Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Retardan Singkong Disiapkan untuk Membantu Memadamkan Karhutla

Retardan Singkong Disiapkan untuk Membantu Memadamkan Karhutla
Minat|Solusi Pintar

Dari bahan lokal menuju uji lapangan

Retardan singkong adalah bahan untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang dibuat dengan mencampurkan pati atau tepung singkong dan amonium polifosfat (APP), agar materialnya lebih siap digunakan untuk menekan api. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan uji lapangan teknologi ini; Kepala BRIN Arif Satria menyatakan tim peneliti telah siap mengujinya pada akhir Oktober 2026. Langkah tersebut menjanjikan pemanfaatan bahan lokal, tetapi kesiapan untuk diuji belum membuktikan efektivitas di lapangan. Karena itu, inovasi ini patut dipandang sebagai kandidat pendukung pemadaman kebakaran lahan, bukan pengganti metode yang sudah diterapkan. Nilai pentingnya terletak pada pembuktian: apakah campuran tersebut dapat digunakan dengan baik dalam kondisi kebakaran nyata.

Gagasan ini juga menjawab kebutuhan yang praktis. Singkong tersedia sebagai bahan lokal, sedangkan APP yang diperlukan untuk campuran itu belum tersedia di dalam negeri dan harus didatangkan dari luar negeri. Ketergantungan pada bahan impor membuat ketersediaan APP menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan saat teknologi bergerak dari riset menuju penerapan. BRIN menyatakan APP yang dibutuhkan telah diperoleh dan diuji di lokasi sebelum uji lapangan. Namun, belum ada rincian tentang lokasi maupun jadwal uji coba. Tanpa informasi tersebut, publik belum dapat menilai kapan hasilnya akan tersedia atau bagaimana teknologi ini akan dipakai oleh petugas.

Retardan Singkong Disiapkan untuk Membantu Memadamkan Karhutla

APP mengatasi masalah penggumpalan

Alasan APP menjadi bagian penting dari formulasi ialah pati singkong dapat menggumpal jika digunakan tanpa campuran itu. Menurut Arif, penambahan APP diharapkan membuat material lebih sempurna dan meningkatkan efektivitasnya untuk membantu memadamkan api. Dengan kata lain, pati singkong bukan solusi siap pakai hanya karena merupakan bahan lokal: campuran dan perilakunya saat digunakan harus diuji. Ini titik yang menentukan bagi teknologi karhutla tersebut. Jika bahan menggumpal, penggunaan di lapangan berisiko tidak sesuai harapan; jika campurannya bekerja sebagaimana dirancang, bahan lokal berpotensi memperluas pilihan pendukung pemadaman. Namun, sumber belum memuat hasil uji efektivitas ataupun parameter teknis yang dapat menjawab seberapa baik retardan ini bekerja.

Kesiapan peneliti dan bahan merupakan tahap awal, bukan bukti bahwa teknologi telah diterapkan luas. Arif belum memerinci lokasi dan jadwal pasti pengujian maupun hasil yang ingin dicapai. Pembaca sebaiknya membedakan antara bahan yang sudah diuji di lokasi sebagai persiapan dan uji lapangan untuk menilai kinerjanya dalam penanganan kebakaran. Penilaian berikutnya perlu bertumpu pada hasil pengujian, termasuk apakah campuran mudah digunakan dan benar-benar membantu operasi pemadaman. BRIN melakukan penelitian dan pengembangan, sementara penggunaan hasil riset memerlukan kolaborasi dengan pihak lain agar teknologi dapat diproduksi dan dimanfaatkan masyarakat. Jadi, jalur dari laboratorium ke manfaat nyata masih membutuhkan kerja sama serta bukti kinerja.

Retardan Singkong Disiapkan untuk Membantu Memadamkan Karhutla

Bagian dari strategi yang lebih luas

Retardan singkong disiapkan berdampingan dengan upaya lain, bukan sebagai satu-satunya jawaban atas karhutla. BRIN juga menyiapkan teknologi untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC), termasuk material natrium klorida berukuran sekitar 2–5 mikron, serta menguji teknologi lain yang berkaitan dengan OMC. Sementara itu, dry ice telah digunakan di lapangan selama beberapa hari dan efektivitasnya masih dikaji. Susunan ini menunjukkan strategi yang mencakup pencegahan atau dukungan terhadap kondisi cuaca sekaligus bahan untuk membantu pemadaman api. Pendekatan berlapis masuk akal karena kebakaran lahan tidak selesai hanya dengan satu jenis teknologi. Namun, setiap metode tetap perlu dievaluasi secara terpisah agar perannya jelas dan sumber daya tidak diarahkan pada klaim yang belum terbukti.

BRIN juga mengembangkan prediksi potensi karhutla hingga tiga sampai enam bulan ke depan untuk mendukung mitigasi. Bila dipadukan dengan kesiapan operasi dan uji bahan pemadam, informasi prediksi berpotensi membantu pihak terkait merencanakan langkah lebih awal. Akan tetapi, manfaat rangkaian teknologi ini bergantung pada koordinasi dan tindak lanjut, bukan pada kebaruan bahan semata. Untuk retardan singkong, langkah terdekat adalah uji lapangan yang hasilnya dapat dinilai secara terbuka. Sampai lokasi, jadwal, dan hasil pengujian diumumkan, klaim yang tepat tetap terbatas: pati singkong dan APP sedang disiapkan sebagai dukungan potensial bagi pemadaman kebakaran lahan, belum sebagai solusi yang kinerjanya telah terbukti.

Kesimpulan: ukur hasil sebelum memperluas penggunaan

Inovasi ini layak diuji karena memadukan bahan lokal dengan APP untuk mengatasi kecenderungan tepung singkong menggumpal. Namun, kesiapan uji bukan jaminan keberhasilan pemadaman. BRIN perlu melanjutkan pengujian lapangan dan menyampaikan hasil serta rincian penerapannya, sementara kolaborasi lintas lembaga diperlukan agar riset dapat sampai kepada pengguna. Bersama OMC dan prediksi karhutla, retardan singkong dapat menjadi bagian dari teknologi karhutla yang lebih luas—jika kinerjanya terbukti. Kesimpulannya, pati singkong menawarkan kemungkinan yang patut diperiksa, tetapi keputusan memperluas pemakaiannya harus mengikuti bukti, bukan harapan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!