Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Boikot Tak Menyurutkan Semua Pengunjung RANS Carnival

Boikot Tak Menyurutkan Semua Pengunjung RANS Carnival
Minat|Tembikar

Boikot berdampak berbeda pada setiap pihak

RANS Carnival Sleman adalah acara hiburan di kawasan Stadion Maguwoharjo yang mempertemukan warga, pedagang, dan pelaku usaha kecil dalam rangkaian kegiatan akhir pekan. Di tengah seruan boikot terhadap Raffi Ahmad, acara pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 memperlihatkan respons yang bertolak belakang: sejumlah UMKM memilih mundur, sementara sebagian warga tetap datang. Perbedaan ini menunjukkan bahwa boikot tidak otomatis menghentikan sebuah acara atau mengubah keputusan semua orang. Dampaknya lebih terlihat pada pilihan masing-masing pihak—mulai dari pelaku usaha yang mempertimbangkan sikap publik hingga pengunjung yang mengejar hiburan dan akses gratis. Karena itu, keramaian di lokasi tidak bisa dibaca sebagai tanda bahwa seruan boikot tak berpengaruh. Namun, pengunduran diri beberapa tenant juga tidak berarti acara kehilangan seluruh daya tariknya.

UMKM menanggung konsekuensi keputusan

Sebagian pelaku UMKM RANS Carnival membatalkan keikutsertaan setelah menyiapkan stok, membeli bahan baku, bahkan mendirikan stan. Pengunduran diri tersebut muncul sebagai dampak seruan boikot terhadap Raffi Ahmad, dan beberapa pelaku mengumumkan keputusan mereka melalui media sosial. Bagi usaha kecil, mundur bukan keputusan tanpa biaya: bahan yang sudah dibeli dan persiapan yang telanjur dilakukan menjadi beban, meski sumber tidak menyebut nilai kerugiannya. Salah satu usaha yang mengabarkan pembatalan adalah akun @jeruklokal_maguwoharjo. Meski kecewa, pemiliknya menyatakan tetap optimistis bisa berjualan di tempat lain dan percaya rezeki dapat datang dari berbagai arah. Sikap publik yang membantu mempromosikan usaha dan membeli dagangan mereka memperlihatkan bahwa solidaritas dapat beralih dari panggung acara ke pedagang yang terdampak.

Pengunjung datang demi hiburan gratis

Di sisi lain, boikot RANS Carnival tidak menyurutkan sebagian warga. Pada hari kedua, Minggu, 1 November, area acara di Stadion Maguwoharjo tampak dipadati pengunjung dan lebih ramai daripada hari sebelumnya. Wahana permainan, konser, dan jajanan dari UMKM maupun pedagang kaki lima ditawarkan gratis, alasan kuat bagi keluarga dan warga sekitar untuk datang. Ina, warga Purwomartani, Kalasan, hadir bersama rombongan sekitar 10 orang pada pukul 17.00 untuk menikmati hiburan dan makanan gratis. Ia mengatakan, “Makanan semua gratis, mainan gratis, semuanya gratis.” Ina juga mengaku tidak ikut-ikutan soal boikot. Gambaran di lokasi—termasuk antrean panjang di depan lima tenda kuliner—menegaskan bahwa bagi sebagian pengunjung RANS Carnival, manfaat langsung acara mengalahkan kontroversi yang ramai di media sosial.

Keramaian bukan ukuran tunggal keberhasilan boikot

Respons yang beragam ini sebaiknya dibaca sebagai dampak boikot yang tidak seragam, bukan sebagai kemenangan mutlak salah satu pihak. Pengunduran diri UMKM menandakan seruan tersebut memengaruhi keputusan bisnis dan membawa konsekuensi praktis bagi pedagang yang sudah bersiap. Sementara itu, ramainya pengunjung RANS Carnival menunjukkan bahwa acara gratis tetap punya daya tarik, terutama bagi warga yang mencari kegiatan keluarga dekat rumah. Kedua hal itu dapat terjadi bersamaan: pengunjung menikmati fasilitas, sedangkan sebagian pelaku usaha memilih menjaga jarak atau mencari tempat berjualan lain. Ukuran dampak boikot karenanya tak cukup hanya menghitung kerumunan. Perlu juga melihat siapa yang mundur, siapa yang tetap datang, serta bagaimana keputusan itu memengaruhi penghidupan UMKM. Kesimpulannya, boikot tidak menghentikan acara, tetapi membuat dampaknya terasa berbeda bagi setiap kelompok.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!