Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Musim Hujan Tiba: Jaga Lingkungan dari Bahaya Listrik

Musim Hujan Tiba: Jaga Lingkungan dari Bahaya Listrik
Minat|Keamanan Pintar

Waspada sebelum cuaca memburuk

Keselamatan listrik saat musim hujan adalah upaya melindungi orang dan instalasi dari bahaya arus listrik ketika hujan, genangan, atau angin kencang dapat memengaruhi jaringan dan peralatan. Karena itu, menjaga lingkungan di sekitar kabel dan tiang bukan urusan PLN saja: warga dapat membantu mencegah gangguan jaringan listrik dengan mengenali tanda bahaya sejak dini. Hujan deras, genangan, pohon tumbang, dan benda yang terbawa angin bisa mengancam instalasi; angin juga dapat mematahkan dahan atau menjatuhkan benda ke jaringan. General Manager PLN UID Yogyakarta Deri Prasetio Utomo mengajak warga memperhatikan pohon, kabel, tiang, dan benda di sekitar jaringan menjelang musim hujan 2026/2027. Menunggu sampai pasokan padam adalah pilihan buruk: pemeriksaan lingkungan dan pelaporan dini memberi petugas kesempatan menindaklanjuti potensi masalah.

Periksa apakah dahan mendekati kabel, tiang tampak miring, atau kabel menjuntai. PLN UID S2JB mengimbau agar jarak pohon dari jaringan listrik dijaga sekurang-kurangnya 3 meter. Jangan memangkas sendiri pohon yang berada dekat kabel; koordinasikan dengan petugas PLN. Pagar, atap logam, tiang, dan benda penghantar lain yang bersentuhan atau terlalu dekat dengan jaringan juga berbahaya, terutama dalam kondisi basah. Jangan sentuh atau pindahkan benda tersebut. Kewaspadaan sederhana ini lebih masuk akal daripada mempertaruhkan keselamatan demi memperbaiki sesuatu yang harus ditangani tenaga berwenang.

Musim Hujan Tiba: Jaga Lingkungan dari Bahaya Listrik

Jaga jarak dan laporkan bahaya

Jika menemukan kabel putus atau menjuntai, tiang miring, pohon tumbang menimpa jaringan, maupun gardu atau instalasi yang terendam atau rusak, jangan mendekat dan jangan mencoba memperbaikinya. Kabel jatuh tetap berbahaya meskipun tidak terlihat memercik. Jaga jarak aman, jauhkan orang lain, lalu laporkan melalui kanal resmi PLN atau unit setempat agar petugas dapat menindaklanjuti. Imbauan PLN ini penting karena penanganan oleh warga yang tidak berwenang dapat memperbesar risiko cedera dan mengganggu pekerjaan petugas. Deri Prasetio Utomo menekankan bahwa laporan warga membantu PLN menemukan potensi gangguan lebih awal. Menyampaikan tanda bahaya dengan jelas lebih bermanfaat daripada mengunggahnya tanpa memberi tahu pihak yang dapat bertindak.

Di rumah, jangan menyentuh peralatan listrik dengan tangan atau lantai basah. Jika air mulai masuk dan berpotensi mencapai instalasi, matikan listrik melalui MCB atau pembatas hanya bila aman dilakukan. Hindari memakai peralatan dengan kabel terkelupas, sambungan terbuka, atau instalasi yang tidak terlindungi. Jangan berteduh di dekat pohon tinggi atau tiang listrik saat hujan dan angin kencang. Langkah-langkah ini bukan jaminan bahwa gangguan tak akan terjadi, tetapi mengurangi paparan terhadap bahaya yang bisa dicegah. Bila kondisi di sekitar MCB atau instalasi sudah basah atau tidak aman, jangan memaksakan diri untuk menyentuhnya.

Kesiapan PLN perlu didukung warga

Kesiapan petugas penting, tetapi tidak menggantikan kehati-hatian warga. PLN UID Yogyakarta menyatakan melakukan patroli jaringan, pemeriksaan peralatan distribusi, pemeliharaan preventif, serta pemetaan wilayah rawan. Dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana pada awal 2026, unit tersebut menyiagakan 368 personel selama 24 jam. Angka itu menunjukkan adanya persiapan, bukan alasan untuk menganggap setiap bahaya dapat ditangani seketika atau mendekati jaringan yang rusak. Warga tetap perlu menjaga jarak dan melaporkan kondisi mencurigakan. Untuk listrik musim hujan, tanggung jawab praktisnya jelas: petugas memeriksa dan menangani jaringan, sementara masyarakat tidak menambah risiko dengan menyentuh kabel atau memangkas pohon sendiri.

Diksi Erfani Umar, General Manager PLN UID S2JB, mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas: saat air masuk rumah, sumber listrik perlu diamankan jika keadaan memungkinkan, sedangkan kabel putus, tiang miring, dan pohon yang menimpa jaringan harus dilaporkan, bukan ditangani sendiri. Sikap terbaik bukan menunggu sampai terjadi pemadaman, melainkan memeriksa lingkungan, menghindari benda yang mungkin menghantarkan listrik, dan memberi tahu PLN ketika ada tanda gangguan. Dengan begitu, keselamatan listrik menjadi kebiasaan bersama—bukan tindakan darurat yang baru terpikir setelah bahaya muncul.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!