Ajang yang Menguji Kreativitas dan Warisan Rasa
Bright Gas Cooking Competition adalah ajang memasak yang mempertemukan talenta kuliner untuk menguji kreativitas, teknik, dan cara mengangkat warisan rasa Nusantara melalui hidangan yang dirancang dalam tantangan kompetitif. Semifinal kompetisi memasak Yogyakarta berlangsung di Sleman City Hall pada Minggu, 18 Oktober 2026, dengan 40 peserta terpilih yang beradu kreasi. Perjalanan menuju semifinal dimulai dari lebih dari 1.000 pendaftar melalui audisi daring dan luring, termasuk audisi mini di delapan titik wilayah Yogyakarta. Besarnya minat itu menunjukkan bahwa ajang seperti ini punya daya tarik yang melampaui perebutan gelar: peserta mendapat ruang untuk menguji kemampuan, sementara penonton bisa mencari inspirasi memasak. Tema “Warisan Rasa Nusantara Dari Hati” juga memberi arah yang tepat. Kompetisi kuliner terasa lebih bermakna ketika teknik dan ide baru tidak memutus hubungan hidangan dengan tradisi.

Lele Asap Menjadi Ujian Imajinasi
Tantangan mengolah lele asap sebagai bahan rahasia menjadi ujian paling menonjol di semifinal. Peserta harus menemukan cara agar bahan yang akrab dalam kuliner lokal tampil dengan karakter rasa dan penyajian yang menarik. Di sinilah lele asap kreasi memperlihatkan bahwa satu bahan dapat membuka banyak kemungkinan, bergantung pada teknik, paduan rasa, dan imajinasi juru masak. Chef Yuda Bustara mengapresiasi respons para semifinalis: “Pada saat saya mention bahan rahasianya adalah lele asap mereka juga langsung berpikir dan hasil-hasilnya benar-benar kreatif banget”. Pujian itu terasa pantas, sebab peserta tidak sekadar mengikuti resep, melainkan harus mengambil keputusan dengan cepat dan mengolah bahan lokal menjadi hidangan yang punya identitas. Bagi orang yang gemar memasak di rumah, tantangan ini juga menawarkan pelajaran sederhana: jangan terpaku pada satu cara mengolah bahan. Eksperimen yang terarah dapat memberi ruang bagi teknik dan cita rasa Nusantara untuk terus berkembang.

Tiga Juara Membawa Cerita Berbeda ke Jakarta
Annis Indriastutie meraih posisi pertama, disusul Irfan Yulianto di posisi kedua dan Hawa di posisi ketiga. Ketiganya berhak mewakili Yogyakarta di grand final Jakarta pada 7 November 2026






