Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Warung ke Live Shopping: UMKM Kuliner Naik Kelas Lewat Platform Digital

Dari Warung ke Live Shopping: UMKM Kuliner Naik Kelas Lewat Platform Digital
Minat|Pelatihan Komprehensif

Transformasi UMKM Kuliner: Dari Meja Warung ke Layar Streaming

Transformasi UMKM kuliner dari penjualan offline di warung atau kios tradisional menuju pemanfaatan platform e-commerce, live shopping, dan pemasaran digital adalah proses perubahan cara berjualan yang menggabungkan keterampilan teknologi, komunikasi visual, dan interaksi real-time dengan konsumen agar pelaku usaha kecil mampu memperluas pasar, meningkatkan penjualan, dan bersaing di tengah perputaran ekonomi digital yang makin cepat. Pergeseran ini bukan sekadar mengikuti tren; ia menentukan siapa yang akan bertahan. UMKM yang menolak UMKM go digital berisiko terkunci di pasar lokal, sementara mereka yang mau belajar pelatihan e-commerce UMKM dan pelatihan live shopping UMKM mulai menikmati akses ke pelanggan di luar lingkungan sekitar. Di titik ini, program terstruktur dan dukungan platform digital menjadi penentu, bukan pelengkap. Tanpa ekosistem, transformasi tinggal jargon pemasaran digital kuliner belaka.

Gen Matic ShopeeFood: Kurikulum Melek Teknologi untuk Pelaku Kuliner

Program Gen Matic ShopeeFood menunjukkan bahwa UMKM go digital perlu jalan yang jelas, bukan sekadar ajakan abstrak. Sebanyak 120 peserta di Aceh Tamiang dan Bukittinggi mengikuti pelatihan Generasi Melek Teknologi yang membahas pemanfaatan teknologi untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Pada praktiknya, mereka tidak hanya diajari membuka akun, tetapi cara memulai dan mengembangkan usaha di platform e-commerce, bergabung sebagai merchant layanan pesan-antar makanan, hingga membuat konten lewat program afiliasi. Kutipan yang penting di sini: “Penting juga untuk memberikan bekal produktif agar masyarakat dapat memanfaatkan setiap peluang ekonomi secara optimal”. Fokus pascabencana yang diangkat penyelenggara memperlihatkan bahwa pemulihan ekonomi tidak cukup dengan bantuan sesaat; pelaku usaha kuliner harus mampu memancing aliran pendapatan dari ekonomi digital secara mandiri.

AspekFokus Gen MaticDampak bagi UMKM Kuliner
PlatformCara memulai dan mengembangkan usaha di e-commerceProduk kuliner masuk ke pasar online lintas kota
Layanan pesan-antarBergabung sebagai merchant layanan antar makananWarung mendapat kanal penjualan berbasis aplikasi
Konten & afiliasiMembuat konten melalui program afiliasiPemilik usaha jadi kreator yang mempromosikan produknya sendiri
Dari Warung ke Live Shopping: UMKM Kuliner Naik Kelas Lewat Platform Digital

Live Shopping IMDE: Dari Tangan Penjual ke Persona On-Screen

Jika Gen Matic menyiapkan fondasi e-commerce, pelatihan live shopping UMKM yang digelar IMDE di Jakarta Barat mengajarkan seni menjual di depan kamera. Dalam program KOBAR, 30 pelaku usaha binaan mengikuti sesi intensif selama dua setengah jam untuk memahami konsep, teknik, dan strategi live shopping sebagai strategi pemasaran di tengah perkembangan perdagangan digital. Narasumber menekankan bahwa live shopping bukan hanya soal memajang produk, melainkan membangun komunikasi, kepercayaan, dan pengalaman belanja yang menarik bagi konsumen. Di sinilah banyak UMKM kuliner tersadarkan: mereka tidak cukup punya rasa yang enak, tetapi butuh persona on-screen yang meyakinkan. Tips praktis mulai dari cara membuka siaran yang memikat, menjelaskan keunggulan produk, hingga mendorong audiens melakukan pembelian menjadikan sesi ini lebih mirip pelatihan akting dan komunikasi pemasaran digital kuliner, bukan sekadar workshop teknis.

Kendari dan TJSL: Pemasaran Digital Kuliner Sebagai Jalan Naik Kelas

Di Kendari, pelatihan pemasaran digital yang diselenggarakan sebagai bagian program tanggung jawab sosial lingkungan memotret kebutuhan UMKM rumahan agar naik kelas usaha melalui digital. Sekitar 50 pengusaha lokal, termasuk pelaku usaha kuliner, dilatih meningkatkan daya saing lewat visual dan konten digital. Materi mencakup fotografi produk, pemanfaatan media sosial, hingga strategi digital branding. Pendekatan praktis dengan bahasa yang dekat aktivitas harian menunjukkan satu hal: teknologi tidak boleh terasa asing. Jurnalis yang hadir menegaskan bahwa teknologi saja tidak cukup; SDM kreatif dan inovatif tetap dibutuhkan untuk memanfaatkannya dengan benar dan bermanfaat. Menariknya, banyak peserta sudah memakai aplikasi dan satu-dua perangkat kecerdasan buatan untuk promosi produk, langkah awal yang baik untuk memperluas jangkauan pasar melampaui lingkup lokal. Di sini, UMKM kuliner belajar bahwa foto yang baik dan narasi yang tepat bisa mengganti papan nama kusam di depan rumah.

Menuju Ekosistem Digital yang Utuh: Tantangan dan Arah Berikutnya

Rangkaian pelatihan e-commerce UMKM, live shopping, dan pemasaran digital kuliner di Aceh, Sumatra Barat, Jakarta Barat, dan Kendari mengirim pesan yang sama: UMKM tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Program kolaboratif seperti KOBAR mengintegrasikan peningkatan kapasitas pelaku usaha, penyediaan materi promosi, pemanfaatan kanal digital, serta monitoring dan evaluasi melalui landing page promosi bersama. Sementara itu, pelatihan teknologi di daerah terdampak bencana dirancang agar masyarakat bisa menangkap peluang dan menghasilkan pendapatan dari perputaran ekonomi digital, baik sebagai penjual maupun kreator konten. Pelatihan di Kendari menambah lapisan strategi visual dan branding. Ke depan, keberhasilan ekosistem digital UMKM kuliner akan ditentukan oleh konsistensi: seberapa sering pelaku usaha mempraktikkan ilmu yang mereka terima, update kanal digital, dan menjaga kualitas interaksi online. Tanpa itu, semua program akan berhenti menjadi agenda seremonial, bukan mesin perubahan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!