Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Dapur Rumahan ke Klaster Unggulan: Lompatan Usaha Wanita Kuliner Desa

Dari Dapur Rumahan ke Klaster Unggulan: Lompatan Usaha Wanita Kuliner Desa
Minat|Makanan Kaki Lima

Usaha wanita kuliner: dari dapur rumah ke ekonomi desa

Usaha wanita kuliner berbasis bahan lokal adalah aktivitas ekonomi yang dikelola terutama oleh perempuan untuk mengolah hasil pangan sekitar menjadi produk olahan lokal bernilai jual, yang menjembatani dapur rumahan dengan pasar modern sambil membuka lapangan kerja dan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga di desa. Fenomena ini tampak jelas pada transformasi kelompok usaha perempuan yang berangkat dari skala rumahan, kemudian tumbuh menjadi UMKM kuliner desa yang lebih terstruktur berkat pendampingan, akses modal, dan perluasan jaringan pasar. Alih-alih sekadar “bantu suami”, perempuan mengambil posisi sebagai pelaku utama penggerak ekonomi. Contohnya, Kelompok Usaha Harapan Bersama di Desa Cibubuan, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, yang diketuai Sri Dolar Damayanti, berkembang dari usaha rumahan menjadi wadah pemberdayaan ekonomi bagi warga sekitar.

Harapan Bersama Sumedang: bukti kekuatan kolektif perempuan

Kisah Kelompok Usaha Harapan Bersama menunjukkan bahwa ketika perempuan dihimpun dalam struktur kelompok usaha perempuan, efek ekonominya jauh melampaui dapur keluarga. Kelompok ini resmi terbentuk pada 2019, berawal dari berkembangnya HJ. NONOH Snack yang sejak 2014 memproduksi makanan ringan tradisional khas Sunda. Mereka mengolah emping melinjo, opak, raginang, kolontong hingga berbagai keripik dengan resep turun-temurun. Di tengah keterbatasan ekonomi akibat pandemi, usaha ini menjadi kesempatan warga sekitar untuk tetap bekerja, memperoleh penghasilan, dan menopang ekonomi keluarga. Setelah bergabung sebagai penerima manfaat Program AURA pada 2026, kapasitas produksi meningkat karena proses pengeringan tak lagi bergantung cuaca dan sistem penyimpanan menjadi lebih higienis. Dampaknya, toko dan distributor menambah pesanan rutin. Ini bukti bahwa pemberdayaan ekonomi wanita bekerja ketika tradisi lokal disambungkan dengan teknologi dan manajemen sederhana.

KWT Bina Tani Mysari Pala: pala desa jadi manisan bernilai tinggi

Jika Sumedang kuat di jajanan tradisional, Bogor Selatan menunjukkan wajah lain usaha wanita kuliner desa lewat KWT Bina Tani Mysari Pala. Kelompok wanita tani ini membaca potensi pala yang sering dipandang remeh dan mengubahnya menjadi manisan, sirup, dan permen dengan nilai jual lebih tinggi. Di sini tampak jelas peran produk olahan lokal sebagai jembatan dari lahan ke pasar: bahan yang semula hanya dijual mentah diubah menjadi UMKM kuliner desa dengan karakter rasa yang khas. Usaha para perempuan ini terus berkembang berkat program klaster unggulan BRI Peduli melalui bantuan peralatan produksi serta pelatihan usaha, inovasi produk, dan pemasaran. Kutipan yang layak dicatat dari kisah ini adalah bahwa dukungan klaster unggulan memberi bukan hanya alat, tapi cara berpikir baru: perempuan tani belajar mengemas, menghitung, dan memasarkan, bukan hanya menanam.

Peran Program AURA dan klaster unggulan: dari pelatihan ke pasar

Program AURA yang diinisiasi BRI Peduli dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar bisa mengembangkan usaha sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi dari masyarakat. Kelompok Usaha Harapan Bersama menjadi penerima manfaat program ini pada 2026, dan merasakan langsung peningkatan kelancaran produksi berkat teknologi pengeringan dan tata kelola penyimpanan yang lebih rapi dan higienis. Sementara itu, di Bogor, program klaster unggulan memberi KWT Bina Tani Mysari Pala akses ke peralatan produksi plus pelatihan usaha, inovasi produk, dan pemasaran. Di level makro, Program AURA yang diluncurkan pada 2021 telah memberdayakan 30 kelompok usaha perempuan di berbagai daerah sebagai komitmen pada pemberdayaan perempuan dan pertumbuhan ekonomi inklusif. Ini menunjukkan bahwa skema pendampingan yang konsisten jauh lebih penting dibanding bantuan sekali datang lalu hilang.

Mengapa usaha kuliner lokal layak jadi strategi pembangunan desa

Pelajaran utama dari dua kasus ini sederhana: ketika bahan lokal diolah oleh perempuan desa, lahirlah peluang ekonomi berkelanjutan. Emping, opak, raginang, kolontong hingga keripik khas Sunda yang digarap Harapan Bersama menunjukkan bagaimana resep turun-temurun bisa menjelma menjadi usaha wanita kuliner yang menyerap tenaga kerja lokal. Di Bogor Selatan, pala yang diolah menjadi manisan, sirup, dan permen bernilai jual membuktikan bahwa hasil kebun pun bisa naik kelas menjadi produk olahan lokal yang siap bersaing. Sri Dolar Damayanti menegaskan pentingnya dukungan bagi UMKM di pedesaan agar semakin banyak kelompok mendapat pembinaan, penguatan kapasitas, dan kemudahan akses layanan keuangan hingga pelosok. Harapannya sejalan dengan pernyataan bahwa program AURA diharapkan terus melahirkan lebih banyak perempuan tangguh yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!