Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Jingle no na x Shopee Raih 46 Juta Penayangan

Jingle no na x Shopee Raih 46 Juta Penayangan
Minat|Menyanyi

Jingle yang dirancang untuk melekat

Jingle no na x Shopee adalah lagu promosi untuk kampanye Shopee 11.11 Big Sale yang menggabungkan pop ceria, lirik dwibahasa, unsur budaya lokal, dan koreografi dinamis agar mudah diingat. Kolaborasi no na dan Shopee itu meraih lebih dari 46 juta penayangan di TikTok, YouTube, dan Instagram: 21 juta di TikTok, 15 juta di YouTube, serta 10 juta di Instagram. Angka tersebut menunjukkan bahwa musik kampanye dapat bekerja lebih jauh daripada sekadar menjadi latar iklan: ia memberi audiens bunyi dan gerakan yang mudah dikenali. Keempat anggota no na—Baila Fauri, Christy Gardena, Shazfa Adesya, dan Esther Geraldine—membawa energi kelompok ke dalam visual penuh warna. Hasilnya terasa seperti video musik singkat, bukan iklan yang hanya menyampaikan daftar penawaran.

Perpaduan bahasa dan budaya yang terasa akrab

Kekuatan lagu iklan Shopee ini terletak pada pilihan detailnya. Lirik berpindah dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, dibuka dengan sapaan “Hello, do you copy?” sebelum mengajak pendengar membayangkan berbelanja sambil menggulir produk bersama teman. Pergantian bahasa memberi warna pop, sementara penyebutan batik, jamu, kue cubit, dan tahu membuat musik kampanye itu terasa dekat dengan keseharian. Sentuhan lokal tersebut bukan tempelan yang mengganggu alur; justru kontras antara istilah global, bahasa gaul, dan nama makanan akrab memberi lagu identitas yang lebih khas. Frasa seperti “sat-set checkout slay” menambah aksen jenaka. Strategi kreatif ini lebih efektif daripada lirik promosi yang hanya mengulang nama kampanye, karena pendengar memperoleh potongan kata dan gambaran yang mudah diingat.

Koreografi mengubah penonton menjadi peserta

Koreografi energik menjadi bagian penting dari daya tarik jingle, bukan hiasan di pinggir lagu. Gerakan kompak keempat anggota no na menyatu dengan irama upbeat dan visual cerah, sehingga iklan menawarkan pengalaman yang bisa ditonton sekaligus diikuti lewat nyanyian atau tarian. Pola ini membantu menjelaskan mengapa materi kampanye memperoleh perhatian lintas platform: musik memberi pengait, sedangkan gerakan menyediakan sesuatu untuk ditiru dan dibagikan. Lirik tentang mencari pakaian atau sepatu, melihat-lihat pilihan bersama teman, dan menikmati kemudahan belanja membuat adegan terasa akrab bagi audiens muda. Bagian tentang gratis ongkir dan pengiriman cepat juga menghubungkan hiburan dengan manfaat praktis bagi pengguna. Namun, daya ingat lagu tidak menjamin setiap orang akan berbelanja; nilai kampanye bergantung pula pada relevansi penawaran.

Jingle menjadi pintu masuk kampanye 11.11

Kolaborasi ini merupakan bagian dari Shopee 11.11 Big Sale, yang berlangsung dari 25 Oktober hingga 11 November 2026 menjelang puncak kampanye pada 11 November. Penawaran yang disebut dalam materi kampanye mencakup Big Flash Sale Rp11 ribu, Beli 2 Gratis 1, dan diskon hingga 90 persen. Jingle memberi kampanye wajah yang lebih menghibur, sementara penawaran menyediakan alasan praktis bagi pengguna untuk membuka aplikasi dan membandingkan kebutuhan. Meski begitu, pencapaian 46 juta penayangan paling tepat dibaca sebagai ukuran jangkauan video, bukan bukti langsung bahwa penonton melakukan pembelian. Kesimpulannya, daya tarik kampanye ini lahir dari kombinasi yang cermat: melodi mudah diingat, koreografi yang mengundang partisipasi, dan unsur lokal yang membedakannya. Musik membuat orang berhenti menonton; relevansi produk dan promo menentukan apakah perhatian itu berlanjut.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!