Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Strategi Borong Saham Saat IHSG Jatuh ala Danantara

Strategi Borong Saham Saat IHSG Jatuh ala Danantara
Minat|Asia Tenggara

IHSG Ambles, Mengapa Investor Besar Malah Menambah Aset?

Strategi investasi IHSG turun adalah pendekatan kontrasiklikal ketika investor memilih menambah kepemilikan saham saat indeks melemah tajam, memanfaatkan valuasi yang tertekan namun fundamental emiten masih sehat untuk meraih keuntungan jangka panjang ketika pasar pulih kembali. Dalam koreksi terbaru, IHSG jatuh sekitar 11% dan menembus level 5.000, terparkir di kisaran 4.996,6. Penurunan ini dipicu pengumuman potensi penurunan status pasar dari emerging market menjadi standalone market oleh MSCI. Alih-alih membaca situasi sebagai ancaman sistemik, Danantara melihat peluang pasar modal melemah sebagai momentum akumulasi aset berharga dengan diskon besar. Di sinilah perbedaan mentalitas antara investor yang reaktif dan investor institusi jangka panjang tampak sangat jelas.

Strategi Borong Saham Saat IHSG Jatuh ala Danantara

Valuasi BUMN Murah: Inti Strategi Kontrasiklikal Danantara

Kunci strategi borong saham BUMN murah adalah keberanian membeli ketika mayoritas pelaku pasar sibuk melepas aset. Rosan Roeslani menegaskan valuasi banyak perusahaan, termasuk BUMN, kini berada di level yang sangat rendah akibat koreksi, sementara kinerja bisnisnya masih solid. Ia menilai penurunan IHSG membuat valuasi saham menjadi “sangat murah” meski fundamental tetap “sangat kokoh”. Ini adalah definisi klasik valuasi saham kontrasiklikal: harga turun karena sentimen dan faktor teknis, bukan karena penurunan kualitas bisnis. Rosan juga menyorot sektor perbankan BUMN yang diperdagangkan di kisaran satu kali price to book value, dengan imbal hasil dividen dua digit untuk beberapa bank besar. Dalam logika investor jangka panjang, kombinasi fundamental sehat dan valuasi tertekan adalah kesempatan, bukan sinyal kabur dari pasar.

Pembelian Bertahap Berbasis Fundamental, Bukan Spekulasi

Yang membedakan strategi Danantara dari spekulasi jangka pendek adalah disiplin pada analisis fundamental dan timing bertahap. Rosan menegaskan Danantara bukan investor in and out yang keluar-masuk sewaktu-waktu, melainkan memandang pasar modal sebagai tempat investasi jangka panjang. Analis internal mereka mencatat valuasi saham, terutama emiten BUMN dengan pondasi bisnis teruji, sangat menarik dan akan menjadi sasaran aksi korporasi setelah analisis fundamental mendalam. Rosan menyebut, “Kita masuk ke saham-saham yang tentunya sudah dianalisa baik secara fundamental, kita kan lebih analisa secara fundamental”. Pendekatan ini sejalan dengan strategi investasi IHSG turun yang sehat: akumulasi bertahap, fokus pada kualitas bisnis, dan mengabaikan rumor jangka pendek yang ia nilai lebih dominan memicu koreksi ketimbang pelemahan fundamental.

Tambahan Dana Besar dan Pesan untuk Investor Lain

Di tengah ancaman downgrade MSCI dan pelemahan indeks, Danantara menyiapkan tambahan alokasi investasi signifikan untuk masuk ke pasar saham domestik hingga penutupan tahun. Dana ini melengkapi komitmen yang sebelumnya sudah dialokasikan untuk saham dan obligasi, menegaskan bahwa mereka tidak sekadar berbicara, tetapi mengeksekusi strategi kontrasiklikal secara agresif. Rosan melihat peluang pasar modal melemah sebagai kesempatan masuk bersama ekosistem investasi institusi yang mereka bangun, dengan fokus utama pada sektor perbankan yang dinilai masih punya ruang pertumbuhan. Sikap ini mengirim sinyal kuat: ketika volatilitas memicu kepanikan, investor besar yang yakin pada fundamental memilih menambah risiko secara terukur, bukan menghindarinya. Bagi investor lain, langkah ini adalah pengingat bahwa waktu terbaik membeli sering kali muncul saat sentimen pasar sedang paling pesimis.

Kesimpulan: Saat Sentimen Gelap, Logika Valuasi Harus Menang

Penurunan IHSG hingga menembus 5.000 membuka babak baru bagi strategi investasi kontrasiklikal di pasar saham. Danantara memilih membaca koreksi 11% bukan sebagai awal krisis, melainkan sebagai peluang akuisisi saham dengan valuasi rendah, terutama di klaster BUMN yang fundamentalnya masih sehat. Dengan pembelian bertahap berbasis analisis fundamental dan pandangan jangka panjang, mereka mempraktikkan prinsip klasik: beli saat takut, jual saat rakus. Bagi investor yang mencari strategi investasi IHSG turun yang rasional, pelajaran utamanya jelas: fokus pada valuasi saham kontrasiklikal, pahami bisnis emiten, dan jangan biarkan rumor mengalahkan data. Ketika sentimen akhirnya berbalik, portofolio yang dibangun di tengah kepanikan berpotensi menjadi pemenang terbesar siklus berikutnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!