Fenomena Selebriti Borong Donat: Lebih dari Sekadar Konten Viral
Fenomena selebriti turun dari mobil dan melakukan pembelian langsung pedagang di pinggir jalan adalah praktik ketika figur publik menghentikan aktivitasnya, mendekat ke pedagang kaki lima, lalu memborong dagangan mereka sebagai bentuk empati, dukungan ekonomi kecil, dan komunikasi sosial yang mempertemukan dunia selebriti dengan realitas kerja harian di jalanan kota yang sering luput dari perhatian. Aksi terbaru datang dari Betrand Peto, yang mendadak berhenti di pinggir jalan untuk memborong donat seorang pedagang pria, momen yang kemudian viral di media sosial setelah direkam kekasihnya, Aqilah. Di video itu, sang selebriti bukan sekadar membayar dan pergi; ia ikut merapikan kotak donat kosong, membantu memasukkan donat ke kantong plastik, lalu berpamitan dengan mencium tangan penjual. Fenomena seperti ini layak dibaca bukan hanya sebagai "konten manis", melainkan sebagai sinyal pergeseran cara selebriti membangun citra dan koneksi dengan komunitas lokal.

Dari Jalanan ke Panggung: Pengalaman Pahit yang Melahirkan Empati
Yang membuat aksi selebriti borong donat ini terasa otentik adalah latar pengalaman pribadi yang tidak nyaman dibicarakan banyak figur publik. Betrand Peto sendiri mengakui, keinginannya membantu pedagang kecil berangkat dari masa ketika ia sering berjualan kue di kampung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia tahu persis rasa pedih saat pulang membawa kue yang tidak laku dan akhirnya dimakan bersama keluarga saja. Ingatan itu muncul lagi ketika ia melihat dagangan donat masih menumpuk di sore hari; hari mulai gelap, sementara penjual masih bertahan di trotoar. Di titik itu, pembelian langsung pedagang menjadi semacam kilas balik sekaligus koreksi atas nasib yang dulu ia alami. Empati yang lahir dari pengalaman serupa inilah yang membedakan aksi pedagang kaki lima viral itu dari sekadar konten yang dibangun di atas skenario manajemen citra.
Dampak Nyata: Penjualan Ludes dan Kepercayaan yang Mengalir
Dalam kasus Betrand, selebriti borong donat bukan gestur simbolik: ia memang membeli semua dagangan sang abang karena stok masih banyak dan ia membutuhkan kue untuk pengajian di rumah ayahnya. Aksi ini membuat penjualan hari itu berakhir manis bagi sang pedagang; wajahnya terekam tersenyum lebar ketika dagangannya ludes, sambil tetap dibantu merapikan dan mengemas donat oleh sang selebriti. Menariknya, pedagang tersebut ternyata biasa membagikan sisa kue kepada pengemis jika tidak habis terjual, dan Betrand merespon dengan menyerahkan kembali dua donat agar tetap dapat dibagikan ke orang lain. Di mata konsumen lain yang menyaksikan video pedagang kaki lima viral itu, momen ini menambah kepercayaan terhadap produk lokal: jika figur publik mau melakukan pembelian langsung pedagang dengan cara yang sopan dan penuh hormat, maka kualitas dan kejujuran usaha kecil terasa lebih layak didukung.
Apresiasi Produk Lokal dan Penguatan Ekonomi UMKM Kuliner
Aksi borong donat di tepi jalan menunjukkan bahwa dukungan UMKM kuliner tidak harus selalu berbentuk kampanye besar; kadang, satu keputusan berhenti di pinggir jalan dan menghabiskan stok dagangan sudah menjadi intervensi ekonomi yang berarti bagi satu keluarga. Saat donat yang dibeli Betrand dibawa ke pengajian di rumah Ruben Onsu tanpa ia terlebih dulu bercerita, kue itu bertransformasi dari produk pedagang kaki lima menjadi sajian yang dibagikan kepada para tamu doa bersama. Rantai sederhana ini memperlihatkan bagaimana produk lokal dapat berpindah ruang: dari trotoar ke ruang keluarga selebriti. Di sinilah pembelian langsung pedagang membuka peluang ekonomi sekaligus pengakuan sosial. Ketika penjual jalanan tampil sebagai penyedia hidangan resmi di rumah figur publik, status UMKM kuliner naik satu tingkat di mata publik yang selama ini memandang usaha kaki lima sebagai opsi kelas dua.
Koneksi Autentik, Bukan Sekadar Pencitraan
Netizen memuji bukan hanya kebaikan hati, tetapi juga kesopanan yang ditunjukkan Betrand saat menyalami dan mencium tangan sang penjual sebelum kembali ke mobil. Gestur kecil ini penting: ia menempatkan pedagang sebagai subjek yang dihormati, bukan sekadar latar belakang konten. Koneksi seperti ini jauh lebih efektif dibanding kampanye berbahasa manis tetapi berjarak. Ketika selebriti turun ke jalan, menepuk punggung pedagang dengan hangat, mengobrol tentang bagaimana penjualan hari itu dan rencana stok berikutnya, publik melihat model hubungan baru antara popularitas dan akar komunitas. Pada akhirnya, aksi pembelian langsung pedagang kaki lima yang viral ini adalah ajakan diam-diam: jika figur publik saja mau berhenti di pinggir jalan untuk borong dagangan, maka tak ada alasan bagi kita untuk meremehkan produk lokal dan usaha kecil di sekitar rumah.






