Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Mengapa Penampilan Live Le Sserafim Terus Jadi Sorotan Netizen

Mengapa Penampilan Live Le Sserafim Terus Jadi Sorotan Netizen
Minat|Menyanyi

Kontroversi Terbaru: Dari Summer Sonic ke Tur Pureflow

Kontroversi penampilan live Le Sserafim merujuk pada rangkaian kritik publik terhadap kualitas vokal langsung dan dugaan penggunaan lipsync atau live AR dalam panggung mereka, yang memicu perdebatan tentang kejujuran performa dan standar vokal di industri K-pop modern. Penampilan live Le Sserafim kembali memicu kemarahan netizen setelah cuplikan dari Summer Sonic Festival 2026 dianggap sepenuhnya pre recorded dan bukan vokal langsung di panggung. Klip tersebut menancapkan reputasi bermasalah untuk grup di mata sebagian penonton, karena festival rock besar identik dengan autentisitas live. Belum reda, muncul lagi video dari tur dunia Pureflow, ketika mereka duduk menyanyikan lagu bertempo lambat berjudul "Sonder". Di titik Sakura melewatkan bagiannya, suaranya tetap terdengar utuh dengan efek yang sama, seolah rekaman sedang berjalan di belakang, dan momen inilah yang menyulut kembali tuduhan lipsync berulang terhadap grup naungan HYBE tersebut.

Mengapa Penampilan Live Le Sserafim Terus Jadi Sorotan Netizen

Live AR, Lipsync, dan Pertanyaan soal Standar Vokal HYBE

Klip insiden "Sonder" yang menampilkan dugaan penggunaan live AR—rekaman vokal yang dirancang terdengar seperti live—sudah ditonton lebih dari 9 juta kali di media sosial dan memicu perdebatan sengit. Di X, komentar tajam bermunculan, mulai dari menyebut penampilan mereka "sekadar akting belaka" hingga menyebut grup ini "benar-benar grup perempuan yang paling tidak punya bakat sepanjang sejarah KPop". Di sisi lain, muncul kritik yang lebih sistemik: netizen mempertanyakan standar vokal grup musik di bawah HYBE dan efektivitas kultur training bertahun-tahun jika hasil akhirnya dianggap "kurang" secara vokal. Salah satu komentar viral bahkan mempertanyakan, apakah masa trainee K-pop benar-benar diisi dengan latihan vokal yang serius. Kontroversi lipsync K-pop yang menimpa Le Sserafim akhirnya meluas, dari sekadar menyoal penampilan live Le Sserafim menuju kritik pada model pembentukan idol yang menekankan koreografi dan citra, tetapi dianggap mengorbankan kualitas vokal live performance.

Ekspektasi Tinggi Penonton dan Pola Kritik Berulang

Yang menarik bukan hanya satu video bermasalah, melainkan pola kritik berulang terhadap penampilan live Le Sserafim di berbagai panggung. Sebelumnya, mereka sudah dikritik karena diduga lipsync saat membawakan "BOOMPALA" di Summer Sonic Festival 2026 di Tokyo, dengan klip yang kembali viral dan memicu ejekan pedas. Pola ini menunjukkan ekspektasi penonton K-pop yang semakin tinggi terhadap kemampuan vokal live, bahkan untuk grup yang dikenal kuat di sisi visual dan koreografi. Netizen juga menyorot ketimpangan kualitas vokal antar anggota: banyak yang menilai Yunjin dan Chaewon sejak awal memiliki vokal lebih stabil, sementara tiga anggota lain dinilai belum berkembang hingga akhirnya kualitas keseluruhan terasa diturunkan agar seimbang. Di mata penonton, panggung tanpa koreografi intens—seperti saat duduk menyanyikan lagu ballad—seharusnya menjadi momen pembuktian vokal, bukan ruang bermain lipsync.

Autentisitas Live vs Produksi Studio: Netizen Membagi Salah

Perdebatan di media sosial tidak berhenti pada vokal semata, tetapi merembet ke isu besar: seberapa jauh industri musik boleh mengandalkan produksi studio di panggung yang diklaim live. Penggunaan live AR yang berulang dalam penampilan Le Sserafim, bahkan ketika tidak ada koreografi berat, dianggap sebagian penonton sebagai bentuk penipuan terhadap label "konser" dan tiket yang mereka beli. Sebagian netizen menyalahkan agensi, menilai HYBE dan label di bawahnya "menjerumuskan" grup dengan tidak memberi porsi pelatihan vokal yang cukup dan tetap mendorong mereka tur dunia. Sebagian lain menilai anggota juga harus bertanggung jawab, minimal dengan mengambil kelas vokal tambahan dan berani tampil lebih raw di panggung. Di tengah perdebatan, ada yang tetap mengapresiasi kemampuan vokal Yunjin dan Chaewon, sekaligus menuntut kejujuran: jika panggung memakai rekaman, maka jangan lagi memasarkan penampilan live sebagai bukti kualitas vokal autentik.

Kesimpulan: Saat Industri K-pop Harus Memilih Kejujuran

Kontroversi penampilan live Le Sserafim bukan insiden terpisah, melainkan gejala ketegangan lama antara estetika panggung sempurna dan tuntutan kejujuran vokal. Ketika klip lipsync duduk diam dianggap "wajar" di K-pop dan bisa lolos hingga tur dunia, wajar jika penonton mempertanyakan integritas seluruh sistem. Di titik ini, agensi dan grup musik tidak lagi bisa bertumpu pada produksi studio ketika menjual branding live performance; penonton sudah terlalu melek untuk dibuai oleh AR dan backing track yang tebal. Industri K-pop perlu mengakui bahwa standar vokal live performance telah berubah: penonton menginginkan ketidaksempurnaan yang jujur, bukan kesempurnaan yang terdengar seperti file rekaman. Le Sserafim kebetulan berada di pusat badai, tetapi pesan netizen sesungguhnya ditujukan ke seluruh ekosistem: jika menyebutnya "live", maka biarkan vokal live memimpin, bukan bersembunyi di balik lipsync.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!