Apa Itu Geely Smart Charge dan Kenapa Penting
Geely Smart Charge adalah teknologi pengisian cepat EV berbasis kecerdasan buatan dengan daya puncak 2.250 kW melalui satu konektor, dirancang untuk mengisi baterai mobil listrik dari sekitar 10 persen hingga hampir penuh dalam hitungan menit sambil mengontrol suhu baterai secara ketat demi keamanan dan keawetan jangka panjang.
Intinya, Geely tidak sekadar meluncurkan charger kuat, tetapi menawarkan paket lengkap: teknologi charging AI, baterai khusus, dan jaringan pengisian luas. Geely Auto resmi memperkenalkan teknologi pengisian daya berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Geely Smart Charge. Teknologi ini mengandalkan model energi Xingrui PowerMind dengan daya puncak mencapai 2.250 kW melalui satu konektor. Ini bukan peningkatan kecil, melainkan langkah agresif untuk memperkecil jarak dengan pemain besar lain di ranah mobil listrik cepat.
Dari sudut pandang konsumen, pesan utamanya jelas: Geely ingin membuat pengalaman memiliki EV sedekat mungkin dengan mobil bensin dalam hal waktu pengisian, bahkan berpotensi melampauinya untuk perjalanan harian.

Teknologi Charging AI: Tiga Mode, Satu Tujuan
Kunci ambisi Geely ada pada teknologi charging AI yang mengontrol seluruh proses pengisian. Geely Smart Charge memiliki tiga fungsi utama, yakni Extreme Charge, Smart Charge dan Auto Charge. Sistem ini dirancang untuk menyesuaikan proses pengisian berdasarkan kondisi baterai secara real time. Dengan kata lain, bukan lagi sekadar colok dan berharap, melainkan pengisian yang dipandu algoritma.
Salah satu teknologi yang digunakan adalah algoritma prediksi suhu, yang dapat memperkirakan perubahan suhu baterai hingga 30 detik sebelumnya untuk kemudian menyesuaikan daya pengisian. Geely mengklaim sistem tersebut mampu menjaga suhu rata-rata baterai di bawah 55 derajat Celsius, sementara suhu puncaknya dibatasi agar tetap berada di bawah 65 derajat Celsius selama proses pengisian. Itu penting, karena pengisian super cepat tanpa kontrol suhu hanya akan mempercepat degradasi baterai.
Dalam pengujian China Automotive Technology and Research Centre (CATARC), Lynk & Co 10 yang menggunakan teknologi ini mencatat daya pengisian puncak 1.093 kW, dengan pengisian dari 10 persen hingga 97 persen dan suhu maksimum 64 derajat Celsius. Angka ini menunjukkan bahwa teknologi charging AI bukan jargon pemasaran, melainkan upaya serius menggabungkan pengisian cepat EV dengan keamanan termal.
Baterai Ultra-Quick: 4,5 Menit ke 70 Persen
Teknologi charger kencang tidak ada artinya tanpa baterai yang sanggup menahan arus setinggi itu. Geely menjawabnya dengan generasi terbaru baterai Aegis Golden Brick ultra-short blade. Baterai tersebut tersedia dalam varian 12C dan 6C dengan kemampuan pengisian yang berbeda. Varian 12C adalah bintang utama untuk mobil listrik cepat.
Baterai 12C digunakan pada Lynk & Co 10 dan Zeekr 001. Baterai berukuran 395 mm tersebut diklaim dapat mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen dalam sekitar 4 menit 30 detik. Sementara pengisian dari 10 persen hingga 97 persen membutuhkan sekitar 8 menit 40 detik. Angka ini membuat baterai 2.250 kW terasa bukan sekadar konsep, tetapi sesuatu yang mendekati pengalaman nyata di stasiun pengisian cepat EV.
Di sisi lain, baterai 6C berukuran 370 mm pada Geely Galaxy E5 membutuhkan sekitar 8 menit 25 detik untuk mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen. Artinya, bahkan varian yang lebih "santai" sekalipun tetap menawarkan kecepatan yang mempersingkat waktu singgah. Bagi calon pembeli, kombinasi ini menggoda: mobil listrik cepat dengan waktu isi yang sudah masuk kategori coffee break, bukan lagi jam-an.
Jaringan 100.000 Charging Gun: Infrastruktur sebagai Senjata
Kecepatan pengisian hanya setengah cerita; tanpa infrastruktur, teknologi canggih akan terasa seperti demo laboratorium. Di sini, Geely tampak sadar bahwa perang EV ditentukan juga oleh ketersediaan charger. Geely menargetkan lebih dari 100.000 charging gun tersedia di seluruh China pada akhir 2027, dan lebih dari 50.000 unit di antaranya menggunakan teknologi Geely Smart Charge.
Jaringan tersebut disebut akan mencakup seluruh wilayah kabupaten di China. Artinya, perusahaan tidak hanya mengembangkan kemampuan baterai dan charger, tetapi juga berusaha memperluas infrastruktur agar teknologi pengisian super cepat bisa digunakan lebih luas. Bagi pengguna, ini mengurangi kecemasan jarak tempuh dan menempatkan pengisian cepat EV sedekat mungkin dengan pengalaman SPBU—colok di banyak titik, isi kilat, lanjut jalan.
Untuk mendorong adopsi awal, Geely memberikan insentif konkret. Pemilik pertama mobil baru yang kompatibel dengan Geely Smart Charge akan mendapatkan subsidi pengisian sebesar 1.000 yuan per tahun selama dua tahun atau total 2.000 yuan. Program ini berlaku untuk kendaraan yang dibeli sebelum 1 Januari 2028. Selain itu, garansi baterai diperpanjang dari 8 tahun atau 150.000 km menjadi 8 tahun atau 200.000 km untuk model yang memenuhi syarat.
Apa Artinya untuk Konsumen dan Masa Depan EV
Upaya ini menunjukkan persaingan mobil listrik di China tidak hanya berfokus pada kapasitas baterai. Kecepatan pengisian daya dan ketersediaan jaringan charger juga menjadi bagian menarik dari kendaraan listrik. Dari perspektif konsumen global, tren ini jelas: generasi berikutnya EV tidak lagi dijual sekadar lewat jarak tempuh, tetapi lewat ekosistem pengisian yang cepat, cerdas, dan menyeluruh.
Untuk calon pembeli, pertanyaan praktisnya sederhana: apakah pengisian 10–70 persen dalam sekitar 4 menit 30 detik dan pengisian hingga 97 persen dalam sekitar 8 menit 40 detik mengubah cara kita memandang mobil listrik? Jawabannya condong ke ya. Waktu tunggu yang mendekati ritual ngopi membuat EV lebih mudah masuk ke rutinitas harian tanpa kompromi besar.
Namun tetap perlu diingat, teknologi charging AI dan baterai ultra-quick ini baru akan terasa penuh manfaat jika infrastruktur benar-benar terbangun sesuai target dan standar keselamatan terus dijaga. Bagi konsumen, strategi terbaik adalah melihat ekosistem lengkap: kecepatan pengisian, ketersediaan charger, insentif penggunaan, dan garansi baterai. Geely baru saja menaikkan standar; sekarang giliran merek lain dan regulator menyesuaikan permainan.






