Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Boikot RANS Carnival Mengubah Suasana, Musisi dan Tenant Mundur

Boikot RANS Carnival Mengubah Suasana, Musisi dan Tenant Mundur
Minat|Musik Rock

Boikot mengubah festival menjadi panggung krisis kepercayaan

Boikot RANS Carnival adalah penolakan publik terhadap festival yang berdampak langsung pada kesediaan musisi, tenant, dan pengunjung untuk berpartisipasi. Dalam kasus ini, protes atas keterlibatan Raffi Ahmad dalam deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI menjalar dari ruang digital ke acara di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 itu tetap digelar, tetapi tekanan publik membuat sejumlah seniman dan pedagang lokal menarik diri.

Sehari sebelum acara, kritik terhadap kehadiran Raffi dalam deklarasi yang dipandang sebagai tandingan demonstrasi mahasiswa memicu pembatalan dari pengisi acara dan tenant. Ini bukan sekadar perubahan susunan panggung: bagi penyelenggara, mundurnya peserta menunjukkan bahwa reputasi dan penerimaan masyarakat ikut menentukan kelangsungan sebuah festival. Ketika kepercayaan retak, keputusan untuk tetap membuka gerbang belum tentu cukup untuk memulihkan suasana.

Musisi mundur, panggung kehilangan daya tarik

Guyon Waton menjadi salah satu kelompok pertama yang mundur, dengan alasan menjaga keamanan dan kondusivitas warga. Tipe-X, OM Wawes, dan Masdddho juga membatalkan penampilan; Fourtune, RFRNDS, serta pembawa acara Ibenk Hafiz Miraza disebut ikut menarik diri. Keputusan mereka tidak menghapus kontroversi, tetapi membuat dampaknya terlihat langsung: penonton kehilangan nama-nama yang semestinya menjadi daya tarik festival.

RANS Carnival tetap berlangsung sesuai jadwal dengan kemasan lebih sederhana, tetapi hari pertamanya tampak lengang, berbeda dari edisi-edisi sebelumnya yang pernah menarik puluhan ribu pengunjung. Sebagai pembanding, gelaran di Bandung Barat pada 2025 mencatat 57.386 pengunjung, sedangkan acara di Malang, Makassar, dan Bekasi masing-masing mencatat 22.614, 21.394, dan 18.234 pengunjung. Angka itu menegaskan betapa besar jarak antara capaian terdahulu dan suasana sepi kali ini.

UMKM RANS Carnival menanggung dampak paling nyata

Di antara pihak yang terdampak, pelaku UMKM RANS Carnival menghadapi risiko yang paling konkret. Sejumlah tenant kuliner ikut mundur, sementara pedagang telah menyiapkan bahan, kemasan, stan, dan tenaga kerja. Biaya sewa tempat serta upah yang telanjur dibayar tetap menjadi beban meski kesempatan berjualan hilang. Boikot dapat menjadi cara publik menyampaikan keberatan, tetapi ongkos praktisnya juga jatuh kepada usaha kecil yang belum tentu menjadi sasaran kritik.

Seorang pedagang donat dilaporkan telah memproduksi sekitar 2.000 buah dan terancam kehilangan modal produksi karena batal menjualnya di festival. Situasi ini memperlihatkan kelemahan perencanaan acara yang bergantung pada keramaian: ketika peserta mundur dan pengunjung menyusut, pedagang kecil menanggung konsekuensi tanpa kepastian pemulihan. Karena itu, tuntutan agar panitia memberi solusi nyata bagi pelaku usaha bukan urusan tambahan, melainkan bagian dari tanggung jawab penyelenggaraan.

Klarifikasi Raffi belum menjawab seluruh dampak

Dalam klarifikasi Raffi Ahmad melalui media sosial, ia menyatakan hadir dalam deklarasi Sumpah Pemuda sebagai undangan dan tidak terlibat dalam perencanaan maupun susunan acara. Ia juga menyampaikan penghormatan kepada pihak yang menyuarakan aspirasi pada 28 Oktober dan menegaskan pentingnya suara mahasiswa. Penjelasan itu memberi gambaran versinya, tetapi tidak serta-merta memulihkan kepercayaan atau mengembalikan musisi dan tenant yang telah membatalkan partisipasi.

Penyelenggara menyatakan festival tetap berjalan dengan konsep lebih sederhana. Langkah berikutnya seharusnya tidak berhenti pada perubahan kemasan: panitia perlu menjelaskan mekanisme penyelesaian bagi tenant yang telanjur menanggung biaya dan berkomunikasi terbuka dengan warga. Kesimpulannya, boikot RANS Carnival menunjukkan bahwa reputasi acara dibangun bukan hanya oleh panggung, melainkan juga oleh kepekaan terhadap aspirasi publik dan perlindungan bagi pihak kecil yang ikut bekerja. Tanpa tindak lanjut yang jelas, klarifikasi saja berisiko terdengar lebih cepat daripada solusi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!