Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kreasi Lele Asap Antar Tiga Juara ke Grand Final

Kreasi Lele Asap Antar Tiga Juara ke Grand Final
Minat|Memasak

Dari semifinal menuju panggung yang lebih besar

Bright Gas Cooking Competition adalah ajang memasak yang menguji kreativitas peserta dalam mengolah bahan menjadi hidangan bercita rasa dan berkarakter, sekaligus memberi mereka kesempatan untuk mengembangkan keterampilan di dapur.

Semifinal di Sleman City Hall, Yogyakarta, pada Minggu, 18 Oktober 2026, mempertemukan 40 peserta terpilih setelah audisi online dan offline. Hasilnya bukan sekadar daftar pemenang: Annis Indriastutie meraih posisi pertama, Irfan Yulianto kedua, dan Hawa ketiga. Ketiganya berhak mewakili Yogyakarta di Grand Final BGCC 2026 di Jakarta pada 7 November. Perjalanan menuju babak berikutnya terasa pantas karena kompetisi ini meminta peserta menunjukkan lebih dari kemahiran mengikuti resep—mereka harus membuat pilihan kreatif dalam waktu terbatas. Bagi para juara memasak Yogyakarta, tiket ke final menjadi pengakuan atas hasil kerja sekaligus kesempatan untuk menguji kemampuan di hadapan tantangan baru.

Kreasi Lele Asap Antar Tiga Juara ke Grand Final

Lele asap menguji lebih dari sekadar teknik

Bagian paling menggugah dari kompetisi masak lele asap ini adalah tuntutan untuk mengubah bahan yang akrab menjadi sajian dengan daya tarik baru. Lele asap hadir sebagai bahan rahasia, sehingga peserta mesti cepat menentukan teknik, paduan rasa, dan penyajian yang dapat mengangkat karakternya. Tantangannya bukan menutupi cita rasa bahan, melainkan memberi bentuk baru tanpa kehilangan identitasnya. Di sinilah kreativitas dapur terlihat nyata: satu bahan bisa melahirkan hasil yang berbeda ketika pendekatan dan imajinasi pemasaknya berubah.

Juri Chef Yuda Bustara mengapresiasi respons para semifinalis terhadap bahan tersebut: “Pada saat saya mention bahan rahasianya adalah lele asap mereka juga langsung berpikir dan hasil-hasilnya benar-benar kreatif banget.” Pujian itu menegaskan bahwa keberanian berpikir cepat dan bereksperimen menjadi bagian penting dari penilaian. Bagi yang gemar memasak di rumah, tantangan ini juga menawarkan pelajaran sederhana: bahan sehari-hari dapat membuka peluang kreasi baru jika teknik dan perpaduan rasanya dipikirkan dengan cermat.

Kreasi Lele Asap Antar Tiga Juara ke Grand Final

Tiga perjalanan, satu kesempatan belajar

Kemenangan Annis terasa istimewa karena ia belajar memasak secara otodidak, bukan melalui pendidikan formal. Ia memandang kompetisi ini sebagai ruang untuk menambah pengetahuan dan kelak membagikannya kepada orang lain. “Saya otodidak, saya belum bisa sekolah formal, tapi dengan ikut dari kompetisi BGCC ini semoga apa yang saya dapat, apa yang saya pelajari bisa menjadikan saya salah satu juara nanti yang diberangkatkan ke Le Cordon Bleu,” ujarnya. Kisahnya memberi konteks yang kuat pada gelar juara pertama: keterampilan dapat tumbuh melalui kemauan mencoba dan terus belajar.

Irfan datang dengan pengalaman sekitar 12 tahun di industri kuliner, tetapi tetap memelihara semangat untuk melangkah lebih jauh. Hawa, yang meraih posisi ketiga, bersyukur mendapat kesempatan membawa nama Yogyakarta ke babak final dan meminta dukungan untuk perjalanan tersebut. Latar mereka berbeda, namun ketiganya kini memiliki tujuan yang sama: membuktikan kemampuan di Jakarta. Perbedaan jalur belajar dan pengalaman justru membuat kisah para pemenang lebih menarik daripada sekadar urutan podium.

Hadiah final menambah alasan untuk berjuang

Semifinal juga memberi penghargaan bagi para pemenang Yogyakarta. Annis menerima Rp15.000.000, Irfan Rp10.000.000, dan Hawa Rp7.500.000. Namun, perhatian kini beralih ke Grand Final pada 7 November 2026. Hadiah uang tunai yang disiapkan untuk babak tersebut mencakup Rp75 juta bagi juara pertama, Rp45 juta bagi juara kedua, dan Rp25 juta bagi juara ketiga. Tersedia pula Rp15 juta untuk juara harapan pertama, Rp7,5 juta untuk juara harapan kedua, dan Rp3 juta untuk juara harapan ketiga.

Enam pemenang grand final juga berkesempatan mendapatkan Dji Osmo Pocket III, tabung Bright Gas 12 kg, serta mengikuti kursus singkat selama empat hari di Le Cordon Bleu Dusit, Thailand. Hadiah tersebut membuat babak final menawarkan lebih dari penghargaan uang: ada peluang membawa pulang pengalaman dan bekal baru. Tiga wakil Yogyakarta sudah membuktikan kreativitas mereka lewat tantangan lele asap. Kini, langkah berikutnya adalah membawa keberanian bereksperimen itu ke panggung final dan mengubah kesempatan belajar menjadi prestasi.

Kreasi Lele Asap Antar Tiga Juara ke Grand Final

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!