Pemeriksaan kecil yang melindungi hak konsumen
Takaran BBM SPBU adalah volume bahan bakar yang disalurkan dispenser kepada konsumen dan seharusnya sesuai dengan jumlah yang tercatat serta dibayarkan dalam transaksi. Karena itu, sebelum pengisian dimulai, lihat layar dispenser dan pastikan angka volumenya berada di posisi nol. Kebiasaan singkat ini layak menjadi bagian dari setiap kunjungan ke SPBU: tanpa melihat angka awal, konsumen kehilangan patokan yang mudah untuk memastikan proses pengisian dimulai dengan benar. Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyatakan ketepatan takaran BBM di SPBU menjadi salah satu perhatian utama dalam pelayanan kepada masyarakat. Imbauan untuk memeriksa angka bukan berarti konsumen harus menganggap setiap pengisian bermasalah. Ini langkah wajar agar transaksi berlangsung terbuka dan hak pembeli untuk menerima BBM sesuai pembayaran tetap terlindungi.
Cara memeriksa angka dispenser BBM
Cara cek takaran bensin yang paling mudah adalah memperhatikan layar sebelum petugas mulai mengisi. Pastikan angka volume menunjukkan nol; bila belum, minta petugas menjelaskan atau mengatur ulang tampilan sebelum proses dilanjutkan. Selama pengisian, amati angka dispenser BBM dan pastikan pencatatan volume berlangsung dari titik awal yang jelas. Setelah pengisian selesai, cocokkan jumlah yang terlihat pada dispenser dengan transaksi yang dilakukan. Tampilan tersebut menjadi acuan langsung yang bisa diperiksa saat itu juga, bukan sekadar hal yang perlu diasumsikan. Pertamina mengimbau masyarakat memperhatikan proses pengisian, termasuk memastikan layar dispenser dimulai dari nol. Memeriksa angka tidak membutuhkan alat khusus, tetapi konsumen tetap perlu menyampaikan pertanyaan dengan tenang jika ada tampilan yang tidak dipahami atau terasa tidak sesuai.
- Sebelum pengisian, periksa apakah angka volume pada layar dispenser berada di posisi nol.
- Jika angka belum nol atau tampilannya tidak jelas, tanyakan kepada petugas sebelum pengisian dimulai.
- Perhatikan perubahan angka selama pengisian, lalu cocokkan hasil pada dispenser dengan transaksi.
Kepercayaan perlu dijaga bersama
Pemeriksaan konsumen penting, tetapi tanggung jawab utama menjaga akurasi tetap berada pada pengelola dan pihak yang mengawasi SPBU. Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyatakan pengawasan dilakukan berkala bersama instansi pemerintah daerah yang membidangi metrologi, disertai pemeriksaan operasional dan pemeliharaan fasilitas. Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa konsumen berhak menerima BBM sesuai dengan yang dibayarkan dalam keterangan tertulis pada Kamis (29/10/2026). Pernyataan itu menegaskan ukuran layanan bukan hanya keramahan petugas, melainkan juga keterbukaan dan ketepatan takaran. Namun, pengawasan tidak membuat pemeriksaan pribadi menjadi sia-sia: mengamati angka membantu konsumen mengetahui apa yang tercatat dalam transaksinya dan segera bertanya bila menemukan kejanggalan.
Jika membutuhkan penjelasan atau merasa ada ketidaksesuaian, sampaikan langsung kepada petugas SPBU. Konsumen juga dapat menggunakan kanal pengaduan resmi Pertamina, termasuk Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang melayani selama 24 jam. Saat menyampaikan keluhan, jelaskan lokasi SPBU dan apa yang terlihat pada dispenser agar pihak terkait dapat menindaklanjuti informasi tersebut. Jangan mengabaikan keraguan hanya karena pengisian sudah selesai; masukan konsumen disebut sebagai bagian dari evaluasi layanan. Pada akhirnya, kepercayaan tidak dibangun oleh imbauan saja. Pengawasan yang konsisten perlu berjalan seiring dengan kebiasaan konsumen memeriksa layar. Pastikan angka dimulai dari nol, cocokkan volume dengan transaksi, dan tanyakan jika ada yang tidak jelas—langkah praktis untuk menjaga pengisian BBM tetap transparan.






