Lonjakan PDB Fashion: Bukti Kuasa Belanja Digital
PDB industri fashion adalah nilai total produksi, distribusi, dan penjualan produk fesyen yang berkontribusi pada perekonomian suatu negara, mencakup aktivitas dari produsen besar hingga brand lokal yang berjualan melalui ekosistem digital dan kanal offline yang saling terhubung dalam rantai pasok modern. Ketika PDB industri fashion tembus Rp120,13 triliun pada triwulan I 2026, jelas bahwa sektor ini tidak lagi sekadar pelengkap ekonomi kreatif, tetapi sudah menjadi mesin pertumbuhan yang patut diperhitungkan[Kemenperin mencatat PDB industri fesyen mencapai Rp120,13 triliun pada triwulan I 2026.][Kementerian Perindustrian mencatat PDB industri fesyen mencapai Rp 120,13 triliun pada triwulan I 2026.]. Angka ini tidak muncul dari ruang kosong; ia lahir dari pergeseran besar ke belanja digital fashion, di mana inspirasi, rekomendasi, dan transaksi menyatu dalam satu pengalaman layar. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa siapa pun yang mengabaikan kanal digital, terutama konten dan live shopping fashion, secara sadar memilih tertinggal dari arus utama ekonomi baru.
Discovery Commerce: Mesin Pertumbuhan Brand Lokal
Kata kunci dari pertumbuhan brand lokal saat ini bukan sekadar “jualan online”, melainkan discovery commerce. Inklusivitas ekosistem ini membuka ruang bagi label rumahan hingga jenama menengah untuk ditemukan melalui konten, komunitas, dan perdagangan dalam satu sistem yang terintegrasi[Inklusivitas discovery commerce membuka peluang bagi brand fesyen lokal dari berbagai skala untuk menjangkau lebih banyak konsumen melalui konten, komunitas, dan aktivitas perdagangan dalam satu ekosistem yang terintegrasi.][Brand fesyen lokal tumbuh berkat kekuatan discovery commerce.]. Discovery commerce mengubah cara konsumen menemukan produk: mereka tidak lagi mencari merek, melainkan menemukan merek yang relevan dari feed video pendek dan sesi LIVE. Di sini, pertumbuhan brand lokal ditentukan oleh kemampuan mereka membangun narasi otentik, konsisten, dan relevan. Dalam ekosistem ini, brand kecil bisa menyaingi pemain besar selama mereka mampu memproduksi konten yang memicu rasa penasaran dan kepercayaan. Discovery commerce, pada akhirnya, adalah demokratisasi etalase: siapa pun bisa tampil di depan, asalkan mengerti cara bermain di layar.
Live Shopping Fashion: Dari Tontonan Jadi Mesin Konversi
Live shopping fashion bukan lagi eksperimen; angka pesanan yang naik 59 persen pada kuartal I 2026 membuktikan bahwa format ini telah menjadi kanal penjualan utama[Pada kuartal I 2026, jumlah pesanan melalui sesi LIVE meningkat 59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.][Metode LIVE terbukti berhasil menaikkan pesanan 59 persen pada kuartal I 2026 dibanding tahun sebelumnya.]. Konsumen “nonton sambil belanja”, dan di titik ini hiburan menyatu dengan transaksi. Pernyataan bahwa “kini, makin banyak konsumen yang mendapatkan inspirasi melalui video pendek dan sesi LIVE” bukan sekadar observasi perilaku; ini peringatan bagi brand yang masih mengandalkan katalog statis[Kini, makin banyak konsumen yang mendapatkan inspirasi melalui video pendek dan sesi LIVE.]. Live shopping mengembalikan unsur manusia dalam belanja digital fashion: ada dialog, demonstrasi produk, dan rasa kebersamaan. Kekuatan sesinya ada pada tempo cepat dan interaksi langsung yang mendorong keputusan impulsif sekaligus terinformasi. Brand yang mampu mengelola live sebagai acara rutin, bukan kegiatan sesekali, akan menikmati konversi penjualan yang jauh lebih stabil.
