Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Posyandu untuk Semua Usia: Kader Menjadi Kunci

Posyandu untuk Semua Usia: Kader Menjadi Kunci
Minat|Pelatihan Komprehensif

Posyandu perlu melayani sepanjang kehidupan

Posyandu adalah layanan kesehatan berbasis masyarakat yang menghubungkan warga dengan pelayanan dasar dan edukasi kesehatan pada setiap tahap kehidupan, dari kehamilan hingga usia lanjut. Perubahan peran ini penting: layanan yang hanya berpusat pada ibu dan anak tidak lagi cukup untuk menjawab kebutuhan kesehatan warga yang beragam. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo mendorong pembinaan Posyandu melalui integrasi layanan sepanjang siklus kehidupan dan peningkatan kapasitas kader. Arah tersebut dibahas Syafiin S. Napu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat yang mewakili kepala dinas, dalam pertemuan koordinasi tim pembina Posyandu Kabupaten Bone Bolango pada Rabu, 28 Oktober 2026. Ukuran keberhasilan transformasi ini bukan sekadar banyaknya kelompok usia yang tercantum dalam program, melainkan apakah warga benar-benar dapat mengakses layanan dasar yang berkesinambungan.

Kapasitas kader menentukan mutu layanan

Perluasan cakupan akan berhenti sebagai gagasan jika kader tidak memiliki bekal untuk menjalankannya. Kader berada dekat dengan warga, sehingga pengetahuan dan keterampilan mereka berpengaruh langsung pada mutu edukasi serta dukungan promotif dan preventif. Syafiin menegaskan bahwa penguatan Posyandu memerlukan peningkatan keterampilan kader, pembinaan berkelanjutan, dan koordinasi erat antara pemerintah daerah, Puskesmas, pemerintah desa, serta pemangku kepentingan lainnya. Ini bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan satu kali pelatihan. Pembinaan harus membantu kader memahami peran mereka dalam melayani ibu hamil, bayi dan balita, anak sekolah, remaja, usia produktif, hingga lansia. Dengan demikian, kapasitas kader menjadi inti pembinaan Posyandu, bukan pelengkap administratif. Tanpa dukungan dan koordinasi yang konsisten, tuntutan layanan yang lebih luas berisiko menambah beban kader tanpa memperbaiki pengalaman warga.

Dukungan daerah dan dunia usaha perlu berujung pada manfaat warga

Di Kabupaten Banggai, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Hj. Nurmasita Datu Adam membuka kegiatan penguatan kapasitas kader untuk mendukung Integrasi Layanan Primer pada 28 Oktober 2026. Kegiatan yang didukung melalui CSR DSLNG berlangsung di Desa Uso dan melibatkan kader dari Kecamatan Batui, Kintom, serta Nambo. Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari Plt. Kadinkes Banggai, tetapi nilai utamanya terletak pada peningkatan kemampuan pelayanan, bukan pada seremoni dukungan. Para kader didorong menguasai 25 keterampilan dasar bidang kesehatan sesuai arah transformasi layanan primer. Materi dan keterampilan itu diharapkan membantu Posyandu melayani bayi, balita, remaja, usia produktif, dan lansia secara lebih menyeluruh dan berkesinambungan. Keterlibatan perusahaan, Puskesmas, pemerintah kecamatan dan desa, serta Tim Penggerak PKK juga menunjukkan bahwa penguatan Posyandu membutuhkan kerja bersama.

Posyandu untuk Semua Usia: Kader Menjadi Kunci

Integrasi harus terasa dalam akses sehari-hari

Layanan siklus kehidupan menawarkan manfaat nyata bila warga dapat memperoleh dukungan yang sesuai usia tanpa terputus dari layanan dasar. Integrasi juga dapat memperluas akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan, sebagaimana menjadi tujuan pembinaan yang didorong Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo. Namun, daftar kelompok usia saja tidak menjamin keterjangkauan atau mutu. Pemerintah daerah dan desa, Puskesmas, serta mitra pendukung perlu memastikan kader memperoleh keterampilan, arahan, dan koordinasi yang dibutuhkan untuk menjalankan peran mereka. Pengalaman di Banggai memperlihatkan satu pendekatan melalui pelatihan dan dukungan CSR; dorongan di Gorontalo menempatkan integrasi serta pembinaan berkelanjutan sebagai prioritas. Keduanya mengarah pada pelajaran yang sama: Posyandu hanya dapat menjadi ujung tombak layanan masyarakat jika investasi pada kapasitas kader berjalan seiring dengan perluasan cakupan.

Kesimpulannya, penguatan Posyandu tidak cukup dengan mengubah daftar layanan agar mencakup semua usia. Pemerataan manfaat bergantung pada kader yang terampil, pembinaan yang berkesinambungan, dan koordinasi lintas pihak. Jika unsur-unsur itu dijalankan bersama, layanan siklus kehidupan berpeluang menjadi dukungan kesehatan yang lebih dekat dan berguna bagi warga.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!