Peta jalan panjang, dimulai dari kendaraan yang paling sering dipakai
Roadmap elektrifikasi kendaraan adalah rencana bertahap untuk mengganti kendaraan bermesin pembakaran dengan kendaraan listrik, sambil menyelaraskan adopsi masyarakat, kesiapan industri, dan dukungan infrastruktur. Pemerintah sedang menyusun peta jalan hingga 2060 untuk mengalihkan lebih dari 170 juta kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik produksi dalam negeri.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyebut peralihan itu akan berlangsung perlahan dan mencakup sepeda motor, mobil penumpang, bus, serta kendaraan niaga. Skala tersebut membuat sasaran 2060 lebih tepat dibaca sebagai arah kebijakan jangka panjang, bukan janji bahwa semua kendaraan akan berganti dalam waktu dekat. Tantangannya bukan hanya menghadirkan kendaraan baru, melainkan membangun ekosistem yang membuatnya praktis dipakai. Karena itu, memilih segmen awal yang sudah memiliki kebutuhan tinggi dan penggunaan rutin merupakan langkah yang lebih masuk akal daripada mendorong semua jenis kendaraan sekaligus.

Motor listrik 2027: prioritas yang punya alasan praktis
Motor listrik diprioritaskan pada 2027–2030, dengan sasaran kurir, pengemudi ojek daring, armada perusahaan, kendaraan dinas, dan warga kota besar. Pilihan ini masuk akal karena motor digunakan luas untuk perjalanan harian dan pekerjaan dengan intensitas tinggi. Jika kendaraan beroperasi sepanjang hari, adopsi di kelompok tersebut dapat membuat manfaat dan hambatan teknologi cepat terlihat, sekaligus memberi produsen pengalaman memenuhi kebutuhan pengguna nyata.
Faisol Riza mengatakan motor listrik akan menjadi prioritas awal pada periode 2027–2030. Namun, penetapan sasaran belum menjamin peralihan berlangsung mulus. Pengguna perlu akses terhadap kendaraan yang sesuai, layanan purnajual, bengkel, pengisian daya, dan pasokan listrik yang memadai. Bagi kurir atau pengemudi ojek daring, kendaraan adalah alat mencari nafkah; waktu pengisian dan ketersediaan layanan karena itu sama pentingnya dengan spesifikasi motor. Keberhasilan tahap awal sebaiknya diukur dari kemudahan penggunaan sehari-hari, bukan hanya jumlah kendaraan yang masuk program.

Perluasan wilayah harus mengikuti kesiapan
Setelah tahap awal, pemerintah merencanakan perluasan penggunaan motor listrik ke seluruh provinsi pada 2031–2035. Ini penting agar manfaat program tidak hanya dinikmati warga kota besar. Tetapi penyebaran target harus dibarengi akses nyata: jaringan pengisian, bengkel, layanan purnajual, dan pasokan kendaraan yang tersedia di daerah. Tanpa itu, perluasan administratif berisiko mendahului kebutuhan pengguna.
Angkutan umum juga masuk agenda awal. Kota-kota yang koridornya siap ditargetkan mulai mengoperasikan bus dan angkutan umum listrik pada 2027–2030. Pendekatan berdasarkan kesiapan koridor lebih realistis daripada menetapkan penerapan seragam untuk setiap kota. Infrastruktur menentukan apakah warga dapat memakai kendaraan listrik dalam aktivitas harian, sementara kesiapan energi dan industri perlu berjalan seiring dengan kebijakan otomotif. Artinya, perluasan yang tertib lebih penting daripada mengejar cakupan cepat tanpa dukungan operasional.
Produksi lokal menentukan daya tahan strategi
Mengalihkan kendaraan bensin ke listrik tidak akan berhasil hanya dengan mendorong pembelian. Pemerintah juga menempatkan produksi kendaraan listrik dalam negeri sebagai bagian dari strategi, termasuk memperbanyak pilihan mobil listrik produksi lokal. Langkah ini dapat membantu industri otomotif nasional membangun kapasitas manufaktur dan memperkuat rantai pasok komponen di dalam negeri.
Namun, produksi lokal harus menjawab kebutuhan pasar, bukan sekadar menambah model. Pilihan kendaraan keluarga dan mobil kompak disebut sebagai fokus pengembangan mobil penumpang, sementara motor menjadi pintu masuk pada tahap awal. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan produk, layanan, dan infrastruktur berkembang bersama. Kesimpulannya, prioritas motor pada 2027–2030 merupakan awal yang masuk akal karena menyasar kendaraan dengan pemakaian intensif. Tetapi target lebih dari 170 juta unit hingga 2060 hanya akan kredibel jika perluasan wilayah, energi, layanan, dan produksi dalam negeri berjalan beriringan.






