Antisipasi kepadatan sejak sebelum berangkat
Rute alternatif Jakarta adalah jalur pilihan untuk mencapai tujuan tanpa bergantung pada ruas yang berpotensi padat akibat demonstrasi, tetapi kelancarannya tetap bergantung pada situasi jalan dan arahan petugas. Pada Rabu, 28 Oktober 2026, aksi BEM UI bersama buruh, petani, mahasiswa, dan elemen masyarakat sipil dijadwalkan berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia (HI) mulai pukul 14.00 WIB. Informasi kepolisian juga menyebut kegiatan penyampaian pendapat di sejumlah titik dapat dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, sehingga pengendara sebaiknya tidak hanya mengantisipasi satu jam aksi. Koridor Sudirman-Thamrin, Monas, Tugu Tani, dan kawasan Gedung DPR/MPR RI perlu diwaspadai. Jika perjalanan tidak mendesak, menghindari kawasan tersebut dan mengatur waktu berangkat lebih aman daripada berharap ruas utama tetap lancar.
Potensi macet Sudirman Thamrin bukan satu-satunya risiko: kepolisian mencatat 17 ruas jalan berpotensi terdampak kepadatan. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional, sehingga jalur yang terlihat lengang sebelum berangkat bisa berubah. Gunakan aplikasi navigasi untuk memeriksa kondisi terbaru, tetapi jangan mengabaikan petunjuk petugas di lapangan.

Lima pilihan rute alternatif
Lima pilihan berikut memberi titik awal untuk menghindari ketergantungan pada koridor Sudirman-Thamrin. Semuanya perlu disesuaikan dengan tujuan akhir dan kondisi aktual; rute alternatif bukan jaminan bebas antrean.
- Jakarta Selatan menuju Jakarta Pusat atau Timur: pertimbangkan Jalan H.R. Rasuna Said, Jalan Prof. Dr. Satrio, dan Jalan Galunggung, lalu lanjutkan melalui Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro, hingga Jalan Proklamasi.
- Slipi atau Tomang menuju Jakarta Pusat: gunakan jalur penghubung melalui Jalan Kebon Sirih, Jalan H. Fachrudin, dan Jalan K.H. Mas Mansyur.
- Dari Jalan Gatot Subroto menuju kawasan pusat: pertimbangkan Jalan K.S. Tubun, tetapi cek kondisi lebih dahulu karena Gatot Subroto dan sekitarnya juga dapat padat.
- Menuju kawasan Sudirman: pertimbangkan jalur melalui Karet sebagai pilihan untuk mengurangi ketergantungan pada koridor utama.
- Dari Jakarta Barat menuju pusat kota: pilih jalur Kebon Sirih–H. Fachrudin–K.H. Mas Mansyur atau, dari arah Gatot Subroto, K.S. Tubun; sesuaikan dengan tujuan dan kondisi lalu lintas.
Pilihan keempat dan kelima tetap menuntut pengecekan langsung sebelum berangkat. Jalan penghubung dapat ikut ramai saat arus dialihkan, jadi ikuti rambu sementara serta arahan petugas, bukan hanya rencana awal.
Titik demo Jakarta dan jalan yang perlu diwaspadai
Bundaran HI menjadi titik aksi yang dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB, sementara kawasan Monas hingga Gedung DPR/MPR RI juga masuk dalam perhatian pengendara. Karena massa dan pengaturan arus dapat memengaruhi jalan di sekitarnya, daftar jalan terdampak demo ini layak dijadikan panduan untuk memilih jalur lain, bukan alasan untuk menganggap seluruh ruas pasti ditutup.
- Jalan Medan Merdeka Selatan hingga Tugu Tani, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Perwira, dan Jalan Majapahit.
- Jalan M.H. Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman di sekitar Bundaran HI, termasuk arah dari Blok M.
- Jalan Gatot Subroto di depan Gedung DPR/MPR RI serta arah Slipi; Jalan Gelora dan Jalan Gerbang Pemuda.
- Jalan Abdul Muis hingga Jalan K.H. Mas Mansyur, Jalan Kebon Sirih, Jalan Palmerah Timur, Jalan Penjernihan, dan kawasan Bendungan Hilir.
Kesimpulannya, pengendara sebaiknya menghindari Sudirman-Thamrin dan titik aksi bila tidak berkepentingan, berangkat dengan rute cadangan, serta memeriksa pembaruan lalu lintas sebelum dan selama perjalanan. Rekayasa bersifat situasional; arahan petugas di lapangan tetap menjadi acuan utama.






