Desain jepit untuk bergerak lebih leluasa
Galaxy Buds On adalah earbud nirkabel terbuka dengan mekanisme jepit pada bagian luar telinga, dirancang agar tetap stabil saat bergerak dan membuat pemakainya masih dapat mendengar lingkungan sekitar. Samsung memperkenalkan Galaxy Buds On sebagai TWS clip-on pertamanya pada 27 Oktober 2026 di Korea Selatan. Langkah ini terasa tepat karena kebutuhan earbud tak lagi terbatas pada mendengarkan musik: orang juga memakainya saat berlari, bersepeda, bekerja, dan berpindah tempat. Tidak seperti model yang masuk ke liang telinga, desain terbuka ini tidak menutup telinga sepenuhnya. Pengguna masih bisa menangkap suara sepeda yang melintas, pengumuman stasiun, atau rekan kerja yang memanggil. Bagi aktivitas luar ruang, kesadaran situasional itu lebih dari sekadar pembeda gaya; ia memberi alasan praktis untuk memilih bentuk baru ini.
Mekanisme jepitnya juga menjawab kekhawatiran klasik tentang earbud yang mudah bergeser. Sudut pita dapat disesuaikan agar mengikuti bentuk telinga, sementara rancangan ergonomisnya dikembangkan dengan analisis dan simulasi pada beragam bentuk telinga. Ini menjadikan TWS clip-on Samsung menarik bagi orang yang merasa earbud biasa kurang mantap saat berjalan atau berolahraga. Namun, kenyamanan tetap bersifat personal: desain yang dapat disetel adalah awal yang baik, bukan jaminan bahwa satu bentuk akan cocok bagi semua telinga.

Desain terbuka punya kompromi, audio harus menutup celah
Desain terbuka menawarkan kenyamanan dan kewaspadaan, tetapi ada harga teknis yang harus dibayar: bass lebih sulit terasa kuat dan suara dapat bocor di ruangan senyap. Samsung meresponsnya dengan TwinBoost Speaker untuk memperkuat frekuensi rendah serta Audio Leakage Reduction untuk menekan kebocoran suara. Pendekatan ini masuk akal, tetapi hasil akhirnya akan bergantung pada seberapa baik fitur tersebut menyeimbangkan musik dengan lingkungan sekitar. Galaxy Buds On juga menyediakan penyesuaian volume otomatis, sementara teknologi Intelligent Clear Call memadukan tiga mikrofon, sensor Voice Pickup berbasis konduksi tulang, dan pemrosesan pembelajaran mesin untuk mengisolasi suara pengguna serta meredam kebisingan latar. Jadi, Samsung tidak hanya mengandalkan bentuk jepit; kualitas panggilan dan kendali kebocoran menjadi bagian penting dari upaya membuat format terbuka lebih layak dipakai sehari-hari.

Gemini membuat earbud lebih berguna dari sekadar pemutar musik
Daya tarik Galaxy Buds Gemini bukan sebatas akses ke asisten AI, melainkan cara menggunakannya tanpa harus mengeluarkan ponsel. Saat dipasangkan dengan ponsel Galaxy yang mendukung Galaxy AI, Gemini Live dapat dipanggil dengan perintah “Hey Google, let’s talk Live”. Pengguna dapat meminta rekomendasi rute lari, informasi jarak, atau keterangan tentang tempat di sekitar. Fitur ini membuat desain terbuka terasa selaras dengan tujuan produk: tetap bergerak sambil memperoleh informasi tanpa kehilangan kontak dengan lingkungan. Di luar Gemini Live, perintah suara dapat mengganti lagu dan mengatur volume tanpa menyentuh earbud. Ketukan di bagian belakang perangkat juga dapat memutar musik, sehingga kendali tetap praktis ketika tangan sedang sibuk.
Fitur kendali lain memperkuat gagasan tersebut. Dengan Gestur Kepala, pengguna dapat mengangguk untuk menerima panggilan atau menggeleng untuk menolaknya, berguna saat tangan membawa barang. Quick Voice Memo membantu merekam catatan setelah rapat, sedangkan fitur memo dapat dipakai untuk menyusun daftar tugas. Kombinasi ini membuat Galaxy Buds On tampak lebih seperti perangkat pendamping aktivitas daripada aksesori musik biasa. Namun, sebagian daya tarik Gemini Live terkait dengan penggunaan ponsel Galaxy yang mendukung Galaxy AI; karena itu, pengalaman terbaiknya tidak otomatis tersedia bagi setiap pengguna ponsel.
Format baru yang menjanjikan, dengan ketersediaan lokal belum pasti
Galaxy Buds On adalah debut yang berani karena Samsung memilih menyelesaikan persoalan pemakaian—stabilitas, kenyamanan, dan kesadaran terhadap sekitar—sebelum menjualnya sebagai perubahan bentuk semata. Audio Leakage Reduction dan TwinBoost Speaker menunjukkan bahwa perusahaan juga mengakui kompromi desain terbuka, sementara Gemini Live memberi fungsi yang relevan saat bergerak. Meski begitu, kecocokan earbud jepit tetap perlu diuji langsung dan kinerja audio di ruang sunyi masih menjadi hal yang layak diperhatikan. Samsung belum mengonfirmasi jadwal maupun ketersediaan perangkat ini di pasar Indonesia. Kesimpulannya, Galaxy Buds On paling menarik bagi pengguna aktif yang mengutamakan telinga tetap terbuka dan kendali tanpa tangan. Jika prioritas utama adalah isolasi pasif atau bass yang terasa kuat, desain ini belum tentu menjadi pilihan paling sesuai.