Affiliate, Kampanye Lokal, dan Kepercayaan Konsumen
Pertumbuhan ekosistem fashion digital diperkuat oleh jaringan affiliate yang agresif dan kampanye yang memihak produk lokal. Jumlah pesanan dari affiliate di satu platform meningkat 2,5 kali lipat sepanjang 2025 dibandingkan 2024, menandakan bahwa rekomendasi kreator sudah menjadi pilar utama keputusan belanja[Sepanjang 2025, jumlah pesanan dari affiliate di TikTok Shop meningkat 2,5 kali lipat dibandingkan 2024.][Pada 2025, pesanan melalui affiliate di TikTok Shop naik 2,5 kali dibandingkan 2024.]. Kampanye bertema #BeliLokal di ajang pekan fashion akhir Juli hingga awal Agustus 2026 memperjelas ambisi: mengikat discovery commerce dengan kebanggaan pada brand lokal[Melihat peluang tersebut, TikTok Shop by Tokopedia mengusung kampanye #BeliLokal di Indonesia Fashion Week (IFW) 29 Juli–2 Agustus 2026 di Jakarta untuk memperkuat pertumbuhan brand fesyen lokal melalui discovery commerce.]. Di sisi konsumen, kepercayaan dijaga lewat sistem perlindungan pengguna, membuat pelaku usaha merasa #JualanNyaman dan pembeli #BelanjaAman[Walau pengikut kami belum banyak, konsumen tetap yakin berbelanja karena merasa terlindungi oleh sistem di platform. Ini membuat kami #JualanNyaman di TikTok Shop.][Bagi Ireztia, menjadi affiliate bukan sekadar peluang memperoleh penghasilan, tetapi juga cara membantu audiens #BelanjaAman dengan menemukan produk lokal berkualitas melalui rekomendasi yang bertanggung jawab.]. Inilah alasan praktis mengapa konsumen bersedia berpindah dari mal fisik ke layar: mereka merasa terlindungi sekaligus terinspirasi.
Strategi Brand Lokal: Dari Konten ke PDB
Brand lokal yang cerdas tidak lagi melihat e-commerce sebagai tambahan, melainkan sebagai panggung utama ekspansi pasar. Fitur seperti kolaborasi dengan affiliate dan halaman khusus bagi brand lokal dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan dan mempertahankan pertumbuhan[Selain itu, TikTok Shop juga menghadirkan berbagai fitur, seperti kolaborasi dengan affiliate dan halaman khusus bagi brand lokal untuk memperluas jangkauan pasar.][TikTok Shop juga memfasilitasi kolaborasi dengan affiliate serta halaman khusus untuk memperkuat performa brand fesyen lokal.]. Contoh menarik datang dari Beige Studio yang menjadikan sesi LIVE sebagai kanal utama peluncuran koleksi, sementara video pendek digunakan untuk memperluas audiens dan membangun kepercayaan[Guna menjaga pertumbuhan berkelanjutan, Beige Studio memanfaatkan discovery commerce. TikTok LIVE menjadi kanal utama untuk meluncurkan koleksi terbaru, sementara video pendek bisa memperluas audiens dan membangun kepercayaan.]. Strategi konten yang konsisten, otentik, dan relevan membuat brand semacam ini mampu menghasilkan ratusan order per hari serta merasakan lonjakan penjualan lebih dari 50 persen saat kampanye tanggal kembar dan hari gajian[Dukungan TikTok Shop memperkuat brand kami; saat kampanye tanggal kembar dan pay day, penjualan kami naik lebih dari 50 persen.]. Jika banyak brand lokal menempuh jalur serupa, PDB industri fashion ke depan bukan hanya akan tumbuh, tetapi juga akan semakin didominasi oleh pemain lokal yang lahir dari layar.






