Nostalgia yang Menjadi Ruang Temu Lintas Generasi
Styles AsikFest adalah festival lintas generasi yang menghidupkan kembali budaya pop awal milenium melalui musik, gaya berpakaian, permainan, makanan, dan ruang temu kreatif dalam satu acara. Diselenggarakan pada 20–25 Oktober 2026 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, festival bertema “2000s Hitz Banget” ini merangkai nostalgia dengan tren Y2K yang kembali diminati. Bagi penggemar musik lama, acara ini menawarkan alasan kuat untuk berkumpul; bagi generasi muda, ia menjadi kesempatan merasakan kembali estetika yang mungkin hanya dikenal lewat layar. Sebagai festival Y2K 2026 sekaligus event nostalgia Jakarta, daya tariknya bukan sekadar mengulang masa lalu. Lima elemennya—musik, fashion era 2000-an, kompetisi gim klasik, kuliner, dan pasar kreatif lokal—membuat pengalaman terasa beragam dan mengundang pengunjung untuk ikut berpartisipasi, bukan hanya menonton.

Musik, Gaya Y2K, dan Gim yang Mengajak Ikut Main
Bagian musik menjadi jantung nostalgia festival. Agenda Pensi Asik menghadirkan malam emo bersama MCRmy Indonesia dan Killing Me Inside Re, lalu Y2K Scene bersama Stad Batavia, Bangku Taman, Rumah Sakit, dan Grind Boys. Radio Takeover bersama Jak FM dan Mustang menampilkan T-Five, Melly Mono, serta Rizwan Fadilah. Susunan ini memberi ruang bagi ragam ingatan musik era 2000-an, dari emo hingga pop, tanpa membatasi pengalaman pada satu generasi. Daya tarik lain adalah kompetisi gim gratis di area Jagoan PS: pengunjung dapat memainkan PES, Tekken, dan Gran Turismo, sementara babak finalnya ditayangkan melalui layar LED besar. Pojok 2000 dan photobooth Y2K berbasis kecerdasan buatan melengkapi suasana dengan cara yang lebih visual. Perpaduan tersebut membuat fashion era 2000-an terasa sebagai bagian dari pengalaman, bukan sekadar kostum untuk berfoto.
Pasar Kreatif sebagai Bagian Penting Perayaan
Nilai lebih festival ini terlihat saat hiburan bertemu peluang bagi pelaku kreatif. Lebih dari 40 tenant makanan dan minuman, fashion, serta kriya ikut meramaikan acara, menghadirkan produk lokal berdampingan dengan konser dan permainan. Pasar kreatif lokal dan Ekraf Booth berfungsi sebagai ruang promosi serta interaksi bagi merek lokal dan pelaku ekonomi kreatif; dengan begitu, desainer, kreator, dan UMKM bisa memperkenalkan karya langsung kepada pengunjung. Kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif menjadi salah satu agenda utama pada 24 Oktober, bertepatan dengan Hari Ekonomi Kreatif Nasional. Pada hari itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya meluncurkan program Creative by Indonesia di lokasi festival. Langkah ini memberi bobot lebih pada acara: industri hiburan tidak hanya mengandalkan nostalgia untuk menarik orang, tetapi juga dapat membuka jalur pertemuan antara komunitas, konsumen, dan karya lokal. Itulah warisan paling menjanjikan dari AsikFest.







