Dua cara menikmati manis dan gurih
Bubur gunting dan lupis adalah jajanan tradisional berbahan adonan atau ketan yang disajikan dengan unsur manis gula merah dan pelengkap gurih, tetapi berbeda dalam bentuk serta cara penyajiannya. Bubur gunting terasa seperti hidangan berkuah: potongan adonan kenyal berenang dalam kuah manis-gurih dari santan, gula merah, dan aroma pandan. Lupis, sebaliknya, menyajikan ketan yang padat-lembut dengan kelapa parut dan saus gula merah. Menurut saya, pilihan terbaik bergantung pada suasana hati: bubur gunting lebih cocok saat ingin santapan hangat dan berkuah, sementara lupis pas untuk gigitan kenyal dengan kontras kelapa gurih. Keduanya layak masuk daftar jajanan gula merah, tetapi bukan hidangan yang bisa saling menggantikan. Sebagai kue tradisional santan, bubur gunting menonjolkan kuahnya; daya tarik lupis bertumpu pada ketan dan taburannya.
Bubur gunting: adonan kenyal dalam kuah santan
Untuk sekitar empat porsi, resep bubur gunting menggunakan 200 gram tepung ketan dan 50 gram tepung tapioka. Kedua tepung membentuk adonan yang dipotong sebelum disajikan dalam kuah manis dan gurih. Air hangat sebanyak 150–180 ml perlu ditambahkan bertahap, bukan sekaligus, agar jumlahnya dapat disesuaikan saat adonan dibentuk. Gula merah yang digunakan sebanyak 200 gram, disisir halus; santan dan pandan melengkapi kuah dengan rasa gurih serta aroma harum. Teknik ini memberi hasil yang berbeda dari lupis: tekstur kenyal hadir dalam potongan kecil, sementara kuah menjadi bagian utama setiap suapan. Bahan sederhana dan langkah yang dapat diikuti pemula membuatnya pilihan bersahabat untuk memasak di rumah. Namun, ketelitian saat menuang air dan membentuk adonan tetap penting agar potongannya tidak kehilangan tekstur yang menjadi ciri sajian.
Lupis: ketan, kelapa, dan saus gula merah
Lupis dibangun di atas satu bahan utama yang berbeda: beras ketan putih. Resep lupis ketan yang menjadi acuan menggunakan 500 gram ketan; pilih beras berkualitas baik dan rendam sebelum dimasak untuk membantu memperoleh tekstur kenyal, padat, sekaligus lembut. Setelah matang, ketan disajikan bersama kelapa parut dan saus gula merah. Tidak seperti bubur gunting yang mengandalkan kuah santan, lupis menghadirkan rasa gurih dari kelapa sebagai lapisan pendamping, dengan saus manis sebagai pelengkap. Ada pula versi lupis madu Malang yang menambahkan madu; takarannya bisa disesuaikan, terutama jika saus gula merah sudah cukup manis. Di sinilah lupis meminta perhatian lebih pada perendaman dan perebusan: ketan perlu waktu agar hasilnya sesuai, bukan sekadar dimasak terburu-buru. Imbalannya adalah tekstur yang terasa padat dan kenyal dalam tiap potongan.
Perbedaan yang menentukan pilihan
| Aspek | Bubur gunting | Lupis |
|---|---|---|
| Bahan utama | Tepung ketan dan tepung tapioka | Beras ketan putih |
| Tekstur | Potongan adonan kenyal dalam kuah | Ketan kenyal, padat, dan lembut |
| Pendamping | Kuah santan, gula merah, dan pandan | Kelapa parut dan saus gula merah |
| Teknik penting | Tambahkan air hangat bertahap saat membentuk adonan | Rendam ketan sebelum dimasak dan perhatikan perebusannya |
Perbedaan teknik menjelaskan mengapa keduanya memberi pengalaman makan yang berlainan. Bubur gunting meminta perhatian saat mengolah tepung dan mengatur air, lalu kuah menyatukan rasa manis, gurih, dan aroma pandan. Lupis lebih bergantung pada persiapan ketan: perendaman sebelum memasak dan perebusan yang tepat membantu menghasilkan butiran yang kenyal. Bila Anda menyukai sajian berkuah dan lembut, bubur gunting lebih memuaskan. Jika yang dicari adalah ketan kenyal dengan kelapa gurih, lupis menjadi pilihan yang lebih tepat. Keduanya membuktikan bahwa gula merah tidak harus tampil dengan cara yang sama untuk memberi karakter kuat pada jajanan tradisional.






