Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Influencer ke Pengusaha Parfum: Kuasa Personal Branding

Dari Influencer ke Pengusaha Parfum: Kuasa Personal Branding
Minat|Parfum

Personal branding sebagai jembatan ke bisnis wewangian

Personal branding influencer dalam bisnis parfum lokal adalah proses ketika figur kecantikan yang telah membangun kepercayaan audiens melalui konten, kisah personal, dan edukasi, kemudian mengubah kedekatan tersebut menjadi dasar brand parfum lokal yang dipercaya, relevan, dan mampu bertahan di tengah banyaknya pilihan wewangian di pasar.

Fenomena entrepreneur wewangian dari kalangan beauty influencer dan figur publik bukan sekadar tren, tetapi pergeseran cara membangun bisnis parfum lokal: dimulai dari kepercayaan, bukan dari botol produk. Kisah Alifah Ratu Saelynda, misalnya, menunjukkan bahwa brand kecantikan bisa lahir setelah bertahun-tahun membangun citra diri dan kejujuran sebagai konten kreator, sebelum akhirnya berani meluncurkan brand sendiri pada 2020. Di sisi lain, Lailani Fitrah Ramadhani membawa latar sebagai mantan Putri Indonesia daerah ke dunia brand parfum lokal lewat Sajak Harum, yang resmi meluncur pada Juli 2026. Dua contoh ini menegaskan: di industri wewangian, reputasi personal lebih dulu harus harum sebelum produknya.

Alifah Ratu: edukasi dan transparansi sebagai fondasi kepercayaan

Perjalanan Alifah Ratu tidak dimulai dari laboratorium parfum atau pabrik skincare, melainkan dari satu dekade konsisten membuat konten kecantikan seputar kondisi kulitnya sendiri. Sebagai beauty influencer, ia menempatkan dirinya sebagai studi kasus hidup: kulit berjerawat, progres yang pelan, dan ulasan produk yang memperlihatkan proses, bukan keajaiban semalam. Di Talkshow Bandung x Beauty yang digelar di Trans Studio Mall Bandung pada Jumat (4/9/2026), ia menegaskan bahwa personal branding yang dibangun bertahun-tahun merupakan modal penting berkembangnya brand Teratu Beauty.

Pendekatan Alifah relevan untuk siapa pun yang ingin merintis bisnis parfum lokal: kejujuran dan edukasi tidak bisa dinegosiasikan. Ketika konsumen menyampaikan hasil yang berbeda dari pengalamannya memakai produk, ia tidak menganggapnya sebagai kesalahan, melainkan pintu percakapan tentang perbedaan kondisi kulit dan lingkungan. Pengalaman itu membuatnya melihat bahwa konsumen perlu memahami kulitnya sebelum menilai kecocokan produk, sehingga pemakaian skincare bisa lebih tepat sasaran. Dalam konteks brand parfum lokal, prinsip yang sama berlaku: jelaskan karakter aroma, ketahanan, dan siapa yang mungkin cocok atau tidak, daripada menjual mimpi wangi universal yang tidak realistis.

Lailani Fitrah dan Sajak Harum: aroma prestasi dan kedekatan emosional

Lailani Fitrah Ramadhani datang ke panggung entrepreneur wewangian dengan bekal berbeda: mahkota mantan Putri Indonesia DKI Jakarta 6 tahun 2025. Alih-alih berhenti di gelar kontes kecantikan, ia memilih mengekspresikan identitas melalui brand parfum lokal bernama Sajak Harum yang rilis pada Juli 2026. Di balik peluncuran ini bukan semata kalkulasi bisnis, melainkan kecintaan panjang terhadap parfum yang ia warisi dari sang nenek, yang gemar mengoleksi parfum bermerek.

Keunggulan Sajak Harum bukan hanya status figur publik di baliknya, tetapi cara Lailani memadukan pengalaman pribadinya sebagai kolektor parfum dengan memahami selera aroma banyak orang. Ia menghadirkan tiga varian awal—Amarta, Kelana, dan Niskala—semuanya bernuansa segar dengan karakter buah dan bunga yang akrab di hidung konsumen lokal. Amarta memadukan melon, apel, alpukat, dan bergamot; Kelana menghadirkan hangatnya persik dan kelapa; Niskala menggunakan sedap malam dan vanilla. Ia pun menekankan ketahanan 8 hingga 12 jam dengan konsentrasi extrait de parfum, di atas eau de parfum. Kutipan kuncinya jelas: “Untuk tahanannya 8 sampai 12 jam karena kita udah extrait the perfume, udah di atasnya EDP (eau de parfum)”.

Kepercayaan, storytelling, dan masa depan bisnis parfum lokal

Pelajaran utama dari Alifah dan Lailani adalah bahwa brand parfum lokal di era sekarang menang bukan lewat klaim bombastis, melainkan kepercayaan dan storytelling. Alifah mengajarkan pentingnya ulasan jujur dan memperlihatkan proses penggunaan produk dari bulan ke bulan sebagai pembeda brand-nya dari yang lain. Lailani menambahkan lapisan emosional: rencana meluncurkan parfum pria sekitar November 2026 dan sebuah wewangian khusus yang memakai nama ibunya di momen Hari Ibu, sebagai bentuk penghormatan pada sosok yang selalu mendukung kariernya. Rencana itu punya makna personal karena figur ibu yang ia kenang dengan baik.

Ke depan, entrepreneur wewangian yang serius harus melihat personal branding bukan sebagai pencitraan kosong, tetapi sebagai kontrak kepercayaan jangka panjang. Di pasar yang kian penuh, edukasi konsumen tentang perbedaan kulit, cuaca, dan preferensi aroma menjadi penentu apakah sebuah bisnis parfum lokal akan bertahan atau hilang tertiup angin promosi sesaat. Figur publik boleh membawa sorotan media, tetapi tanpa transparansi, kedekatan emosional, dan keberanian mengakui bahwa tidak semua orang akan cocok, wangi brand bisa cepat pudar. Kesimpulannya sederhana: sebelum sibuk memikirkan desain botol dan kampanye, bangun dulu cerita dan kepribadian yang pantas dipercaya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Related Products

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!