Pengisian 800V Ultra Cepat: Inti Revolusi Smart #1
Teknologi pengisian 800V ultra cepat adalah arsitektur kelistrikan kendaraan listrik bertegangan tinggi yang dirancang untuk mempersingkat waktu isi daya baterai secara drastis tanpa mengorbankan jarak tempuh, sekaligus menjaga efisiensi dan performa kendaraan dalam pemakaian harian di lingkungan perkotaan padat.
Smart #1 kendaraan listrik terbaru menjadi bukti bahwa ultra fast charging bukan lagi milik segmen premium besar, melainkan mulai turun ke kelas kompak. Berpindah dari sistem 400V ke arsitektur 800V berbasis silicon carbide (SiC), Smart mengambil langkah agresif yang secara terang‑terangan menantang standar lama pengisian EV. Klaim bahwa pengisian 10–80 persen bisa tuntas sekitar 12 menit dalam kondisi optimal menunjukkan ambisi besar: menghilangkan rasa cemas menunggu di charger dengan teknologi charging 12 menit yang sulit diabaikan. Dalam konteks strategi merek, Smart seperti ingin mengatakan bahwa kecepatan isi daya tidak lagi sekadar fitur tambahan, melainkan nilai utama yang mendefinisikan generasi baru kendaraan listrik kompak.

Performa 328 HP: Kenapa Angka Tenaga Masih Penting di Kota
Keputusan Smart memberi #1 tenaga hingga 245 kW atau sekitar 328 hp mungkin terdengar berlebihan untuk mobil kompak, tetapi angka ini mengirim pesan jelas tentang reposisi merek. Di segmen kendaraan listrik kompak, tenaga besar bukan hanya soal ngebut; ini soal respons instan yang membuat manuver harian—menyalip, masuk keluar gang sempit, atau naik turunan—jadi terasa ringan. Torsi 320 Nm dan akselerasi 0–100 km/jam 6,7 detik menggeser persepsi bahwa mobil kecil pasti lamban.
Dengan jarak tempuh hingga 535 km menurut standar CLTC, kombinasi baterai kendaraan listrik 61,52 kWh dan sistem pengisian 6C pada arsitektur 800V membentuk paket yang sulit disaingi di kelasnya. Kutipan kunci yang menggambarkan ambisi ini adalah: “Smart membekali #1 terbaru dengan teknologi 800 volt… pengisian 10–80 persen dapat dilakukan dalam waktu sekitar 12 menit”. Artinya, Smart tidak sekadar mengejar efisiensi, tetapi juga pengalaman berkendara yang terasa jauh lebih lincah dibanding banyak EV kompak lain.

Smart #2: Balik ke Akar Mikro EV dengan Baterai LFP 35,7 kWh
Jika Smart #1 adalah pernyataan teknologi, Smart #2 adalah koreksi arah strategi merek. Masuknya Smart #2 ke dokumen pengajuan resmi Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok menandai langkah nyata menuju produksi massal. Setelah penjualan model Smart berukuran lebih besar belum menunjukkan hasil kuat, kembali ke format mikro dua penumpang adalah pengakuan jujur bahwa identitas asli Smart ada di kendaraan komuter kota berukuran sangat ringkas.
Smart #2 diposisikan sebagai mobil listrik komuter dengan motor 60 kW (sekitar 80 hp) dan kecepatan puncak 140 km/jam, cukup untuk ritme lalu lintas harian tanpa berlebihan. Paket baterai kendaraan listrik 35,7 kWh berbasis LFP buatan CATL, yang dirakit oleh Geely, memberi jarak tempuh hingga 300 km berdasarkan WLTP. Kutipan penting di sini: “Smart #2 menggunakan paket baterai berkapasitas 35,7 kWh dengan jarak tempuh hingga 300 km berdasarkan pengujian WLTP”. Fokus pada baterai LFP menunjukkan prioritas pada ketahanan dan biaya, bukan sekadar spesifikasi glamor.
Dua Strategi Satu Merek: Apa Maknanya bagi Masa Depan EV Perkotaan
Menempatkan Smart #1 dan Smart #2 berdampingan menunjukkan pola pikir dua jalur yang menarik. Di satu sisi, Smart #1 dengan pengisian 800V ultra cepat, arsitektur SiC, dan teknologi charging 12 menit mencoba menormalisasi ultra fast charging di segmen kompak, sesuatu yang dulu hanya kita lihat pada EV besar dan mahal. Di sisi lain, Smart #2 mengembalikan merek ke segmen mikro dengan dimensi sekitar 2,7 meter dan bobot kosong 1.130 kg, plus opsi keselamatan seperti ABS dan EDR yang cukup untuk kebutuhan komuter.
Menurut dokumen resmi, Smart #2 kini semakin dekat ke tahap komersialisasi dan menjadi ujian strategi bersama Geely dan Mercedes-Benz dalam memadukan pengembangan teknologi, manufaktur, dan desain. Sementara itu, pembaruan besar pada Smart #1 untuk pasar Tiongkok menandai bahwa teknologi 800V bukan eksperimen kecil, melainkan fondasi generasi baru produk Smart. Kesimpulannya, kombinasi dua model ini memperlihatkan satu narasi: masa depan mobil listrik kompak akan ditentukan oleh keseimbangan antara kecepatan isi baterai dan efisiensi paket baterai, bukan sekadar ukuran bodi atau gimmick fitur.





