadwal. Bila badan jalan sudah lebih tinggi tetapi genangan tetap menghambat akses, perlindungan yang dijanjikan belum sepenuhnya tercapai. Maka, peninggian jalan Pantura patut dipandang sebagai langkah perlindungan yang diperlukan, tetapi harus berjalan bersama pemeliharaan dan pengelolaan air yang berkelanjutan.






